Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Rencana pertunangan


__ADS_3

Bian terbangun ketika mendengar suara ponsel nya yang bergetar, ia baru tersadar bahwa ia menghabiskan malam di Apartemen Sean. Keadaan Sean yang mabuk membuat Bian tidak bisa meninggalkan nya dan tanpa ia sadari Bian tertidur di samping Sean.


Bian kemudian mengambil ponselnya yang berada di atas meja yang berada di samping ranjang Sean. Seketika Bian terkejut melihat puluhan panggilan dari Ayah dan ibunya, ia juga membaca beberapa pesan yang menanyakan tentang keberadaan dirinya.


Bian segera bergegas untuk kembali ke rumah, ia sangat yakin kalau kedua orang tuanya khawatir dengan keadaan nya. Tanpa pamit pada Sean yang masih tertidur pulas Bian segera meninggalkan Apartemen itu.


Benar saja begitu sampai di rumah Bian sudah ditunggu oleh Ana dengan tatapan khawatir, melihat kedatangan Bian wajah Ana seketika lega.


" Kamu darimana saja Bian???" tanya Ana


" A....ku...."


" Pasti dari rumah perempuan itu kan??" kata Ana sambil mendekat dan pada saat itulah Ana mencium sedikit aroma alkohol yang menempel di baju Putranya.


" Kamu minum??" tanya Ana


" Bu....bukan itu...."


" Wanita itu benar benar membawa pengaruh yang buruk Bian, lihatlah bahkan kau sudah berani minum sekarang" bentak Ana yang sudah mulai kehabisan kesabaran melihat putranya.


" Sudahlah ma....aku tidak ingin berdebat" kata Bian yang memilih pergi ke kamar namun Ana tetap mengikutinya


" Besok kamu akan bertunangan dengan Alea.." kata Ana

__ADS_1


' Bertunangan?? Mengapa tidak menikah saja??"


" Pernikahan mu ditunda hingga bulan depan karena Diona tidak bisa mengambil masa cutinya karena sekarang ia sedang dalam tahap penyusunan skripsi"


Diona adalah adik perempuan Bian yang sekarang tinggal di London untuk mengambil gelar master of bisnis. Diona sangat dekat dengan Bian walaupun demikian ia juga kurang setuju hubungannya dengan Sean.


" Diona tidak perlu datang di pernikahan ku ma, bukankah ini hanya demi sebuah status"


" Cukup Bian pernikahan ini harus dilakukan dan dihadiri keluarga inti, jika kau ingin menyembunyikan nya dari khalayak ramai maka itu adalah urusan mu"


Bian hanya diam dan memilih tidak menjawab ibunya, ia kemudian mandi untuk berangkat ke kantor tanpa sarapan.


Malam itu Ana benar benar menjalankan apa yang ia katakan, di sebuah hotel mewah Ana mengundang Bian untuk melaksanakan pertunangan dengan Alea.


Ana tidak bisa berkata apa-apa lagi ia hanya menatap Bian dengan tatapan marah.


" Bisakah kau bersikap lebih sopan Bian, lihatlah tunangan mu ini sudah mempersiapkan dirinya dengan baik" kata Ana


Malam itu Alea berpenampilan cukup elegan, dengan menggunakan gaun merah maroon yang cukup menantang Alea juga menggerai rambut nya yang ternyata cukup indah.


Bian agak terkejut juga melihat nya rupanya Alea bisa kelihatan sangat jauh berbeda dari penampilan nya selama dua kali pertemuan mereka.


" Mama tau aku tidak serius" kata Bian yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari Alea.

__ADS_1


" Sudahlah ma.... pokoknya pertunangan akan terlaksana malam ini" Akhirnya acara tikar cincin itupun berlangsung, untuk pertama kalinya Alea dan Bian saling bersentuhan itupun untuk memakaikan cincin di jari manis mereka


Bian bisa merasakan tangan Alea yang cukup dingin, ia juga bisa melihat ekspresi Alea yang biasa saja bahkan terkesan dingin.


" Mengapa dia menerima perjodohan ini??"


Malam itu berlangsung cukup damai walaupun di awal Bian dan Ana sempat bertengkar tapi situasi kemudian hening ketika hanya ada Bian dan Alea duduk dengan berhadapan.


" Kenapa kau menuruti apa yang dikatakan oleh ibuku, kau berhak menolaknya. Kau dan aku tahu kalau kita tidak akan berhasil" kata Bian


" Sudah kukatakan aku tidak bisa menolak ketika mama Ana memberikan ku kesempatan kedua" kata Alea dengan santai


" Bahkan kau sudah memanggil mama"


" Ya...aku harus membiasakan diri" jawab Alea lagi


" Tenang saja semuanya sesuai dengan kehendak mu"


" Bagaimana kalau aku jatuh cinta padamu??" tanya Bian, seketika Alea langsung menatap Bian Karena pertanyaan yang baru saja Bian lontar kan


" Aku tidak akan mempersulit mu tuan Wiradmadja ,aku akan bertahan jika hal itu diperlukan"


" Kau seperti boneka saja " ejek Bian

__ADS_1


" Aku sudah terbiasa bahkan di bawah tekanan"


__ADS_2