Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 289


__ADS_3

Sebenarnya hari ini Dion ingin sekali libur untuk merayakan kembalinya Ana ke rumah. Namun Dion sepertinya tidak bisa menuruti keinginan nya karena Tuan Smith telah datang untuk melakukan perpanjangan kontrak dengan perusahaan Wiradmaja Grup.


Secepat mungkin Dion ingin segera menyelesaikan meeting dan ingin segera kembali ke rumah. Namun, lagi lagi Dion harus kecewa karena Tuan Smith ingin sekali merayakan perpanjangan kontrak kerjasama Antara mereka berdua.


Akhirnya setelah hampir jam sepuluh malam, Dion kembali ke rumah. Ia merasa sedikit bersalah karena tidak bisa menepati janjinya pada dirinya sendiri untuk pulang lebih cepat.


" Semoga Ana belum tidur dan dia tidak marah" kata Dion


Dion yang sudah memasukkan mobilnya ke bagasi langsung masuk kedalam rumah. Begitu Dion masuk, ia melirik kondisi rumah yang sudah sepi, sepertinya semua orang yang ada di rumah tersebut sudah tidur.


Dion kemudian masuk kedalam kamarnya, begitu membuka gagang pintu ia melihat pemandangan yang begitu dia rindukan selama 2 bulan belakangan ini.


Ana sedang tertidur dengan Bian, Ana dan Bian tampak tertidur dengan posisi saling berpelukan.


"Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa melihat ini lagi"


Dion melangkah perlahan dan mendekati kedua permata yang begitu dicintainya tersebut. Mata Dion tak berkedip melihat pemandangan itu, apalagi saat melihat Ana yang menggunakan lingerie tembus pandang yang membuat hasrat Dion seketika bangkit.


Dion memandang kaki mulus dan jenjang Ana, Dion menelan salivanya karena pemandangan yang indah itu.


Dion kemudian membuka sepatunya dan ia mulai merangkak seperti bayi. Dion naik ke tempat tidur dan mendekati Ana.


Dion memeluk Ana dari samping sambil mencium telinga Ana.


Untuk beberapa saat Ana tidak bergeming namun saat tangan Dion menyentuh bagian dadanya, perlahan Ana mulai membuka matanya karena merasa kan sentuhan lembut di seluruh tubuh nya.


Ana memiringkan badannya dan melihat pelaku yang berani menyentuh tubuhnya dan seperti dugaannya Dion lah yang sedang melakukan nya.

__ADS_1


" Kamu nakal sekali ya mas" kata Ana sambil menatap Dion


" Sayang..." kata Dion sambil tersenyum, ia kemudian memeluk Ana dengan begitu erat.


" Aku begitu merindukan mu" Bisik Dion tepat di telinga Ana.


" Bohong..aku hanya merindukan hal ini kan??" kata Ana


" Sumpah sayang...aku begitu merindukan mu tapi merindukan hal ini juga" kata Dion sambil tertawa


" Syuttttt nanti Bian bangun" kata Ana sambil melihat ke dalam Bian yang tertidur pulas.


" Baiklah' kata Dion, ia kemudian memindahkan Bian kedalam sebuah box yang berada di samping ranjang mereka.


" Kamu benar benar nakal ya" kata Ana sambil menjewer telinga Dion dengan pelan


Dion benar benar tidak bisa lagi mengontrol dirinya, ciumannya semakin memburu hingga membuat Ana benar benar tersengal-sengal.


" Mas..." kata Ana sambil melepaskan ciumannya


" Maaf sayang, aku terlalu merindukan mu" kata Dion lagi, iapun kembali menyambar bibir Mereka pun


"Ahhhhhh" Ana mengerang hebat saat Din bermaib main di kedua gunung kembarnya. Ana yang sudah lama tidak merasakan sentuhan Dion tidak bisa mengontrol desahan nya karena ia merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Dionpun melucuti semua pakaian yang dikenakan Ana, lingerie yang dipakai oleh Ana seolah mempermudah pekerjaan Dion malam ini.


Kini tubuh mulus Ana terpampang nyata di mata Dion dan tanpa menunggu aba aba, Dion segera memasukkan senjatanya ke gua milik Ana.

__ADS_1


Kamar itu dipenuhi oleh suara desahan kedua insan yang sudah merindu selama dua bulan. Cinta mereka menyatu dalam alunan hasrat yang begitu indah hingga keduanya terhempas di sebuah puncak kenikmatan yang sama sama mereka rasakan.


Dion terhempas saat dirinya sudah melepaskan seluruh hasrat dan cintanya, ia kemudian memeluk Ana dan mencium keningnya beberapa kali.


" Terima kasih sayang" kata Dion


Tiba tiba saja Ana menangis di pelukan Dion dan hal itu membuat Dion kaget.


" Sayang apa aku melukai mu?? apa tadi itu terlalu keras??" kata Dion sambil menatap ke wajah Ana


" Tidak...aku hanya bahagia karena bisa merasakan. hal ini dengan mu lagi"


" Sayang" kata Dion dengan terharu


" Terima kasih atas semua perjuangan mu, kau telah bersabar untuk menunggu dan melakukan segala yang terbaik untukku"


" Itu sudah menjadi tugasku sayang, aku tidak hanya mencintai mu saat sedang sehat saja tapi aku akan mencintaimu saat kau sedang sakit atau apapun kondisimu aku kan tetap selalu mencintaimu"


Ana semakin menangis mendengar kata kata Dion, kata kata itu terdengar indah dan bisa membuat Ana tenang.


" Mas aku punya permintaan" kata Ana


" Katakan sayang"


" Hmmmm ...aku ingin ke makam putri kita"


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.

__ADS_1


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u


__ADS_2