
Ana dan Andra kembali ka rumah, Mora tersenyum bahagia melihat kadatangan Andra, ia merasa lega karena dapat memulai acara ulangtahun nya.
" Mas darimana aja sih,bikin panik aja" kata Lia sambil merungut.
" Ini kan ide kamu" Kata Andra
" He...he...maaf ya mas bikin spot jantung dikit" Kata Lia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ya udah mari kita mulai acaranya, nanti berantamnya dilanjutkan" Kata Ana.
Akhirnya acara pun dimulai, Andra tampak begitu bersemangat saat pemotongan kue, pandangan nya tak luput dari Ana. Begitu acara pemotongan kue selesai lalu dilanjutkan dengan acara santai, saat itu Andra memberanikan diri untuk melamar Ana untuk kedua kali nya.
" Maaf perhatian semuanya, maaf saya ada sedikit informasi penting" kata Andra dan seketika semua orang yang ada menoleh ke arah Andra.
Andra dengan berani menghampiri Ana, ia lalu berlutut dihadapan wanita tersebut.
" Will u marry me??" kata Andra sambil membungkuk dihadapan Ana. Ana yang terkejut tak tahu harus berkata apa.
Sebelum Ana menjawab permintaan Andra tiba tiba saja Dion dengan datang dengan wajah yang telihat marah, dengan cepat ia menarik tangan Ana. Semua orang yang ada disana terkejut dengan kehadiran Dion.
" Ayo kita pulang" kata Dion sambil menarik tangan Ana. Melihat hal tersebut Andra langsung marah
" Kamu ngakk berhak membawa Ana pergi" kata Andra dengan marahnya.
__ADS_1
" Apa??? aku ini suami sahnya Ana Clarisa Putri, aku berhak atas dirinya" Kata Dion dengan berapi api.
" Ana kita pulang sekarang, cepat kemasi barang barang kamu"
" Ana ngakk mau mas" kata Ana
" Kamu dengar dia ngakk mau jadi jangan paksa dia" kata Andra yang seolah siap menerkam Dion sementara yang lainnya hanya dapat menatap mereka dengan tatapan tidak mengerti.
" Tuan Andra, saya rasa anda orang pendidikan tidak baik wanita yang berstatus istri orang tinggal dengan laki laki lain"
" Tapi anda sudah menyakitinya, apa anda tidak sadar dengan yang kamu ucapkan"
" Itu masalah kami tuan Andra, anda jangan terlalu ikut campur"
" Ta... tapi"
" Kamu boleh dengan nya setelah melepas status kamu sebagia istri sah saya, namun sampai saat itu tiba kamu adalah tanggung jawab saya" kata Dion membuat Ana tidak bisa berkata apa-apa.
Akhirnya Anapun pergi dengan Dion, setelah mengemas semua barang barang nya Ana lalu pergi disaksikan oleh Andra. Andra tidak mampu mencegah kepergian Ana karena Dion adalah suami sah Ana sampai saat ini. Andra hanya dapat melihat kepergian Ana dengan tatapan sedih dan terpukul.
" Aku akan menunggu mu disini Ana"
Selama perjalanan Ana tampak begitu dingin, dia bahkan tidak berbicara dengan Dion.Dion yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa diam saja, sesekali dia mengarahkan pandangannya ke arah Ana.
__ADS_1
" Maafkan aku Ana, aku hanya ingin sekali lagi memperjuangkan keluarga kita. Aku tidak ingin semuanya berlalu begitu saja"
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka tiba di rumah kediaman Wiradmadja. Ana memandangi rumah itu, terbersit kerinduan didalam hatinya. Ana dan Dion pun segera memasuki rumah tersebut, melihat kedatangan Ana Shanty( ibunya Dion) langsung memeluk nya erat.
" Sayang akhirnya kamu kembali,mama sangat merindukan mu sayang" kata Shanty dengan penuh Keharuan
" Iya saya juga senang non Ana sudah kembali" kata Bu Ina sambil mengusap airmata nya.
" Oh ya tolong panggilkan papa dan Ray bilang kalau Ana sudah kembali" kata Shanty pada Bi Ina.
Bi Ina segera melakukan perintah Shanty, Aldi dan Ray juga tak kalah bahagia melihat kedatangan Ana.
" Nak akhirnya kamu kambali" kata Aldi yang begitu terharu.
" Iya kak, Ray bersyukur melihat kak Ana sudah kembali, jadi kak Dion ngakk kumat lagi" Kata Ray
" Kumat??" tanya Ana dengan tatapan bingung.
" Iya kak selama kak Ana pergi kak Dion seperti orang gila" kata Ray membuka kartu Dion.
" Jangan pergi lagi ya nak, kamu sudah seperti putri di rumah ini, tanpa kamu rumah ini hampa" kata Aldi sambil mengelus rambut Ana. Ana dapat merasakan kasih sayang dari sentuhan yang Aldi berikan seperti seorang ayah kepada putrinya.
Melihat perhatian seluruh keluarga Dion untuk Ana membuat Ana dilanda kebingungan.
__ADS_1