Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 196


__ADS_3

" Sayang" panggilan itu kembali terdengar lagi di telinga Ana dan kali ini ia bisa memastikan bahwa itu bukanlah suara Dion. Dengan perlahan lahan Ana kemudian membalikkan tubuhnya untuk melihat sosok yang telah memanggil nya dengan panggilan sayang.


Dugaan Ana ternyata benar, suara yang tidak asing ditelinga nya adalah seseorang yang sedang berdiri dihadapannya. Ana memberanikan diri untuk menatap sosok itu, ia tidak kaget lagi melihat sosok yang telah pernah mengisi hatinya kurang lebih lima tahun.


" Mas ANTHONI???" kata Ana dengan lidah yang sangat terasa berat dan sangat kelu. Ana tidak menyangka bisa bertemu dengan laki laki yang hampir tidak pernah terlintas dipikiran nya.


Anthoni mendekat ke arah Ana dengan segala coklat panas ditangannya. Kali ini Anthoni terlihat lebih sangar karena membiarkan bulu bulu halus tumbuh disekitar wajah nya.


" Hai...." kata Anthoni sambil tersenyum penuh arti dan Ana begitu merinding mendengar nya.


" Kamu masih mengenalku sayang"


Anthoni berjalan selangkah demi selangkah walaupun langkah itu terlihat lambat namun menunjukkan kepastiannya ke arah Ana. Melihat Anthoni semakin mendekat Ana pun mundur kebelakang selangkah demi selangkah.


" A....apa maksud dari semua ini" kata Ana dengan suara nada yang ketakutan, Ana sampai meremas tangan nya karena merasa hal yang buruk akan terjadi.


Melihat tingkah Ana yang meremas tangannya, Anthoni tau bahwa Ana sedang dalam ketakutan karena ia hafal betul dengan tingkah laku Ana.


" Kamu tidak perlu takut padaku, aku tidak akan menyakitimu, ini coklat panas yang kamu pesan". kata Anthoni sambil menyodorkan gelas yang berisi coklat panas.


Cukup lama Ana terdiam sambil menatap Anthoni dan dengan pelan akhirnya Ana maju dan menerima gelas tersebut.

__ADS_1


" Ayo silahkan duduk kata Anthoni mempersilahkan Ana duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka berdua.Ana tetap saja berdiri namun Anthoni langsung menarik tangannya dan membawanya ke tempat duduk.


" A...ku...ingin pulang" kata Ana dengan ketakutan, ia merasa tubuhnya mulai bergetar.


" Duduklah dengan manis kali ini aku tidak mendengar alasan" tegas Anthoni.


" Ya Tuhan kenapa aku tidak memastikan bahwa buket bunga itu dari Dion, aku sungguh bodoh sekali. Tuhan lindungilah aku dan anakku" rintih Ana dalam hati, ia memegang erat perutnya karena takut hal yang buruk akan terjadi bayi dirinya dan Dion


" Mengapa takut Ana,aku tidak akan menyakitimu" kata Anthoni santai, ia lalu mengambil rokok dari kantongnya dan mulai menghirupnya.


Ana langsung melongo melihat Anthoni mengikuti menikmati rokok tersebut, padahal selama 5 tahun mereka bersama Ana tidak pernah melihat Anthoni merokok.


" Kamu pasti bertanya tanya mengapa aku bisa sampai seperti ini??? " kata Anthoni yang masih saja menghirup rokoknya, Karena Ana tidak suka melihatnya, ia lalu mengambil rokok itu dari bibir Anthoni dan membuang nya.


" ha...ha....ha... ternyata kamu masih memperhatikan diriku"


" 4 Tahun sudah kisah kita berlalu, betapa mudahnya kamu melupakan semua yang kita lalui. Aku sudah banyak mengalami tragedi hidup hanya oleh karenamu"


' Aku minta maaf untuk hal itu, tapi takdir tidak memilih ku untuk bersama mu"


Anthoni memicingkan matanya kearah Ana, tatapan nya begitu tajam melihat ke arah gadis yang telah membuat hidup nya porak poranda.

__ADS_1


" Bagaimana kalau aku mengubah takdir itu agar kamu bisa selalu bersamaku"


" A...apa yang kamu katakan"


" Apa kamu tidak mendengarku, aku bisa membuat takdir berubah seperti kamu yang sudah membuat ku menjadi seperti sekarang ini"


" Dengar mas Anthoni, kamu tidak perlu lagi berurusan denganku, jika ibumu tahu kamu seperti ini aku yakin dia pasti akan seperti ini"


" Heh??? Ibu?? kamu tahu dia sudah tiada sejak 3 tahun lalu dan kamu tahu itu semua karena dirimu"


" Apa??? a...ku tidak percaya"


" Kamu tau Ana semenjak kejadian di mall itu, kamu tau aku di penjara dan hal itu membuat ibuku sangat bersedih. Dia jatuh sakit selama beberapa bulan dan kamu tau dia meninggal ketika aku masih di penjara. Kamu tau betapa menyakitkan hal itu dan lebih menyakitkan lagi kamu tidak pernah perduli padaku. Kamu telah melupakan dirimu dan segala penderitaan ku bahkan kamu tidak pernah selama di penjara tidak pernah sekalipun kamu melihat ku. Seperti nya kamu berbahagia di atas penderitaanku"


Ana terhenyak mendengar semua apa yang dikatakan Anthoni, ia tidak menyangka Anthoni harus menjalani hidup yang seperti itu hanya karena dirinya.


" Aku minta maaf untuk semua yang kamu alami tapi aku harap kamu bisa menjalani hidup yang lebih baik"


" Maaf saja tidaklah cukup sayang, kamu harus membayar semua yang telah terjadi padaku" kata Anthoni sambil tersenyum devil.


" Mak....maksud kamu apa???"

__ADS_1


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter*


__ADS_2