
Dion membawa Ana ke kamar hotel yang yang sudah dihiasi sedemikian rupa, Dion sengaja melakukan hal tersebut karena ingin memberikan sedikit kejutan kepada wanita yang begitu dicintai.
Ana sedikit terkejut melihat dekorasi hotel yang begitu indah, cahaya cahaya lilin menerangi kamar tersebut menambah kesan romantis kamar tersebut.
" Mas apa kita ngakk salah kamar " kata Ana terheran heran melihat dekorasi kamar hotel itu.
" Gak sayang ini sengaja mas buatin untuk kita"
" Tapi kan mas kita bukan pengantin baru lagi"
" Sayang kita ini masih pengantin baru, buktinya kita belum pernah..." kata Dion dan dengan segera Ana mencubit pinggang Dion.
" Mas apaan sih" kata Ana dengan wajah yang mulai memerah.
" Ini malam pertama kita sayang" bisik Dion tepat di telinga Ana membuat wajah Ana seketika memanas.
Dion pun menuntun Ana ke atas ranjang yang dihiasi taburan bunga mawar putih.Dion kemudian melepas high heels yang digunakan Ana dan menaruh kedua kaki mulusnya tepat diatas paha Dion.
__ADS_1
Dion pun mulai memijit kaki Ana dengan perlahan tapi dengan cepat Ana menarik melipat kedua kakinya, dia merasa tidak nyaman dengan perlakuan Dion.
" Mas ngakk usah kaki Ana ngakk sakit lagi kok" kata Ana kaku, dari dari nada suaranya terlihat jelas bahwa dirinya sedang gugup.
" Kamu takut ya" kata Dion sambil menarik tangan Ana dan mencium nya.
" Eh....i..iya ..mas Ana sedikit takut" kata Ana dengan wajah menunduk.
Dion hanya tersenyum, dia pun mengangkat wajah Ana dengan lembut dan mencium bibirnya sekilas.
" Kamu ngakk usah takut sayang, mas ngakk akan melukai mu, mas akan melakukan pelan pelan " kata Dion memandang lekat Ana.
" Sakitnya cuma sebentar kok, abis itu jadi enak deh" kata Dion membuat Ana malu. Dion memandang mata Ana dia berusaha untuk meyakinkan Ana dengan tatapan nya.
Ana menatap mata indah Dion, Ana melihat ada cinta dan ketulusan yang memancarkan dari sana, tanpa sadar Ana mendekatkan wajahnya dan mulai mengelus pipi Dion, dia menusuri setiap bagian wajah tampan itu.
Dion tersenyum melihat tingkah Ana , Dion yang dari dulu manahan dirinya tak mampu lagi mengendalikan dirinya. Dion menarik tangan Ana yang bermain-main di wajahnya dengan lembut ia mencium kening, pipi dan akhirnya berlabuh di bibir indah itu. Dion sangat suka berlama lama mencium bibir indah itu.
__ADS_1
Jantung Ana berdegup kencang saat tangan Dion mulai menyusuri tubuh indah Ana.Dengan perlahan tangan Dion masuk kedalam gaun Ana dan mulai meraba bagian bagian sensitif Ana tanpa melepaskan ciumannya. Tubuh Ana bergetar hebat ketika tangan Dion meraba bagian dadanya, nafasnya mulai tersengal-sengal karena Dion mulai agresif menyerang nya.
Dion menghentikan ciumannya karena mereka hampir kehabisan nafas.Dion melihat wajah Ana yang mulai memerah, Ana hanya menundukkan wajahnya ketika Dion menatap nya.
Dion memeluk istrinya itu erat dan kembali melancarkan aksinya, Dion mulai mencium leher jenjang Ana, mengecupnya dengan lembut sedangkan tangannya mulai membuka gaun indah Ana. Begitu gaun itu terbuka Dion dimanjakan dengan pemandangan yang begitu indah, tubuh Ana begitu mulus dan seksi. Dion membuang gaun Ana begitu saja, dia tak mampu lagi menahan hasrat yang sudah menguasainya.
" Sayang kamu cantik luar dalam, mas ingin memiliki seutuhnya sayang " kata Dion yang tak berhenti menyerangi tubuh indah istrinya itu.
" Malam ini aku milikmu hubby" kata Ana membuat Dion semakin semangat melancarkan aksinya.
" Awwww" Ana mengerang sakit saat milik Dion menghantam keras bagian sensitifnya.Untuk sesat Dion menghentikan aksinya dia sungguh tidak tega melihat Ana kesakitan.Ana menggigit bibirnya menahan sakit karena keperawanan telah robek. Setelah merasa baikan Dion pun kembali menggerakkan pinggang nya dengan perlahan, Ana mendesah dia tidak lagi merasakan sakit melainkan rasa nikmat yang tidak terkatakan.
Ana semakin mendesah ketika ia merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari bagian sensitif nya, Dion benar benar membuatnya di ujung kenikmatan yang luar biasa. Mendengar desahan Ana, Dion.pun semakin semangat , dia semakin mempercepat gerakannya sementara bibirnya asyik bermain di ****** payudara Ana.
" Mas,,,Ana ingin.. ahhhhh." nafas Ana semakin berat,tubuhnya bergetar hebat, cairan hangat menyembur dari bagian sensitif nya. Dan tak berselang berapa lama Dion pun akhirnya mencapai klimaksnya.
Maaf kalau author kurang menjelaskannya😀😀😀😀
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.