
Ana yang sedang tertidur lelap terbangun karena mendengar suara Dion yang lumayan cukup keras. Samar samar Ana melihat Dion sedang berbicara sambil memegang ponsel. Ana kemudian bangun dan melihat Bian yang masih tertidur lelap.
Ana melihat Dion lagi dan ia baru menyadari bahwa ponsel yang digunakan Dion adalah ponsel miliknya.
" Mas" kata Ana yang sudah mengambil posisi duduk dan Dion menoleh kearahnya dengan raut wajah yang kelihatan marah
" Ada apa??" tanya Ana dan Dion pun mendekat dan duduk disebelah Ana
" Ada apa??" ulang Ana lagi
Dion menarik nafas untuk mencoba meredam kemarahan yang sudah menguasai dirinya, iapun menoleh kearah Ana.
" Kenapa kamu tidak jujur??" tanya Dion membuat jantung Ana seketika berdebar dengan sangat kencang
"Maksud mas??" tanya Ana dengan was was,
" Ini" kata Dion sambil menunjukkan ponsel nya pada Ana
" Tadi bibi Lita telfon dan ia minta uang sebesar 20 juta"
Seketika Ana diam, ia tidak menyangka Dion akan mengetahui masalah ini.
" A...ku minta maaf ya mas, aku hanya tidak ingin kamu semakin membenci bibi karena mereka adalah satu satunya keluar yang aku punya" kata Ana dengan nada sedih.
Dion menarik nafas dengan dalam seharusnya ia tidak perlu marah kepada Ana karena ia baru saja melahirkan dan lagipula ini bukanlah salahnya.
" Bukannya mas marah sayang,kamu tau tanpa sepengetahuan kami mas selalu mengirim uang bulanan kepada mereka"
" Apa??? kata Ana dengan kagetnya, ia tidak menyangka Dion selalu memperhatikan keluarga tanpa sepengetahuan nya.
" Kenapa mas melakukan itu, bukanlah mas membenci bibi dan Fika"
" Sayang... bagaimana juga dia adalah keluarga mu yang adalah keluargaku juga, jika aku memperhatikan mereka maka sama saja dengan aku memperhatikan kamu"
__ADS_1
Seketika dada Ana merasa penuh, dipenuhi oleh kebahagiaan dan keharuan yang bercampur aduk menjadi satu.
" Terimakasih ya... sayang" kata Ana sambil memeluk Dion dan tentunya Dion juga membalas pelukan sang istri
" Bolehkah aku mencium mu??" tanya Dian
" Pertanyaan macam apa itu?? sejak kapan kau minta ijin untuk menciumiku??' kata Ana dengan setengah tertawa
Tanpa aba aba Dion mencium Ana dengan lembut, namun lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi sesuatu yang menuntut lebih dan supaya tidak berlanjut terlalu dalam Dion melepaskan ciumannya yang begitu memburu
" Udah dulu ya sayang, nanti mas ngakk bisa nahan" kata Dion sambil menghapus bekas ciumannya dibibir Ana
" Ih...mas maunya lebih"
" Namanya juga cinta .." kata Dion membela dirinya
" Cinta...atau nafsu.."goda Ana
" Nafsu yang didasari oleh cinta dong sayang" kata Dion sambil mencubit pipi Ana dengan lembut
" Hah?? sebulan?? yang benar saja??"
" Iya...kata dokter mas nifasnya satu bulan jadi ngakk boleh wik wik dulu" kata Ana sambil tertawa
" Nasib... nasib..." kata Dion
" Punya anak itu harus berjuang toh mas, jangan mau enaknya aja" kata Ana
" Iya deh..." kata Dion dengan nada yang pasrah.
" Ambilin Bian dong ma" kata Dion
Ana pun mengambil Bian yang masih tidur pulas, wajah begitu tenang dan damai, Ana pun www Bian kepangkuan Dion
__ADS_1
" Pintar nya anak papa" kata Dion sambil mencium pipi mulus sang anak
" Iya nih Bian anteng banget ya pa, tidak pernah rewel"
Saat bercengkrama dengan Bian tiba tiba saja ponsel Ana bergetar, Dion segera mengambil ponsel Ana siapa tau Lita yang menghubungi Ana lagi. Namun melihat nama Lia yang tertera dilayar ponsel Ana, Dion memberikan ponsel itu pada Ana.
" Halo.." kata Ana
" Selamat ya Ana.. akhirnya kamu jadi ibu juga" kata Lia dengan nada bahagia
" Loh...kamu tau darimana aku sudah lahiran"
" Itu loh...dari instastori mas Dion...aduh anak kamu ganteng sekali, gemas sekali aku lihatnya"
"Sebentar lagi kamu juga akan merasakan nya, Oh...ya bukankah pernikahan kamu yg tinggal menghitung hari??"
" Aku mengundurnya " kata Lia
" Loh kenapa??"
Lia pun menjelaskan alasannya mengundurkan pernikahan dengan Miko dan Anapun bisa memaklumi alasan dari Lia
" Maka dari itu kamu harus datang ya, pernikahan nya akan digelar satu bulan lagi setidaknya kamu dan Sely sudah pulih dan aku sangat mengharapkan kedatangan kalian.
" Baiklah Lia kamu tidak usah khawatir, oh ya bagaimana dengan keadaan Sely??"
" Dia sudah baik baik saja dan bayinya juga sudah mulai membaik mungkin besok mereka akan keluar dari rumah sakit"
" Syukurlah..sampaikan salam ku pada mereka ya..."
" Sip....selagi selamat ya..."
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel author yang 2 yang berjudul prince for an ice princess ya...udah up sampai episode 19