
Sore ini terasa indah bagi Ana Clarisa Putri karena besok pagi Dion Wiradmadja akan segera pulang. Ana berjalan dari kamar mandi sambil bernyanyi kecil menandakan suasana hatinya yang sangat bahagia untuk saat ini.
Ana mengelus perutnya sambil tersenyum manis memandang cermin yang memantulkan aura wajahnya yang begitu cantik.
" Sayang besok papa akan pulang"kata Ana sambil mengelus perutnya dan mental cermin
" Mama bahagia sekali sayang, kamu juga pasti akan bahagia, semoga pagi segera datang dan kita akan segera bertemu dengan papa"
" Ya Tuhan sebegitu rindunya aku dengan mas Dion, ternyata kehamilan ini membuat ku tidak ingin berada jauh darinya padahal sebelumnya aku tidak pernah sampai begini"
Ana kembali menyisir rambut yang masih agak basah, namun tiba tiba saja terdengar ketukan dari pintu kamarnya dan Anapun segera membukakan pintu kamarnya.
Ana begitu terkejut melihat Bi Ina datang dengan membawa seikat buket bunga mawar merah dan putih segar ke kamarnya.
" Wah ....ini dari siapa Bi??" tanya Ana sambil menerima bunga tersebut dan mencium wanginya.
" Ngakk tau non, ini ada kartu pengirimnya" kata Bi Ina sambil menunjukkan kartu warna pink yang tertempel pada buket bunga tersebut.
" Terima kasih ya, sekarang Bibi bisa pergi"
Ana melangkah menuju ranjang king size sambil membawa bunga tersebut, lalu iapun membuka kartu yang ada didalam Bunga indah itu
" Aku begitu merindukan mu sayang, datanglah ke restauran xx jam 5 sore ini, aku menunggu kehadiran mu disana.Aku ingin kamu datang sendiri kesana karena aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu saja"
Hati hati bergelojak gembira, ia sudah bisa memastikan bahwa buket bunga tersebut dari Dion yang sengaja pulang lebih cepat untuk memberikan sedikit kejutan kecil.
" Ya ampun mas, sampai segitunya kamu mengatur kejutan padaku. Aku benar benar bahagia mas"
Ana menoleh ke arah jam antik yang tergantung di dinding kamar nya dan jam sudah menunjukkan di angka 04. 20 sore.Ana pun segera bersiap siap untuk bertemu dengan Dion, dia membuka lemari dan memilih baju yang pas untuk nya.
Setelah hampir 10 menit memilih akhirnya pilihan Ana jatuh pada gaun putih selutut dengan sedikit corak bunga. Ana pun mulai memoles wajahnya sangat sedikit sentuhan make up natural agar tidak terlalu pucat serta memoleskan lip gloss ke bibirnya agar terlihat segar.
Ana tersenyum melihat pantulan dirinya di depan cermin,ia teringat jika ia sedang berdandan Dion selalu memujinya dan akan terus sisamping nya hingga mereka akan melakukan ritual yang membuat mereka berdua lelah namun indah.
__ADS_1
" Ah...aku merindukan saat saat itu" kata Ana tersenyum
" Oh Tuhan apa yang terjadi dengan denganku, aku seperti anak ABG yang sedang dimabuk cinta"
Ana segera turun dari kamarnya menuju lantai bawah, ia sengaja memesan taksi online agar tidak merepotkan Jhoni yang sedang ada di kantor Wiradmadja saat ini.
Melihat menantu nya sudah rapi dan cantik membuat Shanty bertanya tanya, tidak seperti biasanya Ana keluar di jam sore begini.
" Sayang kamu mau kemana??"
" Mau ketemu mas Dion ma" Kata Ana dengan semangat, raut wajahnya tidak bisa disembunyikan bahwa ia sedang sangat bahagia.
" Loh bukannya Dion pulang nya besok ya sayang???"
" Iya ma tadinya mas Dion pulang besok pagi tapi barusan tadi mas Dion kirimin Ana bunga dan ia mengatakan ia ingin bertemu dengan ku sore ini di luar".
" O....jadi Dion sengaja pulang lebih cepat ya?? mama denah sekali di memperlakukan dengan baik dan ektra perhatian sayang"
" Seperti nya begitu ma"kata Ana tersenyum senyum dan Shanty juga bahagia melihat Ana yang begitu bersemangat.
" Ngakk usah ma, Ana sudah pesan taksi online" kata Ana
" Kenapa taksi nak?? Bukankah Jhoni yang lebih baik mengantarkan mu???"kata Shanty yang kurang setuju Ana menggunakan taksi online
" Ngakk apa apa kok ma, Ana naik taksi aja"
Raut wajah Shanty langsung berubah, sejujurnya dia tidak setuju Ana pergi dengan taksi online apalagi saat ini ia sedang mengandung cucunya.
" Ma, Ana berangkat ya, taksinya sudah menunggu " kata Ana
" Ya sudah, kamu hati hati ya sayang, bilang sama supir taksinya agar tidak ngebut ngebut bawanya."
" Siap ma," kata Ana sambil mencium tangan ibu mertua yang berhati malaikat itu.
__ADS_1
__________________________________________
Hampir 45 menit Ana didalam taksi online,Ana mulai ragu dengan tempat yang dipilih oleh suaminya karena menurutnya itu terlalu jauh.Ana mencoba menepis rasa curiganya dan mencoba berpikir positif namun hatinya berkata lain,
" Mengapa Mas Dion memilih tempat sejauh ini padahal mas Dion tau aku sangat mudah kelelahan. Ah mungkin saja tempat ini bagus dan mas Dion juga menginginkan suasana yang berbeda"
Begitu sampai ditempat yang dimaksudkan, Ana langsung disambut oleh seorang waiters yang sedang menunggu nya diluar. Waiters itu terlihat tersenyum menyambut kedatangan Ana dan ia menyerahkan sebuah mawar merah ditangannya, dan Ana menerima nya dengan wajah tersenyum.
" Selamat sore nyonya Ana" kata Waiters itu dengan begitu ramah.
" Silahkan nyonya,kita ketempat yang sudah dipesan untuk nyonya"
Waiters itupun mengantarkan Ana ke sebuah tempat yang cukup indah. Sebuah meja makan dengan tema outdoor ternyata sudah dipersiapkan sebelum Ana datang.Tempat itu bersebelahan dengan danau yang terlihat indah dan begitu tenang, Ana terpukau melihat tempat yang indah itu.
" Silahkan nyonya menunggu disini, saya akan panggilkan orang yang telah memesan tempat ini. Sementara Ibu menunggu apakah nona ingin minum sesuatu??"
" Saya ingin segelas hot coklat "
" Baiklah saya akan segera bawakan"
Akhirnya waiters itupun meninggalkan Ana yang masih takjub dengan keindahan yang disuguhkan alam padanya.
" Ya ampun mas, kamu merencanakan nya dengan begitu sempurna, aku jadi semakin mencintaimu mas"
Ana memandang ke arah danau lepas, ia menghirup udara segar dari danau tersebut.
" Ah... rasanya sejuk dan begitu menyegarkan mas Dion benar benar pandai memilih tempat untuk menghabiskan waktu berdua"
Akhirnya orang yang ditunggu Anapun tiba, seseorang yang memanggilnya dengan sebutan sayang sudah ada di belakangnya.
" Sayang..." kata seseorang dari belakang Aba
Ana terlonjak kaget mendengar suara yang begitu dirindukan nya tampak berbeda namun suara ini juga tidak asing ditelinga.
__ADS_1
*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter*