
Jangan lupa like komen dan vote author ya. Ne author up untuk 3 hari ini, sesuai dengan permintaan readers semuanya yang minta authornya crazy up.
Ana yang sibuk memilih bahan makanan dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalnya.
" Sayang"
Ana menoleh ke asal suara tersebut, lututnya tiba tiba lemas, laki laki dihadapannya membuat jantung nya berdetak tiga kali lebih cepat.
" Sayang" laki laki lagi mendekat ke arah Ana.
Ana melangkah mundur menjauhi laki laki yang sudah menghacurkan rumah tangganya.
" Mas Anthoni jangan mendekat" kata Ana yang terus berjalan mundur.
" Kenapa?? Kamu takut lihat mas??" Kata Anthoni langsung menarik tangan Ana.
" Lepaskan aku mas tolong, Ana ngakk mau mas, gara gara mas rumah tangga hancur"
" Jangan ganggu Ana mas, Ana mohon" Ana berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Anthoni.
__ADS_1
" Rumah tangga apa?? Kamu bahkan tidak bersama laki laki pengecut itu sekarang, dia bahkan memilih tinggal sendiri daripada bersamamu.Kamu lebih pantas bersamamu sayang"
" Mas tau darimana, apa selama ini mas memata matai Ana, lapaskan Ana atau Ana akan teriak" ancam Ana
" Silahkan saja sayang, mas ngakk akan bisa lepasin sampai kamu mau jadi istri mas"
" Ana ngakk mau, lepasin Ana mas "
Dion yang baru saja sampai di supermarket itu langsung mencari keberadaan istrinya, namun saat ia menemukan Ana dia disuguhkan pemandangan yang mengundang emosinya.
Dion melihat Ana meronta menarik tangan nya untuk dilepaskan laki-laki yang membuat rumah tangganya berantakan. Dengan langkah seribu Dion langsung menarik kerah baju Anthoni dan melayangkan pukulan ke wajah Anthoni.
Bruuuukkk.
" Berani beraninya kamu mengganggu istriku lagi" kata Dion dengan emosi yang sangat meluap-luap. Ana hanya berdiri bagai patung, dia tak tahu harus berbuat apa, kali ini pasti Dion akan salah paham lagi.
Pada saat yang bersamaan Anthoni merogoh kantong nya dan mengambil pisau kecil yang kelihatan tajam.Ana yang menyadari hal tersebut mendadak panik, dengan cepat Anthoni bangkit dan mengarahkannya ke arah Dion tapi dengan sigap Ana segera melindungi suami nya.
"Mas,,,,,, AWAS" teriak Ana yang berlari ke arah Anthoni.
__ADS_1
Sruuuukkkk
Pisau itu tepat mengarah ke bagian perut Ana, Dion yang menyadari langsung menangkap tubuh Ana yang ambruk.
" Sa...sayang" kata Anthoni menyadari bahwa orang yang dicintainya tertancap pisau yang seharusnya buat Dion.
" A...ana" rintih Dion
Orang yang melihat kejadian tersebut langsung menangkap Anthoni dan menyerahkannya dan memanggil satpam untuk mengamankan Anthoni.
" To..tolong selamatkan istriku" teriak Dion, dia sangat panik melihat begitu banyak darah yang keluar dari perut Ana.
" Ayo pak bawa dia ke mobil saya, saya akan antar ke rumah sakit terdekat, kalau menunggu ambulans saya takut nyawanya tidak tertolong" kata seorang laki-laki yang melihat kejadian tersebut.
Dion pun segera menggendong tubuh istrinya dibantu beberapa orang yang berada supermarket tersebut. Begitu sampai di mobil, laki laki itu segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.
Selama di mobil Dion memeluk Ana dengan erat, air matanya pun mulai mengalir.
" Sayang kamu harus bertahan" kata Dion namun Ana sudah dalam keadaan setengah sadar mungkin karena dia sudah banyak kehilangan darah.
__ADS_1
" Pak tolong lebih pak, saya mohon " kata Dion yang tambah panik melihat darah yang terus mengalir dari perutnya.
" Sayang kamu harus kuat sayang, jangan tinggalin mas sayang" kata Dion sambil menciumi pipi Ana. Dion merasa tubuh Ana semakin dingin ketakutan Dion pun menjadi jadi, dia tak mau kehilangan istri yang sudah mengorbankan nyawa demi dirinya.