
Mata Anthoni membelak saat mengetahui perusahaan ML dan investor yang menarik diri dari Wiradmaja grup telah kembali menjalin kerjasama dan bahkan beberapa perusahaan asing milik tuan Ong telah menjalin kerjasama dengan Wiradmaja grup sehingga Dion menambah jumlah karyawan dalam jumlah yang cukup banyak.
" Sialan bukannya makin hancur Wiradmaja grup semakin berkembang" kata Anthoni dengan geram
" Apa...apa yang harus kulakukan agar Ana kembali ke pelukan ku"
Anthoni membuka laci meja kantor nya dan mengambil sebingkai foto yang sejak lama ia simpan. Air mata Anthoni menetes saat melihat foto tersebut disana ada Ana, Anthoni dan almarhum ibunya yang sedang berada disebuah taman.
Ana dengan tampilan yang sederhana tampak bahagia memeluk ibunya dengan senyuman begitu menawan.
" Sayang kenapa aku tidak bisa memiliki mu, sampai saat ini tidak ada yang bisa menggantikan dirimu, sekarang aku begitu lemah seolah olah semua yang kulakukan sia sia"
Anthoni menyandarkan kepalanya di kursi kebanggaan nya, ia menutup mata dan ia melihat bayangan Ana yang sedang tersenyum ada disana Rasanya begitu sesak dan tidak dapat terkatakan rasa sakit itu semakin terasa.
" Apa aku harus melupakan dirimu?? Apa aku harus melupakan semua cinta dan dendam ini?? apakah Aku sanggup melakukan semua itu Ana Clarisa putri?? Kau adalah mahluk Tuhan yang paling indah yang pernah mengisi relung hati ku tapi sayangnya takdir telah memisahkan kita"
____________________________________________
Sementara dikediaman Wiradmaja grup
Ana melihat jam di dinding kamanya ternyata sudah menunjukkan pukul 21.00 malam namun Dion masih belum pulang juga
" Lihat saja kalau kamu berani ingkar janji maka aku akan mendiamkan mu selama seminggu penuh" kata Ana dalam hatinya, karena selama beberapa hari terakhir ini Dio. kembali sibuk dan sedikit melupakan dirinya
Setelah sepuluh menit kemudian akhirnya terdengar pintu kamar terbuka dan Ana langsung melihat kedatangan suaminya. Ana langsung memasang wajah cemberut sambil melipat kan kedua tangannya.
" Kamu belum tidur sayang" kata Dion sambil mendekat dan menghampiri Ana yang duduk di tepi ranjang
" Mas kamu kebiasaan deh!!" kata Ana sambil cemberut
" Apa sih sayang, suami pulang kerja kok malah cemberut" tanya Dion
__ADS_1
" Mas lupa ya??" kata Ana lagi
" Apa??" kata Dion pura pura tidak tahu
" Tau ah.." kata Ana sambil memilih menidurkan dirinya sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan Dion hanya tersenyum melihat kelakuan Ana
Akhirnya Dion memilih keluar dari kamar dan Ana yanh mendengar derap langkah kaki menuju ke luar sedikit mengintip sedikit dari balik selimutnya dan melihat Dion Keluar dari kamar.
Ana menunggu 5 menit, 10 menit tapi Dion tidak muncul juga sampai akhirnya Ana membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan mengambil posisi duduk.
" Mas Dion benar benar keterlaluan bisa bisanya dia malah pergi setelah melupakan janjinya" kata Ana yang mulai merasa ingin menangis
Tapi tak lama kemudian akhirnya Dion kembali dengan membawa sepiring nasi goreng kambing serta sebuket bunga mawar putih untuk dirinya.
"" Taraaaaa" kata Dion dengan tersenyum
" Mas tidak mungkin lupa pesenam istri dan calon anak tercinta"
" Ini buat bunda" kata Dion sambil memberikan bunga pada Ana
" Iya apa kamu keberatan??" tanya Dion dan Setelah beberapa detik berpikir Ana akhirnya tersenyum
" Tidak buruk juga tapai aku tidak ingin buket bunga itu" kata Ana
" Loh kenapa??" tanya Dion kebingungan karena ia tahu Ana adalah sosok wanita yang cukup menyenangi bunga
" Kamu ingat kejadian kemarin, aku diculik Anthoni hanya gara gara buket bunga, untuk saat ini aku tidak ingin berurusan dengan bunga bungaan"
" Baiklah bunda aku akan membuangnya kalau begitu" kata Dion beranjak keluar
" Jangan lebih baik dipajang di ruang tengah nanti Ana akan suruh Bi Ina melakukan nya"
__ADS_1
" Baiklah bunda sayang, oh ya sekarang waktunya bunda dan dedek bayi makan sini ayah suapin"
Dion lalu menyendok nasi goreng kambing dan menyuapi Ana sedangkan Ana hanya mampu tersenyum senyum saja.
" Aku bahagia sekarang perusahaan mas sudah stabil" kata Ana
" Perusahaan kita bunda" kata Dion sambil mengusap pucuk kepala Ana dengan lembut sambil sesekali menyuapi nya
" Mas serius sekali manggil bundanya"
" Iya dong bentar lagi kan anak kita akan lahir dan kamu akan segera menyandang gelar bunda" kaya Dion
" Ih...aku bahagia sekali mas" kata Ana sambil bertepuk tangan seperti anak kecil yang ingin mendapatkan coklat
" Oh ya sayang Miko sedang merencanakan lamaran untuk Lia dan kita diundang untuk ikut andil"
" Apa?? mas serius??" kata Ana dengan nada tidak percaya karena sepengetahuan nya Lia dan Miko baru beberapa bulan saling mengenal
" Iya dan Miko maunya melakukan lamaran di Bali"
" Wah romantis sekali jadi kita akan ke Bali ya mas??" tanya Ana dengan antusias
" Itulah yang sedang mas pikirkan, mas khawatir dengan keadaan kamu takutnya dedek bayi kenapa napa!!"
" Tapi Ana mau ikut mas" kata Ana sedikit merengek
" Tapi" kata Dion sedikit ragu mengingat beberapa waktu kemarin Ana sempat mengalami flek walaupun tidak begitu parah namun sebagai suami wajar saja kalau Dion merasa khawatir
" Ayolah mas, pasti Sely dan mas Andra juga ada disana!" rengek Ana
" Baiklah jika dokter mengijinkan maka kita akan pergi tapi jika tidak dengan berat hati mas dan kamu tidak bisa pergi" kata Dion memberikan keputusan terakhir nya.
__ADS_1
" Mas tidak ingin mengambil resiko sayang"
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya