Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 88


__ADS_3

Shanty dan semua keluarga masuk ke ruang rawat Ana. Tampak lah Anaa dengan wajah pucat dan mata yang masih tertutup, tangannya dipasangi tali cairan infus.


Shanty menangis melihat kondisi menantu nya.


" Ana maafin mama, seandainya mama tidak menjodohkan kamu dengan Dion kamu pasti tidak akan menderita"


" Apa maksud mama berkata seperti itu, apa Dion memperlakukan Ana dengan tidak baik" kata Aldi


" Iya pa semenjak Dion Amnesia, Dion telah berselingkuh dengan Karin bahkan mereka tidur bersama" Kata Shanty dengan terisak Isak.


" Ini semua salah mama" Kata Shanty lagi


" Udahlah ma, ini bukan salah mama mungkin masih belum rejeki Dion dan Ana" kata Aldi sambil memeluk istrinya.


" Iya ma, mudah mudahan kak Dion cepat sadar" kata Ray yang juga menghibur mamanya


" Oh ya mama sudah hubungi kak Dion??"


" Sebaiknya kalian jangan hubungi Dion dulu, takutnya dia malah kepikiran sama masalah ini, biar Sampai dia kembali dan mama mohon jangan ada yang mengangkat hp jika kalian dihubungi Dion.Mama ingin memberikan hukuman padanya"


" Iya ma" kata Ray

__ADS_1


___________________________________


Hari ini Dion tampak tidak senang, seperti ada sesuatu yang terjadi pada dirinya bahkan saat rapat ia sampai sampai tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh investor nya, untungnya ada Ken memperingati jika dia melakukan kesalahan.


Selesai termin Pertama rapat akhirnya tiba waktunya istirahat dan makan siang


Dion segera menghubungi Ana namun lagi lagi ponsel Ana tak bisa dihubungi. Hal ini membuat Dion sangat gelisah.Dia lalu menghubungi Shanty namun hasilnya sama saja.


Ken yang memperhatikan tingkah Dion langsung menghampiri Dion yang merasa gelisah.


" Maaf pak , apa anda sedang dalam masalah sepertinya anda kurang konsentrasi saat ini"


" Iya saya ada masalah sedikit Ken,sejak tadi malam istri saya tidak bisa dihubungi!!!"Kata Dion sambil berjalan mondar mandir.


Dion akhirnya menuruti saran dari Ken setelah makan siang, dia ingin secepatnya menyelesaikan semua pekerjaan agar dia dapat segera pulang ke Indonesia.


________________________________________


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore, Shanty dan Ina tetap setia menjaga Ana sedangkan Aldi dan Ray memilih untuk pergi ke Kantor.


Semanjak Dion pergi ke kanada Ray kini sudah mulai belajar menggantikan posisi Dion dikantor.

__ADS_1


Ana yang daritadi tertidur perlahan membuka matanya, dia merasa seluruh badannya lemas dan sakit dibagian perutnya.


" Sayang kamu sudah bangun" Kata Shanty sambil tersenyum lembut.


Perlahan mata Ana membulat menatap ibu mertuanya yang sangat perhatian tersebut.


" Ma kok darah Ana masih belum berhenti," Kata Ana yang masih merasakan darah keluar dari bagian sensitifnya.Dia memegang perutnya dan ia merasa perut itu tidak padat lagi.


Seketika Ana panik dan mulai memandang sekitar dan dia baru menyadari ia ada di rumah sakit dengan cairan infus yang masih terpasang di tangannya.


" Ma gimana keadaan bayi Ana, dia baik baik aja kan???" kata Ana dengan paniknya.


" Sayang sekarang kamu tenang dulu" kata Shanty berusaha menenangkan Ana, sesungguhnya ia juga bingung bagaimana ia menyampaikan bahwa Ana telah kehilangan bayinya.


" Ma jawab Ana ma, semuanya baik baik aja kan???


" Sayang mungkin dia bukan rejeki kamu" Kata Shanty pada akhirnya.


Seketika mata Ana membelak, emosinya menjadi meluncak tinggi.


" Tidak mungkin, ya Tuhan ini tidak mungkin" Kata Ana sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


" Sayang kamu harus kuat ya" Kata Shanty sambil memeluk Ana, air mata Shanty juga mengalir deras seolah hanyut dengan kesedihan menantunya itu.


__ADS_2