
Selesai mandi dan mengadakan pertempuran, Ana merasa tubuhnya sangat lelah dan sekarang ia mulai merasakan kelaparan
Selesai mandi ia mendekati Dion yang sedang menyisir rambutnya, ia memeluk laki laki yang dicintainya dari belakang dan menghirup aroma tubuh Dion.
" Apa kau mau lagi sayang??" goda Dion dan seketika Ana langsung mencubit pinggang Dion dan yang dicubit pun langsung membalikkan badannya agar mereka saling berhadapan.
" Aku begitu merindukan mu" kata Ana lagi sambil memeluk Dion dari depan.
" Aku bahagia mas akhirnya kita masih bisa bersama lagi" kata Ana dipelukan Dion
" Entah bagaimana jadinya jika aku benar benar menjadi istri mas Anthoni"
Ana menutup matanya dan ingin sekali lagi menghapus semua kenangan buruk yang terjadi padanya.
" Bagaimana dia memaksamu untuk menikah padahal kau masih berstatus istriku??" kata Dion tidak habis pikir.
"Aku juga tidak tahu mas, setiap aku menolak permintaan nya dia selalu mengancam akan mengambil bayi kita" kata Ana dengan wajah yang masih ketakutan, ia mengingat bagaimana Anthoni serius untukmenggugurkan kandungan nya..
Dion langsung memeluk Ana dan memeluknya begitu erat hingga ia ingin mengambil semua kenangan dan memori Ana tentang penculikan itu.
" Aku minta maaf ya sayang karena aku, kau harus melewati masa masa sulit itu" kata Dion
" Ini bukan hanya kesalahanmu tapi aku yang tidak hati hati karena menerima ajakan yang tertulis di buket bunga itu. Aku begitu bahagia karena selama di Bali aku benar benar sangat merindukan mu" kata Ana
" Dan asal kamu tau Anthoni memesan tempat atas nama Andra dan aku langsung datang kesini agar Andra segera melepaskan mu dan aku sempat ingin menghajar Andra karena Anthoni Sialan itu" kata Dion dengan geram
" Ya Tuhan ternyata mas Anthoni sudah mempersiapkan nya dengan sangat baik" kata Ana
" Dia akan dihukum atas perbuatannya itu"
" Tapi mas..ini semua karena kesalahan mas di masa lalu, mendengar kisah hidup Anthoni di masa lalu aku tidak heran mengapa ia bisa melakukan itu"
__ADS_1
"Tapi dia harus balas dendam padaku bukan pada wanita lemah seperti mu, sampai kapanpun aku tidak terima"
" Mas jangan begitu, biarkan dia memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki hidupnya" kata Ana.
" Dia begitu terpukul karena saat dipenjara dia kehilangan ibunya dan setelah bebaspun dia tidak diterima di perusahaan karena isu tentang dirinya"
Dion akhirnya terdiam mendengar perkataan istrinya, ia tahu ia telah melakukan kesalahan fatal dimasa lalu, tapi itu ia lakukan semata mata karena ia takut kehilangan Ana.
" Aku hanya punya satu permintaan mas" pinta Ana.
"Lepaskan Anthoni"
" Kurasa aku tidak akan sanggup melakukan nya apalagi setelah kejadian ini" kata Dion bersikeras
" Lakukanlah demi diriku, anggap saja ini penebusan dosa kita di masa lalu, tidak baik membalas apa yang telah terjadi lagipula dia punya alasan kuat untuk melakukan itu.
" Oh....aku tidak bisa mengatakan apa apa jika kau yang memintanya" kata Dion lagi, ia lalu mengecup kening Ana dengan lembut
" Aku hanya melakukan apa yang seharusnya" kata Ana
" Apa boleh aku menemui Anthoni sekali lagi" pinta Ana lagi dan Dion kelihatan sangat tidak suka dengan permintaan Ana yang satu ini.
" Untuk apa??"kata Dion
"Hanya sekedar mengobrol saja, aku yakin tidak akan menyakiti atau mengambil diriku darimu. Aku hanya ingin dia tau bahwa dia masih memiliki kesempatan untuk mengubah hidupnya lebih baik lagi"
" Aku tidak setuju" kata Dion
" Mas ayolah aku hanya ingin tidak ada lagi dendam diantara kalian" kata Ana
" Apa kau yakin dia tidak akan melakukan hal hal yang lain padamu"
__ADS_1
" Aku yakin, aku tau sebenarnya mas Anthoni itu adalah pribadi yang baik, ia melakukan semua itu karena ia begitu terpukul kerena kehilangan ibunya dan hal ini terjadi karena ulahmu"
" Ya sudah tapi jika kau bertemu dengan dia kau harus bersamaku dan mulai sekarang kau harus dibawah pengawasan ku sepenuhnya.
" Siap boss" kata Ana sambil memberikan hormat pada Dion dan pada saat bersamaan perut Ana berbunyi.
" Sayang apa kau lapar??" tanya Dion
" He...he...iya mas selama beberapa hari di tangan Anthoni aku tidak pernah merasakan lapar tapi saat bersamamu aku tiba tiba lapar" kata Ana sambil mencubit pipi Dion
" Kau mau makan apa?? apa lebih baik kita keluar cari makanan" kata Dion
" Ini sudah terlalu malam, bagaimana jika aku ke dapur dan melihat apa yang bisa dimasak" kata Ana memberikan usul
" Apa itu tidak apa apa, inikan bukan rumah kita"
" Aku yakin tidak apa apa, atau lebih baik aku hubungi Lia agar bisa menemaniku memasak"
Anapun menghubungi Lia dan ia bersedia untuk menemani Ana memasak malam itu.
" Kamu tunggu disini ya mas, Ana mau masak dulu nanti kalau sudah selesai Ana kasih tau"
" Lia jadi ikut??"
" Iya mana mungkin dia menolak, dia itu ratunya makan" kata Ana sambil tersenyum.
Akhirnya Anapun menuju dapur keluar Andra, namun saat Ana sudah di dapur Lia belum juga menunjukkan batang hidungnya. Saat Ana membuka kulkas untuk melihat bahan makanan tiba tiba saja Sely juga datang menghampiri Ana dan ia datang bersama dengan Andra.
Seketika suasana di dapur menjadi kikuk dan tegang, mereka saling pandang satu sama lain.
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...
__ADS_1