Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 253


__ADS_3

Matahari sudah menunjukkan sinarnya Namaun dua sejoli yang baru saja menikah itu masih berselimut dengan tubuh bulat mereka.


Setelah semalam melakukan hal hal yang menyenangkan, sehingga Lia masih meringkuk dipelukan Miko. Malam itu menjadi sangat panjang untuk Miko dan Lia karena mereka sampai berkali kali melakukan sampai Lia kehabisan tenaga dan sampai sepagi ini Lia belum juga membuka matanya.


Sementara Ana, Dion , Sely dan Andra sedang sarapan di restauran hotel tempat menginap menginap.


" Mana Miko dan Lia Apa sampai sekarang mereka belum bangun juga" Keluh Andra sambil memasukkan potongan sandwich ke mulutnya


" Efek malam pertama nih" kata Andra lagi yang tidak berhenti ngerojos


" Kamu ini apa apa sih mas!!" kaya Sely yang kesal karena keusilan suaminya


" Sepertinya Sifat usilnya Lia menukar ke kamu atau memang itu sifat keturunan" kata Sely membuat Andra diam seketika sementara Dioan dan Ana hanya tersenyum melihat Andra dimarahi istrinya sendiri


" Ngomong ngomong mama kemana mas??" tanya Sely


" Itu mereka sedang mengobrol di cafe sebelah bareng sama papa dan mamanya Miko ingin mendekatkan keluar katanya"


" O..." kata Sely


" Eh... kemarin Miko mengundang Anthoni ke acara pernikahan mereka" kata Andra ditengah mereka sedang sarapan dan seketika Dion langsung menghentikan sarapannya


" Kamu tau darimana???" kata Dion dengan raut wajah yang sudah berbeda


" Kamu ini merusak suasana saja" kata Sely sambil melolot ke arah Andra


" Bukan begitu Miko sendiri yang cerita, ia ingin melihat seberapa besar sikap toleransi dan kejantanan seorang Anthoni dan ternyata dia itu tidaklah lebih dari seorang pecundang" kata Andra

__ADS_1


" Tidak baik berkata seperti itu" kata Sely mengingat kan suaminya


" Syukurlah dia tidak datang, jika ia hadir mungkin kami akan saling adu kekuatan" kata Dion


" Oh...kak Ana kamu benar benar the best" puji Sely, Ana bukannya senang dengan pujian itu malah ia hanya diam saja


" Mas ku permisi ke kamar dulu ya sepertinya Bian ingin minum Asi" kata Ana sambil berdiri untuk segera pergi kekamarnya


" Aku juga ikut, maaf kalian harus lanjutkan sarapannya tanpa kami" kata Dion yang juga ikut berdiri dan menyusul istrinya


Setelah mereka pergi Sely kembali menatap Andra dengan tajam dan Andra tau kali i i Sely akan memarahi nya untuk kesekian kalinya.


" Jangan lagi sayang" bujuk Andra ia bahkan memasang wajah memelas dengan tangan menyembah agar Sely tidak memarahi nya


" Lebih baik kita kekamar saja, rasanya disana aku akan puas untuk mengomel" kata Sely yang juga beranjak pergi sedangkan Andra hanya menggaruk kepalanya melihat kepergian Sely.


 


" Ada apa sayang??" tanya Dion melihat gelagat Ana tidak seperti biasanya, bahkan sarapan pagi ini Ana tidak berkata sepatah katapun kecuali saat Ana permisi untuk kembali ke kamar mereka.


" Tidak Seperti nya Bian haus dan aku ingin menyusuinya dengan lebih leluasa" Kata Ana sambil memberikan Asi pada Bian


" Benarkah?? tapi aku rasa ada yang kau sembunyikan?" kata Dion dengan yakin dan Ana menarik nafasnya dengan dalam


" Sebenarnya aku melihat Anthoni kemarin" kata Ana dan seperti dugaan Ana raut wajah suaminya langsung berubah


" Apa?? apa kamu tidak salah lihat??" Tanya Dion memperjelas pertanyaannya

__ADS_1


" Tidak...aku melihat nya sewaktu dipernikahan kemarin, ia memandang dari kejauhan"


" Lalu??"


" Dia pergi begitu saja" kata Ana


" Aku yakin dia kesini hanya untuk melihat mu"


" Mas jangan berkata seperti itu, aku yakin dia datang karena undangan dari Miko"


" Buktinya dia tidak datang dan memberikan selamat untuk Miko dan Lia, itu artinya dia datang hanya untuk melihat mu. Aku sangat yakin" kata Dion dan Anapun hanya diam saja, ia tidak bisa membantah perkataan Dion karena semua yang dikatakan suami nya adalah benar.


Sebenarnya ada pelayan yang menitipkan surat untuk Ana dan didalam surat itu Anthoni mengajak nya untuk bertemu namun Ana tidak menanggapi nya dan untungnya Dion tidak mengetahui nya.


Pada saat itu Ana langsung merobek surat pemberian Anthoni dan membuangnya ketempat sampah agar Dion tidak sampai tau, sejak kejadian itu Ana terus menempel pada Dion sampai acara pernikahan Miko dan Lia selesai.


" Aku sangat takut kehilanganmu dan Bian" kata Dion sambil memeluk dan mencium Ana dan Bian bergantian


" Kita pulang saja ya" pinta Dion


" Iya..aku juga merasa jika kita pulang itu akan lebih baik, tapi sebelum pulang sebaiknya kita menemui Miko dan Lia" saran Ana


" Baiklah, bagaimana jika kita mengajak mereka makan siang ini??"


" Terserah mas saja"


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.

__ADS_1


__ADS_2