Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 205


__ADS_3

Farma grup salah satu perusahaan raksasa yang bergerak di berbagai macam bidang, mulai dari jasa, periklanan bahkan properti dan salah satu perusahaan kancah ternama yang bekerjasama dengan perusahaan raksasa lainnya.


Anthoni begitu puas dengan hasil usaha yang ia capai saat ini setelah melalui berbagai proses ia bisa menjadi CEO , satu hal yang ia inginkan agar hidupnya yaitu menikahi Ana satu satunya gadis yang telah mengisi hatinya.


" Tolong....tolong bebaskan aku"


Suara itu terdengar lagi dari kamar yang ditempati Ana.


" Biarkan aku bebas" kata Ana sambil menggedor-gedor pintu kamar yang terkunci.


Anthoni segera berlari dan menghampiri Ana dikamar luas itu, begitu membuka pintu Anthoni melihat Ana sudah sudah meringkuk di samping pintu dengan selang infus yang sudah terlepas ditangannya.


Sebenarnya sungguh miris hati Anthoni melihat gadis yang dicintainya tidak bahagia berada di dekatnya. Tapi karena dendam dengan Dion dan terlebih Anthoni yang masih sepenuhnya mencintai Ana membuat Anthoni menjadi orang yang tidak punya perasaan.


" Tolong aku ingin pulang" kata Ana mengiba pada Anthoni.


Pandangan sayu dan kesedihan terpancar dari wajah cantik itu.


" Lisa..."teriak Anthoni


Dengan secepat kilat Lisa datang dan langsung menghampirinya mereka


" Iya tuan"


" Kenapa kamu tinggal kan Ana sendirian" kata Anthoni, dia langsung menggendong tubuh lemah itu ke ranjang.


" Maaf tuan saya sedang menyiapkan makanan untuk nona Ana"

__ADS_1


"Baik bawakan makanan itu kesini"


Lisa langsung menjalankan perintah Anthoni, dia lalu datang dengan membawa semangkuk bubur dengan sup hangat.


" Ini tuan.."


" Baik pergilah"


Anthoni langsung menyendok bubur itu ke mulut Ana namun Ana sama sekali tidak mau makan apa yang diberikan Anthoni.


" Sayang kamu harus makan, supaya kamu bisa sehat dan kita segera melangsungkan pernikahan"


Mata Ana langsung melotot tajam ke arah Anthoni, pandangan itu memancarkan kemarahan.


" Aku tidak ingin menikah denganmu, lagipula aku hanya akan menjadi istri dari mas Dion Wiradmadja" Kata Ana dengan nada tegas


" Aku pastikan kita akan menikah, aku tidak perduli dengan status mu. Lihat diriku sekarang,aku sudah sukses dan pastinya bisa membahagiakanmu, kamu akan bahagia menjadi istri dari CEO Farma grup. Bukan kah kita berpisah karena paman dan bibimu lebih memilih Dion menjadi suami mu bukan Aku. Itu semua karena status Dion lebih baik dari pada aku dan sekarang aku sudah bisa menjadi seperti dia. Ini saatnya aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku" kata Anthoni dengan nada bangga


"Iya..aku bukan Anthoni yang dulu lagi karena menjadi diriku yang dulu membuat tidak mendapatkan apa-apa. Aku yang dulu hanyalah orang biasa yang hanya dipandang sebelah mata dan lihat diriku sekarang aku dihormati dan bisa memiliki apa yang kuinginkan, termasuk dirimu"


" Aku tidak akan pernah jadi milikmu, sudah kukatakan aku hanya akan jadi milik mas Dion dan akan selamanya seperti itu"


Api amarah langsung membakar Anthoni saat itu, dia sudah berjanji pada dirinya dan pada almarhum ibunya bahwa dia akan membawa kembali Ana ke pelukannya.


" Kita akan menikah Minggu depan"


" Apa???apa kamu sudah gila mau menikah dengan istri orang lain dan sekarang aku juga sudah mengandung anak mas Dion"

__ADS_1


" Kamu mau menikah atau kamu akan kehilangan anak itu" ancam Anthoni


" Apa maksudmu??" kata Ana dengan nada terkejut


" Baiklah aku akan memberikanmu penawaran. Kita menikah dan kita akan mengurus bayi itu bersama atau kamu boleh bebas tapi bayi itu tidak kan selamat"


" A....apa..kau sudah benar benar sudah menjadi iblis, kalau mas Anthony menemukanku kamu pasti akan menyesal dan akan menghabiskan sisa hidupmu di penjara"


" Ha...ha...aku tidak perduli sayang, sekarang aku sudah punya koneksi di mana mana, penjara bukanlah tempat menakutkan lagi bagiku"kata Anthoni sambil menatap Ana dengan senyum liciknya


" Sungguh aku tidak menyangka kamu sudah benar benar berubah. Aku benar benar jijik melihat mu" kata Ana


" Terserah kamu tapi waktulah yang membuat ku begini"


" Pikirkan baik baik dengan pilihan yang aku berikan. Jika kau tidak memberikan kepastian maka itu artinya aku setuju menikah denganku. Aku tunggu sampai besok pagi"


" Aku tidak mau menikah denganmu" Teriak Ana


" Baiklah jika begitu kamu sudah siap kehilangan bayi itu" kata Anthoni sambil menatap ke arah perut Ana.


" Tidak...jangan lakukan itu" kata Ana sambil memegang perutnya.


" Aku hanya ingin pergi dan kembali pada mas Dion" pinta Ana lagi


" Sayangnya itu tidak ada pilihan seperti itu, jadi lebih baik kamu pikirkan baik baik, aku tunggu jawabannya" kata Anthoni sambil berlalu dari kamar Ana.


" Dasar sial, kenapa kau menyiksaku seperti ini" kata Ana memaki Anthoni yang sudah berlalu.

__ADS_1


Ana menangis lagi, kali ini tangisannya begitu memilukan hati siapa saja yang mendengar nya namun kelihatannya Anthoni tidak ingin mendengar nya, ia memilih pergi dari tempat itu.


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...


__ADS_2