Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 215


__ADS_3

Andra begitu panik karena kabar dari mamanya ia mengambil ponselnya dan melihat ada 73 panggilan yang masuk di ponselnya.


" Sial Sely pasti marah karena aku tidak mengangkat panggilan dari nya"


Andra kemudian menekan nomor Sely namun ponsel Sely berada diluar jangkauan.


" Dia pasti benar benar marah sekarang, kemana ia malam malam begini??"


Andra menjambak rambutnya sendiri, ia tahu bahwa seharian ini ia tidak memberikan kabar kepada Sely.


" Apa yang terjadi mas??" tanya Lia denga khawatir


" Sely kabur dari rumah Li, " kata Andra dengan lemas.


" Hah??? kok bisa??" kata Lia


" Wah masalah baru lagi nih " kata Miko


" Lebih baik kita langsung pulang saja, aku sangat mengkhawatirkan Sely apalagi dia juga sedang hamil saat ini.


" Maaf ya Dra, gara gara aku kamu judi terlibat masalah" kata Dion dengan perasaan bersalah


" Pasti Sely salah paham lagi sama mas Andra, pasti dia cemburu pada Ana"


" Benarkah??" kata Ana


" Mungkin " kata Andra


" Maaf kan aku ya mas Andra, nanti aku akan coba bicara dengan Sely"kata Ana


" Lebih baik kita segera bergerak, atau jangan jangan Sely diculik juga" Kata Miko sembarangan membuat Lia langsung menjewer telinga Miko


" Kamu ini bikin orang tambah ketakutan lagi" kata Lia dengan geram


" Yah ...maaf" kata Miko yang tak berani melawan Lia

__ADS_1


Akhirnya mereka berangkat menuju rumah kediaman Andra. Lia, Miko dan Andra berada didalam satu mobil sedangkan Ana, Dion dan Ray berada didalam mobil yang berbeda


Saking tidak sabarnya Andra mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh hingga Lia yang berada di belakang mobil menjadi ketakutan.


" Aku takut sekali mas, mobilnya jangan terlalu kencang" kata Lia


" Iya nih Dra bisa bisa Lia copot jantung nya, lebih baik kurangi kecepatan nya asalkan kita selamat"


" Aku khawatir sekali" kata Andra sambil perlahan mengurangi kecepatan mobilnya


" Aku tau tapi ngebut bukanlah jalan yang terbaik mas, aku yakin Sely hanya sedang galau karena mas pasti ngakk ngasih kabar sama sekali" kata Lia


" Tapi dia pergi kemana??"


" Mungkin ke rumah temannya, nanti kita bisa cari dia yang penting kita pulang kerumah dengan selamat" kata Lia.


" Sudah lebih baik aku yang nyetir biar lebih aman" kata Miko memberikan saran


Akhirnya Miko mengambil alih setir demi keselamatan mereka.


Sementara dimobil satunya dua sejoli yang baru saja bertemu setelah berpisah beberapa hari masih terlihat sangat mesra sampai sampai Ray yang mengendarai mobil jadi gagal fokus hampir saja Ray menabrak pembatas jalan membuat Ana dan Dion menjadi kaget.


" Ini kan gara gara kalian berdua"bathin Ray


" Kamu tidak apa apa sayang??" kata Dion sambil memeluk Ana dipangkuan nya.


" Tak apa mas jangan membuat konsentrasi Ray hilang sayang" bisik Ana ditelinga Dion.


Wajah Dion langsung bersemu merah karena ia tahu Ray pasti melihat mereka berciuman tadi.


" Kamu harus lebih hati-hati Ray" kata Dion pura pura tidak bersalah.


" Hmmmm" Ray hanya berdehem sedangkan Ana hanya tertawa geli melihat kedua kakak beradik ini.


" Kak, mobil kak Andra sudah sangat jauh" kata Ray yang tidak melihat mobil Andra di depan.

__ADS_1


" Pasti dia sangat khawatir sekali dengan Sely" kata Dion


" Huh... seandainya Anthoni tidak melakukan ini pasti semua akan baik baik saja" kata Dion dengan geram,ia lalu memandang wajah Ana.


" Kasihan mas Andra gara gara aku dia harus menghadapi masalah seperti ini semoga saja Sely baik baik saja. Aku yakin dia hanya kecewa karena merasa tidak diperhatikan mas Andra"


" Ini semua gara gara mantanmu itu sayang. Di...dia tidak menyentuhmu kan sayang??" Tanya Dion.


" Pertanyaan macam apa itu, seharusnya kau menanyakan nya pada saat berdua saja. Dasar nasib punya kakak kok nggak peka"


" Tidak...dia hanya memeluk ku saja" kata Ana sambil tersenyum senyum, ia ingin melihat ekspresi Dion.


" Dasar sialan berani beraninya dia memeluk lstri orang" kata Dion menahan amarahnya namun hanya diam dan sambil tersenyum. Sungguh ia sangat suka saat Dion cemburu kepadanya. Melihat Ana tersenyum Dion menjadi lebih kesal lagi


" Jangan bilang kau suka saat dia memelukmu" kata Dion curiga


" Apaan sih mas, aku hampir saja bunuh diri karena hal itu, tapi mengingat ini aku tidak akan sanggup melakukan nya" kata Ana sambil memegang perutnya.


" Apa dia baik baik saja??" kata Dion juga memegang kehidupan kecil yang ada di rahim Ana.


" Semoga dia baik baik saja, dia adalah anak yang kuat" kata Ana sambil menahan tangisnya, ia menutup matanya dan ingin melupakan semua yang telah terjadi belakangan ini.


" Mas aku lelah sekali, aku ingin tidur. Aku ingin sekali tidur dipelukanmu, beberapa hari ini aku selalu mimpi buruk karena jauh darimu" pinta Ana dan merebahkan kepalanya di dada Dion


" Tidurlah sayang, aku akan menjagamu" kata Dion sambil mencium pipi Ana lagi.


" Mas apa kita ke rumah kak Andra atau kita cari hotel di dekat sini??"


" Kita ke rumah Andra dulu, mas ngakk enak karena ikut membantu kita istrinya jadi ngambek"


" Itulah mas, jika Mas berani mengecewakan kak Ana maka akan ada ratusan laki-laki yang antri untuk mendapatkan cintanya"


" Diam kamu.." kata Dion dengan kesal.


Ana yang belum seratus persen tidur hanya tersenyum mendengar percakapan kedua kakak beradik itu.

__ADS_1


Terimakasih untuk like,komen, vote dan follow author ya..


Love u para readers.....


__ADS_2