
Jam menunjukkan diangka 14.00 siang, Dion dan Ana sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Bandara, setelah mengatur ulang jadwal penerbangan mereka, Ana dan Dion memutuskan untuk kembali ka Jakarta.
" Sayang apa semua barang barang sudah di packing??" tanya Dion
" Sudah mas, kita sudah bisa berangkat sekarang"kata Ana
" Kita akan pergi ketempat yang jauh lebih baik lagi lain waktu" kata Dion menghibur Ana, ia tahu Ana masih ingin berada Di Bali
" Selama itu dengan mas, itu adalah tempat terbaik" kata Ana dan Dion sungguh bangga mendengar kata kata Ana
" Kamu memang yang terbaik sayang" kata Dion, lalu ia mengecup bibir Ana sekilas
" Sekarang ayo kita berangkat,bisa bisa pesawat kita lepas landas jika kita teruskan" canda Dion
" Mas bisa saja" kata Ana malu malu.
Tiba tiba pintu kamar mereka diketuk oleh seseorang dari luar dan ternyata itu adalah Sely, Lia Miko dan Juga Andra
" Wah... kirain siapa!!" kata Dion
" Apa kalian sudah siap??" tanya Andra
" Sudah nih"
__ADS_1
" Ya udah kita berangkat ya!!" kata Andra
" Sekali lagi aku minta maaf ya" kata Miko
" Santai saja lagian ini bukanlah kesalahan mu" kata Dion sambil menepuk bahu Miko
Akhirnya ditemani oleh sahabat sahabat mereka Ana dan Dion menuju bandara Ngurah Rai..
Setelah sampai di Bandara Ana dan Dion segera masuk melakukan check in karena pesawat mereka akan segera berangkat. Saat sedang menuju ruang tunggu Ana ingin ke kamar kecil, ia lalu menitipkan Si kecil Bian pada Dion.
Saat hendak menuju kamar mandi, Ana sangat terburu-buru sehingga tanpa sengaja ia menabrak seorang laki laki yang sepertinya juga sangat buru buru.
" Awwww" kata Ana yang kesakitan karena tangan laki laki itu mengenai keningnya.
"Ma...mas Anthoni" kata Ana sambil terkejut, ia lalu mundur satu langkah sambil memegang keningnya yang sakit
" Kamu tidak apa apa" kata Anthoni yang hendak menyentuh kening Ana yang kesakitan namun saat tangan Anthoni hendak menyentuh kening Ana dia langsung menjauh.
" Aku minta maaf ya" kata Anthoni, ingin sekali rasanya ia memeluk wanita yang ada dihadapannya itu untuk meluapkan segala kerinduan yang terpendam dalam hatinya. Hati Anthoni begitu tersayat melihat Ana yang tampak tegang dan ketakutan melihat dirinya.
" Aku yang salah, maaf aku permisi dulu" kata Ana yang hendak pergi dari hadapan Anthoni, ia tidak ingin berlama-lama dengan teman masa lalunya itu.
" Tunggu" kata Anthoni mencegah Ana dan Anapun berhenti dengan posisi membelakangi Anthoni
__ADS_1
" Tidak ada yang perlu dibicarakan" kata Ana tanpa menoleh ke arah Anthoni
" Aku...aku hanya ingin minta maaf karena telah membuatmu terpisah dari Dion selama beberapa waktu, aku tau aku egois tapi cintaku padanya sudah membutakan diriku" kata Anthoni dan Ana langsung kaget mendengar seorang Anthoni yang arogan minta maaf padanya.
Ana kembali menoleh kearah Anthoni karena ia ingin melihat ekspresi Anthoni saat minta maaf pada diri nya. Begitu melihat Anthoni dada Ana begitu tersentak saat melihat tatapan Anthoni yang dulu saat mereka masih bersama.
" Maaf" kata Anthoni lagi, kali ini wajahnya tertunduk
" Sudahlah aku sudah tidak mengingatnya lagi" kata Ana
" Aku senang kau bahagia" kata Anthoni iapun menatap Ana dan kali ini ia tidak bisa membendung airmata nya, kali ini ia harus benar benar ikhlas untuk melepaskan Ana.
" Aku yakin kau juga akan bahagia, kau pasti akan menemukan seseorang yang akan mencintai dirimu apa adanya. Aku akan berdoa untuk kebahagiaan mu" kata Ana dengan tulus
" Jangan menangis" kata Ana sambil tersenyum dan Anthoni pun menghapus airmata nya sambil mengembangkan senyumannya
" Kau jelek sekali" kata Ana sambil tertawa
" Kau masih sama Ana karena itulah Dion tidak akan pernah melepaskan mu" Kata Anthoni, kali ini ia bahagia saat melihat Ana tersenyum dan tertawa dihadapan nya
" Ternyata kalian ada disini" kata Dion tiba tiba membuat Ana dan Anthoni kaget bukan main.
Ana tiba tiba saja ketakutan karena Dion telah melihat mereka sedang bersama.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.