Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 97


__ADS_3

Ana dan Lia sudah sampai di rumah Tantenya Lia yaitu Mora. Mora salah wanita paruh baya yang memiliki satu orang putra. Begitu sampai disana mereka langsung disambut oleh Mora.


" Hai Tante" kata Lia sambil memeluk Lia dengan erat.


" Hai sayang, Tante sangat rindu padamu"


" Kenalin ini Ana sahabat aku Tante, dia jago membuat kue loh Tante!!


" Wah selain cantik ternyata pintar masak juga, saya Mora Tantenya Lia" kata Mora sambil mengulurkan tangannya.


" Terimakasih Tante, saya Ana sahabat Ana"


" Oh ya Tante sedang ada urusan jadi kalian ke toko kue nanti sore aja, sebaiknya kalian istirahat dulu"


" Makasih Tante, ngomong ngomong mas Andra mana??"


" Dia masih sibuk di kantor"


" O.."


" Baiklah Tante pergi dulu ya, kalau butuh apa apa kalian minta tolong aja sama Bu Tuti aja"


" Makasih Tante" kata Lia


" Ya udah Tante pergi dulu kamar kalian ada di atas di samping kamar Andra"


" Sip Tante" kata Lia sambil mengacungkan jempolnya


" Yuk Ana kita ke kamar"


" Kita tinggal disini Li"


" Iya emang nya kenapa??"


" Hmmm, bukannya apa apa aku segan aja"


" Udah ngakk usah dipikirkan Tante Mora orangnya baik kok, jadi kamu ngakk usah sungkan"


Ana dan Lia pun ke kamar yang sudah disediakan Mora untuk Lia dan Ana.


________________________________


Sore itu setelah istirahat Ana langsung mandi dan turun kebawah sementara Lia masih tertidur lelap. Ana melihat Tuti yang sedang memasak, Ana langsung berinisiatif untuk membantunya.


" Bi masak Apa??"


" Eh non ini masak semur ayam, ini masakan kesukaan mas Andra"

__ADS_1


" OOO boleh kan Ana bantu??"


" Ngakk usah non,"


" Ayolah Bi biar Ana yang masak"


" Non yakin??"


" Bi, Ana udah biasa masak kok".


" Ya udah terserah non aja"


Akhirnya Anapun memasak Ayam semur kesukaan Andra, Bu Tuti sampai keheranan dengan kecekatan Ana. Setelah membuat ayam semur dan masakan lainnya, Ana pun membuat wedang Jahe.


" Wah ternyata non sangat hebat masaknya" Kata Tuti sambil mengacungkan jempolnya.


Ana dan Tutipu. segera menghidangkan masakannya diatas meja makan. Ketika mereka sedang asyik menata makanan tiba tiba saja Mora datang bersama seorang laki-laki sangat tampan.


" Hmmmm baunya wangi, kalian masak apa??"


" Eh...ini nyonya Non Ana yang masak ini semua"


" Wah kamu luar biasa Ana" kata Mora dengan sangat senang.


" Oh ya kenalin ini anak saya Andra' kata Mora memperkenalkan Andra yang daritadi bersikap cuek.


" Apa sih ma!"


" Kamu ini, ini loh ada nak Ana karyawan baru mama di toko dia ini temannya Lia"


" Oh " kata Andra sambul sedikit menyunggingkan senyum nya sedikit pada Ana.


" Kenalkan saya Ana mas" kata Ana sambil mengulurkan tangannya.


" Andra"


" Oh ya Andra ke kamar dulu y, mau mandi dulu"


" Baiklah tapi cepat biar kita makan sama sama"


" Baik ma"


Andra akhirnya pergi ke kamar nya dan segera membersihkan dirinya. Selesai mandi Andra pub segera keluar dari kamarnya. Saat keluar dari kamarnya tiba tiba Lia menubruknya dari belakang.


" Aduh" kata Lia sambil memegang jidatnya.


" Lia??"

__ADS_1


" Mas Andra!!, kalau jalan liat liat dong "


" Kamu ini kamu ngakk nabrak kok jalahin mas" kata Andra sambil mencubit kedua pipi Lia dengan gemas.


" Ih mas kebiasaan deh cubit cubit pipi Lia" kata Lia sambil memanyunkan bibirnya.


" Kamu ini ngakk berubah ya" kata Anda


" Mas juga ngakk berubah"


Andra hanya tersenyum melihat sepupunya ini, dia jadi teringat masa kecil mereka yang cukup menyenangkan.


" Ayo kita makan" kata Andra sambil merangkul bahu Lia.


Begitu melihat makanan di atas meja perut Lia langsung menuntut untuk diisi, merekapun segera duduk dan mulai mengambil makanan yang tersaji di atas meja.


" Wah makanan nya enak betul beda dari yang biasa" kata Mora sambil memuji.


" Pasti Ana yang masak"


" Kok kamu tau??" tanya Mora


" Kalau Lia sudah sering makan masakan Ana yang luar biasa"


" Wah kamu ini memang berbakat ya nak Ana! puji Mora


" Terimakasih kasih ya Tante" kata Ana sedikit malu.


Andra yang penasaran dengan masakan Ana langsung mencobanya, begitu masakan Ana menyentuh lidahnya matanya langsung membelak.


" Wah ternyata betul ini enak sekali, rasanya sama dengan masakan hotel bintang lima.


" Gimana mas, masakan temen aku enakkan??"kata Lia menggoda Andra


" Lumayan lah" kata Andra dengan gaya yang sok cool padahal dia sangat menikmati masakan Ana.


Selesai makan mereka pun berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar mengobrol. Bu Tuti pun menyajikan wedang jahe yang dibuat oleh Ana.


" Wah tumben bibi nyiapin wedang biasanya ngakk pernah" kata Mora dengan keheranan.


" Ini buatan non Ana nyonya"


" Wah Tante tambah kagum sama kamu Na"


" Kalau Ana Tante sudah biasa, dia wanita yang luar biasa.


Andra menatap Ana sekilas, dalam hati ia juga merasa kagum dengan wanita cantik berwajah dingin tersebut.

__ADS_1


__ADS_2