
Pagi pagi buta Dion terbangun dari tidurnya, jam masih menunjukkan jam 04.00 dini hari, semalaman Dion tidak bisa tidur karena memikirkan keberadaan istrinya.
Dion kemudian mengambil posisi duduk dan mulai berdoa di dalam hatinya.
"Tuhan tolong jaga istri dan calon anakku, jangan sampai mereka terluka dan berikanlah hamba petunjuk untuk dapat menemukan nya"
Selesai berdoa Dion kembali mencoba untuk memejamkan matanya namun ia tak bisa, tiba tiba saja ia merasa sesak karena begitu merindukan Ana. Ia kemudian membenamkan wajahnya di bantal untuk menahan air mata yang hendak keluar dari pelupuk matanya.
" Oh Tuhan mengapa rasanya begitu sakit, begitu banyaknya derita yang dialami oleh Ana. Dari mulai kami menikah, saat aku Amnesia dan saat ini aku tidak tahu keberadaannya.
" Jaga...jaga dia Tuhan...Jaga dia untukku.Ijinkan kami bahagia..."
Dion terisak dengan wajah yang terbenam di bantal, ia tidak ingin Ray mendengar suaranya. Namun di luar dugaan Ray terbangun mendengar isakan dari kakaknya, ia terbangun dan betapa sedihnya ia melihat kakaknya yang sesegukan dengan posisi tengkurap dan wajahnya terbenam dalam bantal.
" Tuhan bantu kamu menemukan kakak ipar, aku begitu kasihan melihat kakakku seperti ini"
" Kak" kata Ray sambil memegang pundak Dion.
" Ray kenapa kamu bangun" kata Dion sambil menghapus air matanya.
" Kak, kita pasti akan menemukan kakak ipar... percayalah..." kata Ray seolah memberi kan kekuatan pada Dion
" Kakak sangat khawatir sekali Ray, bagaimana jika Ana sampai kenapa Napa. kakak tidak akan bisa memaafkan diri kakak jika hal itu sampai terjadi"
" Kakak jangan bicara begitu, kak Ana adalah orang yang kuat.. percayalah dia akan baik baik saja"
Dion mengela nafas panjang yang terasa sangat berat. Sungguh dia merasa sangat tidak berguna untuk saat ini, sudah lebih dari 24 jam Ana berada di tangan penculik itu.
___________________________________________
Setelah melewati malam yang terasa sangat panjang pukul 07.00 tepat akhirnya mereka bersiap siap untuk melakukan pencarian lagi.
" Kak, kita sarapan dulu ya"
__ADS_1
" Tidak usah Ray, lebih baik kita langsung mencari informasi"
" Tapi kak, kakak juga harus menjaga kesehatan jika sampai sakit maka kita tidak akan bisa melakukan apa apa"
Setelah dibujuk Oleh Ray akhirnya mereka menyempatkan untuk sarapan di restauran hotel tersebut dan pastinya mereka melakukan nya dengan buru buru.
" Aduh...kak Ray sebenarnya belum selesai tapi kakak sudah langsung mau main pergi aja"
" Ayolah Ray...kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau jika Ana sudah ditemukan dan kakak harap kamu bisa mengerti"
" Baiklah...kak kita akan langsung kerumah kak Andra kan??"
" Iya kita langsung kesana, siapa tau ******** itu mau mengakui kesalahannya.
Ray langsung terdiam dan menghentikan langkahnya menuju parkiran.
" Kak, aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi, jika kakak kesana hanya membuat keributan mending Ray ngakk usah ikut"
" Iya...dasar bawel"
Dan ternyata disana sudah ada Andra, Sely , Miko dan Lia serta Mora yang sedang mendiskusikan seseatu.
" Selamat pagi semua" kata Ray membuka pembicaraan
Melihat kedatangan mereka Andra langsung menatap tajam ke arah Dion.
" Ma, Sely kalian boleh tolong keluar sebentar, kami mau bicara hal yang penting" kata Andra
" Iya nih sekalian mama dan Sely mau berangkat ke dokter kandungan, Lia apa kamu mau ikut???"
" Ngakk ma, Lia nanti nyusul aja kalau sempat"
" Ada masalah apa ya, sepertinya serius sekali" batin Mora sambil beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
Setelah semua keadaan kondusif, akhirnya mereka duduk di ruang tamu dengan pandangan saling tatap menatap,suasana terlihat sangat kaku sekali, melihat keadaan seperti itu Ray segera membuka pembicaraan.
" Kedatangan kami kesini untuk meminta bantuan dari kalian semua untuk dapat segera menemukan kak Ana"
" Apa?? apa aku tidak salah dengar"kata Andra dengan nada mengejek
" Aku tahu kak Dion memang salah aku harap kalian dapat memaklumi keadaan nya, itu semua ia lakukan bukan tidak berdasar, itu terjadi karena adanya bukti yang mengarah pada kak Andra"
" Coba ceritakan kronologi kejadiannya" pinta Miko
Akhirnya Raypun menceritakan bagaimana kejadian hilangnya Ana, Andra, Lia dan Miko mendengarkannya dengan seksama sementara Dion hanya diam saja.
" Sialan bagaimana mungkin penculik iu berani mengkambing hitamkan Andra" kata Miko dengan emosi.
" Itulah sebabnya Kak Dion bertindak sampai seperti itu semalan, sebagai suami dia pasti sangat mengkhawatirkan istrinya.
" Apa jangan jangan mas Anthony yang melakukan semua ini??" kata Lia sambil menduga duga.
Dion dan yang lainnya terperanjat mendengar dugaan Lia, Dio. segera mengingat laki laki yabg bernama Anthoni.
" Siapa dia??" tanya Andra dan Miko hampir bersamaan
" Dia itu adalah mantan kekasih Ana sebelum ia menikah dengan Mas Dion. Dia begitu mencintai Ana dan beberapa waktu lalu kami pernah bertemu di sebuah cafe dan kelihatan ia sedang melakukan pertemuan disana"
" Apa mungkin Li, soalnya kejadian itu sudah berlalu 4 tahun yang lalu"
" Mungkin saja mas dan setau saya mas Anthoni sekarang sudah memiliki perusahaan"
" Benarkah??? tapi aku tidak yakin Li kalau dia pelaku nya, memang apa nama perusahaan yang ia pimpin"
" Kalau tidak salah itu adalah perusahaan Farma grup"
" Apa???" Mata Dion langsung membelak dengan sempurna begitu mendengar nama Farma grup..
__ADS_1
Jangan Lupa Like, vote , komen dan follow author ya... karena semua dukungan kalian semua sangat berarti para Author
See u to the next chapter....