
Mata Ana tertuju pada kursi kayu yang sering ia duduk i bersama Anthoni, ingatannya segera terbayang kenangan indah saat mereka bersama. Anthoni sering mengajaknya ke taman ini hanya untuk menikmati ice cream sambil mengobrol.
Matanya menangkap sosok Anthohi yang sedang duduk disana, ada perasaan bersalah menyusup di dadanya.
"Aku tak seharusnya menemui Anthoni, pasti mas Dion sangat murka bila tau aku bertemu laki laki lain apalagi mantan kekasih ku,Ah aku harus menyelesaikan semuanya dan aku tak akan bertemu lagi dengan Anthoni."
" Mas..." Anthoni menoleh dengan mata yang berbinar, hatinya begitu sangat senang melihat gadis yang dicintainya ini ada dihadapannya.
" Sayang duduk sini" Anthoni pun menyerahkan buket bunga yang disiapkan mulai dari pagi tadi.
" Ini untukmu sayang"
" Mas aku ngakk pantas menerima ini dan jangan panggil aku sayang Ana dengan wajah bersalah , dia pun duduk di kursi kayu tepat disamping Anthoni.
" Sayang kamu mau ngakk makan ice cream seperti kebiasaan kita dulu"
" Ana ngakk mau mas, Ana mohon jangan membuatku merasa sangat bersalah, mas Ana mohon jangan temui Ana lagi, Ana udah punya suami dan Ana harap ini pertemuan kita yang terakhir".
__ADS_1
" Mas ngakk bisa sayang, mas ngakk akan sanggup, mas bisa gila kalau pisah dari kamu" Anthoni berlutut di hadapan Ana
" Mas mulai sekarang Ana ngakk akan mau kenal mas lagi dan Ana ngakk akan pernah nemuin mas lagi" Kata Ana yang hendak pergi dan secepat mungkin Anthoni segera menarik tubuh Ana ke pelukannya, Ana berusaha berontak namun Anthoni menahannya dengan sangat kuat sehingga Ana tidak bisa bergerak.
" Mas lepaskan Ana mas, Ana mohon"
" Ga akan kamu harus mau menikah dengan mas dan menceraikan laki laki itu"
" Ana ngakk mau mas, ana sayang sama mas Dion" kata Ana yang berusaha bergerak mencoba melepaskan diri dari pelukan Anthoni namun Anthoni semakin brutal ia mulai mencium bibir dengan kasar.
"Tolong..." Ana mencoba berteriak dan menghindari ciuma Anthoni
" Berani beraninya kamu mencium istri orang sembarang, dasar laki laki keparat" laki laki itu terus saja memukuli Anthoni tanpa ampun.
Ana dengan kagetnya melihat laki laki yang memukul Anthoni adalah Dion suaminya sendiri. Dion terus saja memikul Anthoni tanpa ampun sedangkan Anthoni tidak melakukan perlawanan.
" Mas cukup..cukup.. kata Ana memohon pada Dion namun Dion tetap saja memukuli Anthoni.
__ADS_1
" Mas Ana bilang cukup" Ana berteriak sangat kencang membuat Dion menghentikan aksinya sedangkan Anthoni terkapar dengan mulut penuh darah serta wajah yang memar membiru.Ana mencoba mengangkat Anthoni yang berlumuran darah namun dengan cepat Dion menarik tangannya dan membawanya pergi.
" Mas kita ngakk boleh ninggalin Anthoni dengan keadaan seperti itu, kasihan mas" Ana mencoba menolong Anthoni.
" Baiklah kamu tolongin dia dan jangan pernah kembali padaku" ancam Dion membuat Ana seketika tidak berkutik.
Ana pun menurut dia tak berani untuk membantah perintah Dion. Ana heran mengapa Dion sampai tahu kalau dia ada di taman bersama Anthoni.
Satu jam sebelumnya
Di kantor Wiradmadja Grup
Baru saja Dion rapat dengan Tuan Hong yang berasal dari Tiongkok selesai rapat Dion memutuskan untuk makan siang dan entah kenapa Dion ingin sekali makan dengan Ana.
" Gio apa setelah ini aku punya pertemuan dengan klien bisnis"
" Tidak pak, besok pagi Anda ada jadwal ketemu dengan Mr Smith untuk tandatangan kontrak"Gio menjelaskan.
__ADS_1
" Baiklah Saya mau pulang dulu jika ada masalah urgent segera hubungi saja dan tolong panggil kan pak Jhoni untuk menyupiri saya, saya tunggu di parkiran". Dengan sigap Gio segera menghubungi Jhoni.