
" Sayang bangunlah"
Sayup sayup Ana mendengar suara yang begitu dirindukannya. Ia seolah berada dalam alam mimpi yang begitu indah sehingga suara dari Dion terdengar begitu merdu di telinganya.
" Bangunlah sayang" kata Dion sambil memeluk dan mencium pipi Ana beberapa kali.
" Tuhan jangan bangunkan aku dari mimpi ini, aku akan terus seperti ini" kata Ana dengan mata yang masih tertutup
Perlahan kelopak mata Ana mulai terbuka dan samar samar ia melihat wajah yang begitu dirindukannya.
Senyum Ana tersungging melihat Dion yang sedang memangku dirinya.
" Jangan...jangan bangunkan aku dari mimpi ini"rintih Ana
" Ini bukan mimpi sayang, ini aku, sekarang kamu aman bersamaku"
Perlahan kesadaran Ana mulai pulih, ia memandang sekelilingnya dan ia mendapati dirinya dalam sebuah mobil bersama dengan Lia, Andra.
" A...ku ada dimana??" tanya Ana dengan suara serak
" Kamu sudah bersama dengan kami jadi tenanglah" kata Andra yang juga sangat terharu melihat pertemuan Ana dan Dion.
" Bagaimana aku bisa disini"
Flash back...
Lia dan Andra yang masih memperhatikan keberadaan Anthoni, namun mereka dikagetkan dengan pemandangan lain yaitu Ana datang menghampirinya dengan gaun pengantin yang begitu indah.
" Mas itu Ana" kata Lia sambil menunjuk ke arah Ana yang sedang menghampiri Anthoni
" halo...halo.." Kata Dion yang masih tersambung dengan ponsel Andra.
" Ya.... halo sebaiknya kamu kesini segera karena Ana dan Anthoni ada disini, tampaknya dugaanmu benar mereka akan segera melangsungkan pernikahan"
" Tidak.. segera hentikan mereka, segera kerahkan pengawal dan pihak kepolisian agar menangkap Anthoni dan pastikan Ana dalam keadaan baik baik saja" kata Dion
__ADS_1
" Baiklah" kata Andra
Andra segera keluar dari mobil dan mengerahkan seluruh pasukan pengawal dan pihak kepolisian.
Belum lagi mereka bergerak tiba tiba Lia melihat Ana pingsan dipangkuan Anthoni, Lia segera berteriak untuk segera menyelamatkan Ana karena dia yakin Ana pasti dalam keadaan tertekan.
Anthoni, pengawal dan lainnya tampak begitu kaget melihat sejumlah pengawal dan pihak kepolisian segera menggerebek Anthoni dan menyelamatkan Ana dan menaruhnya didalam mobil Andra. Anthoni sempat melawan namun ia berhasil dilumpuhkan oleh pihak kepolisian.
" Apa apaan ini??" kata Anthoni dengan marah karena polisi memborgol tangannya
" Kalian pasti menyesal telah melakukan ini padaku, lepaskan aku...aku akan menikah kalian tidak ada hak untuk melarang ku" kata Anthoni sambil memandang kearah semua orang yang ada disana.
" Mas keterlaluan tega teganya kau menculik Ana" kata Lia dengan nada marah
" Kalian!! kalian telah menggagalkan pernikahan ku, aku pastikan kalian akan menyesal" ancam Anthoni
" Bawa saja pak" perintah Andra pada pihak kepolisian.
Begitu keadaan sudah kondusif, Anthoni sudah dibawa oleh pihak kepolisian,Lia dan Andra segera menghampiri Ana yang masih pingsan didalam mobil.
" Apa yang harus kita lakukan agar dia sadar,apa sebaiknya kita bawa dia pulang saja agar segera mendapatkan penanganan dari dokter"
" Lebih baik kita tunggu Dion saja seperti nya dia akan segera sampai"
Tiba tiba saja ponsel Andra kembali berbunyi
" Halo bagaimana???" tanya Dion
" Sebaiknya kalian cepat karena Ana dalam keadaan tidak sadarkan diri"
" Ya Tuhan" kata Dion
" Tolong jaga dia sebentar lagi kami akan sampai dan pastikan dia baik baik saja. Bagaimana dengan Anthoni si brengsek itu??"
" Dia sudah dibekuk oleh pihak kepolisian"
__ADS_1
" Dasar sialan aku tidak akan memaafkan untuk hal ini" kata Dion dengan nada berapi api.
Setelah menempuh jarak yang jauh akhirnya Dion, Miko dan Ray akhirnya sampai di lokasi kejadian. Melihat mobil Andra yang terparkir di depan Dion segera berlari menghampiri mereka dan ternyata Lia, Andra dan An berada di dalam mobil dengan kondisi Ana yang masih tidak sadarkan diri.
Dion begitu hancur melihat Ana dengan gaun pengantin dengan wajah yang pucat pasi, ia merasa menjadi suami yang gagal melindungi istrinya.
" Sayang " teriak Dion sambil menggendong tubuh Ana yang terletak di kursi belakang mobil Andra. Dion tidak bisa menahan air matanya melihat istrinya dengan kondisi lemah
" Sayang" kata Dion sambil terus memeluk dan mencium pipi Ana.
Lia, Andra, Miko dan juga Ray tampak terharu melihat Dion yang telah bertemu dengan istrinya.
" Syukurlah" kata Lia sambil menyeka airmata nya
" Syukurlah" kata Miko juga sambil meletakkan tangannya di bahu Lia.
" Apaan sih??" kata Lia sambil menggeser posisi nya agar tangan Miko tidak melingkar di bahunya
" Aku hanya bahagia akhirnya Ana bisa ditemukan dan aku bisa paham mengapa bisa 3 orang laki laki bisa memperebutkannya"
" Memang nya kenapa??" kata Lia sambil memicingkan matanya arah Miko dan Mikopun langsung menutup mulutnya.
" katakan kenapa??"
" Dia benar-benar wanita cantik yang penuh kharisma dan sepertinya ia juga baik"kata Miko
Mendengar Miko memuja Ana, Lia langsung merasa aneh didalam hatinya, ia memandang Miko dengan tatapan tajam seolah menggambarkan dirinya sedang marah
" Hanya kau wanita yang benar benar bisa membuat ku ketakutan" Miko
" Memangnya aku menyeramkan??" kata Lia dengan nada tekanan yang cukup dalam.
" Bukan begitu hanya kau wanita yang benar benar bisa membuat ku ketakutan jika sampai kehilangan mu" kata Miko.
" Cih...dalam keadaan seperti ini kau masih sempat sempat menggombal"
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...