Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Masa lalu


__ADS_3

Alea lagi lagi harus menuruti permintaan Ana untuk melakukan fitting baju pernikahan tapi kali ini Alea harus mampir ke kantor Bian untuk memberitahukan sekaligus menjemput nya untuk melakukan pengukuran baju.


Awalnya Alea menolak dengan halus tapi ujungnya ia tidak bisa menolak wanita yang sudah sangat berjasa dalam kelangsungan hidupnya. Alea memarkirkan motor bebeknya dan masuk ke kantor Bian. Tanpa sengaja Mata Alea menyapu seluruh area parkiran dan ia melihat seseorang di dalam mobil.


Wajahnya itu tampak tidak asing, seseorang yang sedang berciuman dengan seorang wanita yang cukup modis. Jantung Alea berpacu dengan sangat cepat ketika melihat lelaki itu semakin liar dan tidak tahu batasan.


" Kenapa dia ada disini"kata Alea dalam hati, tiba tiba saja lelaki itu menghentikan aksinya dan menatap Alea hingga membuat Alea hampir tidak bisa bernafas.


Secepat kilat Alea langsung meninggalkan tempat itu tapi menoleh ke arah mobil itu. Wajah Alea begitu pucat, tangannya gemetaran bahkan untuk memencet lift saja ia harus mengerahkan seluruh tenaganya.


" Semoga saja dia tidak melihat ku ya Tuhan.. aku mohon jangan..." Runtuh Alea dalam hati


Tubuh Alea semakin gemetaran sampai ia tidak menyadari bahwa Bian sedang berdiri dihadapannya dan hendak masuk ke dalam lift.


" Alea" kata Bian sambil masuk ke dalam lift dan Alea tiba menjawab, malah Alea semakin tidak karuan, matanya nanar dan memancarkan aura ketakutan yang begitu kuat


" Alea kau sakit??" Tanya Bian namun Alea tidak menjawab nya


Bian semakin tidak mengerti melihat Alea tiba tiba duduk dengan tubuh gemetaran, Bian kemudian berjongkok untuk melihat kondisi Alea.


" Alea apa yang terjadi??" kata Bian tapi bukannya mendapat kan jawaban justru tubuh Alea langsung ambruk ke pelukan nya. Alea pingsan dengan wajah yang sangat pucat. Hal ini membuat Bian langsung panik dan melarikan Alea ke klinik terdekat.

__ADS_1


Setelah menjalani pemeriksaan Bian akhirnya bisa melihat kondisi Alea yang perlahan sudah mulai membaik bahkan Alea sudah mulai sadar walaupun dalam kondisi lemah.


" Ini sebenarnya kenapa dok??tanya Bian pada dokter yang menangani Alea


" Seperti nya ia mengalami traumatis hingga membuatnya pingsan"


" Trauma?? kenapa hal itu bisa terjadi??" tanya Bian


" Mungkin ia mengalami hal yang membuat mental jatuh dan mungkin ada kejadian yang mungkin terjadi hingga ia. mengingat hal itu" kata dokter


Bian hanya menghela nafas sambil menatap Alea yang hanya diam sambil menatap langit langit.


" Ada apa sebenarnya?? mengapa kau tiba-tiba begini??" kata Bian yang juga penasaran apa yang terjadi pada Alea


" Tidak penting aku akan baik baik saja" kata Alea lagi


"Kau boleh pergi Bian...aku tidak ingin menjadi beban" Pinta Alea namun Bian tidak menghiraukan permintaan Alea, ia memilih menjaga Alea sampai keadaan nya membaik.


" Jangan keras kepala Alea aku tidak ingin disini terlalu lama" kata Bian sambil terus memaksa Alea untuk makan. Atas inisiatif sendiri Bian membeli beberapa jenis makanan untuk menambah asupan untuk tubuh Alea. Bian tahu Alea pasti tidak begitu menyukai makanan rumah sakit karena ia sudah beberapa kali mengalami nya.


" Sudah cukup aku baik baik saja, aku bisa sendiri" kata Alea yang menolak disuapi oleh Bian

__ADS_1


" Keras kepala"dengus Bian tapi hatinya senang melihat Alea akhirnya mau memakan beberapa sendok lagi.


" Ada urusan apa kau datang ke kantor ku??" Tanya Bian


" Mama Ana menyuruhku agar kita melakukan pengukuran baju untuk pernikahan kita" kata Alea


" Wah...kau kelihatan bersemangat" ejek Bian


" tidak juga hanya saja aku tidak bisa menolak permintaan Mama, aku begitu menghormati wanita itu"


" Oh ya?? aku tidak percaya" kata Bian


"Terserah kau saja Bian, aku ingin kita melakukannya hari ini juga mungkin beberapa jam lagi aku akan bisa pulang"


" Tapi kondisi mu masih lemah lagipula aku bisa memakai jas yang lama, aku memiliki cukup banyak"


" Jangan mengecewakan Mama Ana Bian" kata Alea


" Kenapa?? Aku sangat heran mengapa kau begitu mencintai ibuku" kata Bian tidak mengerti


" Kau begitu beruntung karena memiliki keluarga yang utuh, itu adalah berkat yang tidak ternilai tidak seperti..." Alea tidak bisa melanjutkan kata-katanya, ia memilih diam Walaupun Bian masih bertanya tentang masa lalu dan orang tuanya

__ADS_1


__ADS_2