
Shanty pun begitu terpukul melihat keadaan yang menimpa anak sulungnya tersebut. Shanty dan yang lainnya pun segera duduk di luar ruang UGD tiba tiba saja mata Shanty tertuju pada gadis yang duduk tak jauh dari mereka.
" Karin!" kata Shanty yang begitu terkejut dengan keberadaan mantan Kekasih anaknya tersebut.
" Bagaimana dia ada disini, apa jangan jangan dia ada hubungannya dengan semua ini" pikir Shanty.
Shanty pun menghampiri Karin yang duduk tak jauh dari mereka.
" Ngapain kamu disini??" kata Shanty
" Ma, Karin khawatir sama mas Dion" kata Karin.
" Kamu jangan panggil saya mama dan Kamu ngakk usah perduliin anak saya dia sudah punya istri sekarang" kata Shanty dengan nada yang mulai emosi.
" Karin mau disini, Karin mau lihat keadaan mas Dion" kata Karin bersikukuh.
" Jadi kamu mau disini untuk apa?? Mau mengganggu rumah tangga anak saya"
" Bu.., bukan begitu ma Karin.." kata Karin tergagap dia tak tau harus berkata apa.
__ADS_1
" Pergi kamu jangan coba coba mengganggu pernikahan anak saya".
" Ma Karin ngakk mungkin jatuhin Dion mama tahu selama ini hubungan Karin dan Dion. Tidak mungkin saya melupakan Dion Begu saja ma".
" He..dasar pelakor kamu ngakk tau malu, kamu sendiri yang ngakk mau nikah sama anak saya sekarang kamu datang untuk menghancurkan kehidupan anak saya.
" Bukan begitu ma"kata Karin mencoba membela diri.
" Cukup Sekaran kamu pergi darisini," kata Shanty
Melihat Shanty yang begitu emosi langsung menghampiri istrinya
" Sudahlah ma jangan ribut disini lebih baik kita fokus pada Dion" kata Aldi menenangkan istrinya.
" Karin lebih baik kamu pergi sekarang kami sudah ada disini untuk menjaga Dion" kata Aldi.
Karin pun akhirnya pergi dengan langkah lesu, hatinya sungguh sakit melihat laki laki yang dicintainya tak berdaya.Dia tak pernah menyangka bahwa tindakannya berbuah dengan kepahitan.
Ana dan yang lainnya duduk dengan perasaan tegang, Shanty dari tadi hanya mondar mandir di luar ruang UGD, hatinya tak henti hentinya berdoa sedangkan Ana hanya bersandar di kursi dengan lemas, air matanya tak henti hentinya mengalir.
__ADS_1
Setelah 2 jam mendapat penanganan akhirnya dokter yang menangani Dion pun keluar. Dengan cepat Ana dan yang lainnya lansung menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana mereka anak saya dok?" kata Shanty.
" Begini Bu, keadaan anak ibu bisa dikatakan kritis karena luka di bagian kepalanya cukup parah jadi kami akan melakukan pemerikasaan lebih lanjut" kata Dokter menjelaskan.
" Kapan anak saya melewati masa kritis nya?" tanya Aldi.
" Doakan saja pak semoga anak bapak cepat sadar"
Ana yang mendengar perkataan dokter tiba tiba ambruk, dengan cepat Ray yang ada disampingnya segera menangkapnya.
Ana pun segera dibawa ke ruang rawat yang tak jauh dari kamar Dion.Dokter Tiapun segera memeriksa Ana dan memberikan cairan infus karena Ana sangat lemah.
Shanty hanya termangu manunggu anak dan menantunya sadar. Shanty merasa sangat terpukul dia tak tahu harus berkata apa.
" Pa apa yang harus kita lakukan?" kata Shanty yang terus terisak.
" Ma kita serahkan semua ditangan Tuhan" kata Aldi.
__ADS_1
" Benar ma kita harus percaya kakak dan kakak ipar tidak akan kenapa napa" kata Ray menenangkan mamanya yang kelihatan sangat bersedih.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.