
Setelah melakukan semacam acara syukuran sekalian melakukan pemotretan keluarga dengan anggota baru benar benar membuat Ana merasa kelelahan.
Ana masuk ke kamarnya setelah acara selesai, ia turut serta membawa Bian kekamar. begitu dikamar Ana dikejutkan kembali dengan kamar mereka yang sudah berubah 180 derajat.
Dekorasi kamar yang sudah diubah dengan tema anak berwarna biru membuat kamar itu terasa sangat fresh.
" Bagaimana sayang" kata Dion meminta pendapat Ana
" Bagus pa," kata Ana
" Sepertinya penggilan papa lebih cocok untukku saat ini" kata Dion dengan bangga.
" Iya kan sekarang kita sudah punya dedek Bian" kata Ana sambil mencium pipi sang anak.
" Ya udah sekarang letakkan Bian di box nya, ku sudah pasti kelelahan" kata Dion sambil mengambil alih Bian meletakkannya di box besar yang memang sengaja dipersiapkan oleh Ana dan Dion sebelumnya.
" Akhirnya...."kata Ana sambil merebahkan dirinya diranjang besar.
" Kamu istirahat ya..." kata Dion sambil memeluk Ana
" Hmmmm" kata Ana
" Oh..ya mas apa paman dan bibi Lita sudah pulang??" kata Ana
" Sepertinya sudah, memangnya kenapa??" tanya Dion sedikit curiga
" Bukan, aku hanya memastikan saja" kata Ana
" Ya udah kamu dan Bian istirahat, mas...eh maksudnya papa mau ke bawah sebentar" kata Dion
__ADS_1
" Ok pa" kata Ana sambil mengacungkan jempolnya.
Selepas Dion pergi, Ana mulai berpikir bagaimana caranya ia bisa memberikan uang 20 juta kepada Lita.
" Apa aku kasih tau mas Dion ya?? tapi dia pasti akan marah ...ya sudah aku pakai tabunganku saja..besok pagi saja aku transfer" kata Ana
Kerena merasa kelelahan Ana ingin sekali memejamkan matanya, sebelum ia istirahat ia mengambil Bian dari boxnya dan meletakkan nya di sampingnya.Akhirnya mereka berdua sama sama terlelap.
Begitu sampai dirumah, Lita berulang kali menghubungi Ana, dia begitu tidak sabaran agar Ana segera mengirim kan uang yang ia minta.
Melihat mamanya mulai gelisah dengan ponselnya membuat Fika penasaran
" Ada apa sih ma, daritadi mama kok gelisah gitu??" tanya Fika
" Memangnya mama minta berapa??"
" Cuma 20 juta" kata Lita sambil terus mengotak Atik ponselnya
" Pasti Ana ngakk akan memberikannya ma, lagian mama kok berani minta ke Ana bukannya Dion udah memberikan kita uang setiap bulan??" kata Fika
" Udah kamu diam saja, ini urusan mama lagian ini untuk kamu juga selama ini kamu ini pengangguran. Percuma mama kuliahin kamu kalau jadinya begini"
" Loh kok mama jadi marah sama Fika sih,coba dulu Fika yang nikah sama Dion pasti hidup kita sudah senang" kata Fika sambil berlalu pergi
" Makanya kamu cari suami yang kaya jangan kaya pacar kamu itu kerjanya cuman urak urakan" kata Lita setengah berteriak
Dion yang sudah selesai dengan urusan nya dilantai bawah kembali naik keatas. Begitu membuka kamar ia melihat Ana dan Bian sedang tertidur lelap.
__ADS_1
" Bahagianya melihat mereka baik baik saja, Terima kasih Tuhan atas hadiah yang indah ini" kata Dion dalam hati.
Tiba tiba saja Dion melihat ponsel Ana bergetar, Dion lalu mengambil dan melihat siapa yang sedang menghubungi istrinya.
" Bibi Lita," kata Dion ketika melihat nama yang tertera dilayar ponsel Ana dan Dion memutuskan untuk mengangkat nya
Belum lagi Dion mengatakan apa apa, Lita langsung berbicara dengan suara lantangnya
" Ana... sekarang kamu transfer uang yang bibi minta tadi, sekarang bibi butuh uang" kata Lita namun tidak ada jawaban membuat Lita semakin geram
" Ana apa kau mendengar ku?? jangan lupa kau dibesarkan oleh bibimu ini, anggap saja ini sebagai balas budi dan ingat jangan sampai Dion tau"
Darah Dion mendidih mendengar kata kata Lita yang ia rasa cukup kasar.
" Ana..." kata Lita
" Apa 10 juta kurang untuk kalian??" kata Dion dengan nada kesal dan Lita terkejut bukan main ia tidak menyangka bahwa ia sedang berbicara dengan Dion
"Na..nak Dion" kata Lita dengan gagap
" Berani beraninya anda memeras istri ku setelah semua kebaikan yang telah kuberikan pada kalian. Ana dan aku begitu menghormati kalian sebagai orang tua untuk Ana walaupun berkali kali kalian menyakiti Ana tapi kami tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian"
" Ma...maafkan bibi Dion, bibi hanya .."
" Cukup aku tidak ingin mendengar kata kata dari mulut anda dan mulai hari ini aku akan mencabut semuanya yang telah kuberikan pada kalian" kata Dion sambil mematikan ponselnya
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.
Jangan lupa mampir ke novel author yang 2 yang berjudul prince for an ice princess ya...udah up sampai episode 17
__ADS_1