Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 202


__ADS_3

Ana merasakan perih yang kuat biasa di dalam perutnya, semenjak ia ada dia ditahan di kamar luas itu, tidak sedikitpun ia menyentuh makanan yang disediakan untuknya.


Ana berbaring dengan tubuh yang terasa lemas dan airmata yang terus menerus membanjiri wajahnya. Segala cara sudah ia lakukan agar Lisa mau membantunya untuk keluar dari tempat itu namun usahanya sia sia saja.


" Tolong....." Ana merintih sambil memegang perutnya, ia merasakan perih yang luar biasa


Lisa yang melihat Ana kesakitan langsung menghampiri dengan wajah ketakutan, ia mengingat pesan Anthoni bahwa ia harus menjaga Ana dengan baik.


" Ada apa nona??" tanya Lisa


" To.....tolong...." Ana menegang perutnya


" Ya Tuhan sebaiknya anda makan nona, pasti perut anda sakit karena anda belum makan mulai dari pagi"


" Tidak....tidak.... tolong keluar kan aku darisini aku ingin pergi...aku...ingin bertemu.. mas Di..."


Belum lagi Ana selesai berkata kata, Ana merasakan tubuhnya melayang, ia tak mempu lagi melihat, semuanya tampak kabur dan ia sudah tidak mengingat apa apa lagi.


" Nona....nona....bangun" kata Lisa sambil menguncangkan tubuh Ana.


Lisa kemudian mengambil ponselku dan segera menekan nomor Anthoni.


" Halo...ada apa Lisa"


" Tuan....tuan...nona Ana pingsan, dia tidak sadarkan diri dan tubuhnya sangat lemah"


" Apa??? Kenapa bisa seperti itu?? apa kau tidak bisa mengurusnya dengan baik" kata Anthoni yang kedengarannya sangat marah.


" Maaf..tuan tapi dari tadipagi nona Ana tidak mau makan dan minum"


" Dasar bodoh kenapa kau tidak memaksanya, apa kau ada disana hanya untuk apa?"

__ADS_1


" Tuan aku sudah berusaha tapi Nina Ana tidak mau, dia hanya ingin pulang dan bertemu suaminya"


" Diam kamu!!!! Ana hanya akan menjadi milikku, dia tidak akan kemana mana. Tunggu disana aku akan datang bersama seorang dokter"


" Baik Tuan"


Anthoni segera menelepon seorang dokter dan segera bergegas menuju tempat dimana Ana disembunyikan. Sementara Lisa yang masih panik segera melakukan pertolongan untuk membuat Ana sadar, ia mengambil minyak kayu putih dan mulai memijit tangan, kaki dan kepala Ana.


" Ya Tuhan tubuhnya sangat dingin"


Lisa terus menggosok. tubuh Ana dengan minyak kayu putih dan ia bermaksud membalurkan ke perut Ana agar dapat merasakan begitu membuka P


perut Ana, Lisa tampak terkejut karena perut itu nampaknya berisi.


" Ya Tuhan ternyata nona muda ini sedang hamil"


Lisa memandangnya dengan rasa iba, sungguh ia merasa menjadi wanita yang paling jahat karena telah membantu tuannya untuk menjaga wanita yang telah menjadi istri orang lain.


Akhirnya setelah hampir 1 jam 30 menit kemudian akhirnya Anthoni datang dengan seorang dokter yang sudah paruh baya. Anthoni dengan tidak sabar langsung menuju kamar tempat Ana dikurung.


Begitu melihat kondisi Ana yang pucat pasi, Anthoni langsung menghambur dan memeluk gadis yang tidak dilupakan nya itu.


" Tolong periksa dia dokter Li!!" perintah Anthoni


" Kalau boleh tau dia siapa??"tanya dokter Li


" Di....dia. calon istri ku" kata Anthoni dengan gagap.


Dengan cekatan Dokter itu segera memeriksa seluruh kondisi Ana namun begitu ia melihat bagian perut Ana, dokter itu langsung mengerutkan keningnya.


" Apa dia sedang hamil???"tanya dokter Li

__ADS_1


" I....iya dokter dan kami akan segera melangsungkan pernikahan" kata Anthoni gagap, walaupun ia sudah tahu bahwa Ana sedang hamil tapi ia tetap nekad untuk memiliki nya.


" Dasar anak muda jaman sekarang, tidak bisa bersabar untuk menunggu"


Lisa hanya memandang Anthoni dengan sangat heran, bagaimana mungkin ia menculik wanita yang sedang mengandung anak orang lain


" Oh.... Tuhan cinta memang gila, begitu banyak wanita yang mau menerima cinta tua Anthoni tapi dia justru menginginkan cinta dari wanita yang sedang beristri dan dalam keadaan hamil"


Selesai diperiksa, dokter Li langsung memasang cairan penambah tenaga dan menyuntikkan beberapa cairan vitamin agar kondisi Ana kembali stabil.


" Bagaimana keadaannya Dokter"


" Dia jelas kekurangan asupan makanan dan sepertinya, dia sedang stress. Namun untuk mengetahui keadaan bayinya kalian harus langsung menemui dokter Obgyn, saya takut jika keadaan tetap seperti ini kalian bisa kehilangan anak yang dikandung"


" Baiklah dokter saya akan mencari dokter yang bisa menangani dia"


" Maaf tuan Anthoni mengapa nada harus tinggal di area terpencil seperti ini, sebagai CEO dari Farma Grup anda pasti bisa tinggal di tempat yang sedikit lebih ramai atau mungkin di pusat kota"


" Oh...... .itu saya senang tinggal disini dok, karena saya tidak begitu menyukai keramaian dan saya lebih suka tinggal di daerah yang seperti ini"


" Begitu ya ?? tapi setidaknya tidak di tengah hutan seperti ini, Karena jika terjadi sesuatu yang urgent pasti akan sulit sekali"


Anthoni tampak tidak suka dengan ucapan dokter Li, dia menunjukkan wajahnya yang cemberut karena mendapat banyak protes.


" Maaf tapi itu hanya pendapat saya saja tuan Anthoni, selera dan cara pandang seseorang memang berbeda beda"kata Dokter Li yang menjadi merasa tidak enak


Anthoni hanya memasang senyum masam kepada dokter tersebut.


****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter****

__ADS_1


__ADS_2