
Membuka mata......
Hal itulah yang ingin dilakukan Ana pertama kali,Ana berusaha membuka matanya karena ia merasa ia sangat sulit melakukannya.
" Ya Tuhan apakah yang telah terjadi, mengapa aku merasa mataku sangat sulit untuk terbuka dan kepalaku sangat berat sekali"
Dalam mata yang masih tertutup Ana mencoba mengingat apa yang saja yang telah terjadi pada dirinya.
Mata Ana membelak terbuka mengingat pertemuan dengan mantan pacar nya.
Ya, kata kata itu
" Kamu harus membayar semua apa yang telah kau lakukan, aku akan mengubah takdir dan kita akan terus bersama"
Ana melangkah menjauh dari Anthoni yang lebih dengan tatapan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.Tatapan itu adalah tatapan obsesi dan amarah yang seperti nya sudah tersimpan sangat lama.
Ana melangkah mundur dan ia ingin berlari dan meninggalkan tempat itu, sayang nya Anthoni Lang menangkapnya dan membekapnya dengan sesuatu yang membuat nya kehilanganmu kesadaran nya.
Ana kembali menutup matanya berharap semua yang terjadi hanya mimpi, ia kembali menutup matanya, ia berharap berada di kamarnya.
Beberapa detik kemudian Ana membuka matanya dengan perlahan dan hal pertama yang ia lihat adalah langit langit kamar bernuansa biru muda. Lagi lagi seperti mendapatkan spot jantung, Ana langsung menyadari bahwa ia tidak sedang berada di kamar nya.
Ana mencoba bangkit dan mulai mengamati sekelilingnya,sorot mata Ana mulai menunjukkan ketakutan mendapati dirinya sedang Ana disebuah kamar yang bisa dikatakan cukup mewah dengan desain klasik.
" A.. .ku dimana???" kata Ana dengan suara serak bahkan untuk mengeluarkan suara ia merasa memerlukan tenaga yang cukup banyak.
" Ya Tuhan aku dimana???" Ana mulai terisak dan meringkuk di atas ranjang.
Ana lalu bangkit ke arah pintu kayu dang ada didepan ranjangnya, ia mulai mengetuk pintu dengan keras
" Buka....buka...." kata Ana sambil berusaha membuka pintu.
__ADS_1
" Tolong.... tolong buka pintunya" kata Ana dengan suara keras dan kali ini airmata sudah membanjiri wajahnya.
" Tolong...... tolong..... aku ingin pulang" kata Ana sambil meringkuk di dibawah pintu, ia seolah kehabisan tenaga hanya untuk sekedar berteriak
Tiba tiba saja pintu itu terbuka dan seorang wanita yang masih terbilang muda datang menghampiri Ana. Ana langsung berdiri dan hendak keluar namun dengan cepat wanita muda itu langsung menarik tangan Ana dan langsung mengunci pintunya.
" Maaf Nona, anda tidak boleh keluar!"
" Apa hak mu untuk menahan ku disini, aku akan keluar dari sini dan cepat berikan kuncinya"
" Percuma saja Nona anda tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Ini daerah sangat terpencil dan berada di tengah hutan"
" Kalian pasti akan menyesal telah melakukan hal ini padaku, dan lebih baik kamu segera mengeluarkan aku dari sini sebelum kamu juga akan mendapat masalah"
" Maaf Nona, tapi aku hanya menjalankan perintah tuan muda, jika memang nona punya permintaan silahkan anda langsung berhadapan dengan tuan muda"
" Dimana dia, aku akan segera berbicara dengannya"
" Maaf Nona, tapi tuan muda akan kembali nanti malam dan saya akan mengurus Nina selam tuan muda pergi"
" Baiklah saya permisi dulu nona, saya akan segera menyiapkan makanan untuk nona"
" Aku tidak ingin makan, aku ingin keluar dari tempat ini" teriak Ana dengan wajah marah.
" Aku tidak punya kuasa untuk melakukan hal itu nona,,dan lagi pula sia sia saja nona marah marah kepada saya lebih baik anda menyimpan tenaga anda untuk menyenangkan hati tuan muda dan kalau anda berhasil melakukan nya bisa saja dia akan membebaskan Anda"
" Kamu belum mengenal saya dan saya bisa pastikan kamu akan menyesal telah bekerja dengan tuanku itu"
Wanita itu tidak memperdulikan ucapan Ana, ia lalu keluar dan mengunci kamar itu lagi.
Ana tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia lalu melempar senyum barang barang yang ada didalam kamar tersebut mulai vas bunga, bantal bahkan selimut semua diporakporandakan olehnya.
__ADS_1
Ana kemudian mengingat ponselnya, ia kembali mencarinya disekitarnya kamar berharap ia bisa menemukan benda yang sangat bisa menolongnya. kemudian ia tersadar Anthoni tidak mungkin memberikan ponsel padanya pasti ia sudah mengambil atau bahkan sudah memusnahkan nya.
" Apa yang harus kulakukan sekarang, aku terjebak disini dan mungkin mas Dion dan seluruh keluarga sudah mulai panik dan mencariku"
Ana kembali lagi menangis, ia begitu sangat merindukan suaminya.
" Seandainya saja dulu aku tidak memberhentikan para pengawal yang menjagaku aku tidak akan ada dalam situasi yang seperti ini. Maaf kan aku mas, aku yang salah..mas segera temukan aku, aku sangat takut berada jauh darimu"
Tangisan Ana kembali sangat memilukan seperti ia telah kehilangan seseorang yang begitu dicintainya, ia menangis sampai ia sesegukan dan kelelahan.
Saat Ana menangis wanita yang berpenampilan seperti suster itu kembali masuk dan membawa Ana semangkuk sup hangat dan segelas susu hangat dan beberapa buah.
" Silahkan dimakan Nona" kata Wanita itu
Ana berpura pura untuk tidur dan wanita itu mandekat bermaksud untuk membangun Ana. Begitu wanita itu mendekat Ana langsung menjatuhkan nya dan ia berlari ke luar dari kamarnya.
Happpp...
Tubuh Ana langsung ditangani oleh pengawal yang ternyata berjaga diluar kamar Ana. Ana meronta u tuk dilepas kan namun kekuatan Ana tidaklah sebanding dengan para pengawal yang jumlahnya diatas 5 orang.
Para pengawal itu membawa Ana kembali masuk ke kamarnya.
" Terima kasih pak" kata wanita
" Iya mbak Lisa, kami akan melakukan tugas yang diperintahkan tuan muda dengan baik"
" Bagus, biar nona nakal ini aku yang urus" kata Wanita muda yang bernama Lisa itu.
Lisa hanya tersenyum melihat Ana yang duduk diranjang dengan tatapan sinis.Ia mulai merapikan semua barang yang diporakporandakan Ana.
" Sudah kubilang nona anda tidak akan berhasil keluar dari tempat ini"
__ADS_1
*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter*