Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Nikahi aku....


__ADS_3

"Drffffff" getaran di ponsel Sean tidak ia hiraukan,sudah ada puluhan panggilan dan juga chat yang masuk ke ponsel Sean. Sudah beberapa hari Sean tidak masuk kerja dan tidak menemui Bian sama sekali.


Sean melihat ponselnya dan melihat nama panggilan yang ia hiraukan. My Bian nama yang dibuat Sean di ponselnya. Lelaki yang sudah mengisi hati dan hidup nya selama hampir 6 tahun belakangan ini membuat hatinya benar-benar hancur.


" Drffff" ponsel itu berdering lagi dan kali ini Sean memilih untuk mencampakkan nya di depan cermin yang sedang ada dihadapannya.


" Dasar pengecut untuk apa kau menghubungi ku" kata Sean sambil melihat bayangan dirinya yang sudah tercerai berai di depan Cermin yang sudah retak.


" Dia tidak merespon nya!! apa yang harus aku lakukan " kata Bian yang masih berada di kantor nya Walaupun jam sudah menunjukkan hampir tengah malam.


" Apa kau baik baik saja Sean?? katakan sesuatu??" kata Bian sambil menatap ponselnya, ia akhirnya menekan nama My Sean untuk kesekian kalinya dan kali ini Bian mendapati kalau ponsel Sean berada di luar jangkauan.


" Aku harus menemui nya...." kata Bian


Bian akhirnya turun kelantai bawah segera turun ke parkiran dan melajukan mobil menuju apartemen Sean. Hanya butuh waktu 15 menit Bian akhirnya sampai di sebuah apartemen mewah milik Sean, apartemen mewah tersebut berada di kawasan elit dengan pengawasan yang cukup ketat.


Bukanlah hal sulit untuk masuk ke dalam Apartemen Sean, karena sebenarnya Bian adalah pemilik asli Apartemen tersebut dan Bian masih memiliki akses masuk ke dalam Apartemen tersebut.

__ADS_1


" Sean " Bian mencoba memanggil Sean dari luar, ia tidak ingin langsung masuk ke dalam karena mengganggu privasi dari sang kekasih.


Berkali-kali memanggil dan membunyikan bel tapi Sean tidak kunjung membukakan pintu hingga akhirnya Bian dengan terpaksa membuka pintu tersebut karena ia mengetahui password dari pintu apartemen tersebut.


Tampaklah sebuah pemandangan yang membuat Bian benar benar hancur, ia melihat Sean yang sedang duduk meringkuk di tempat tidur dan juga kondisi kamar Sean yang benar-benar berantakan.


Segera Bian berlari untuk menghampiri Sean, ia memeluk wanita itu walaupun ia menolaknya.


" Apa yang terjadi Sayang??" kata Bian


Pada saat itu Sean menatap Bian dengan tatapan marah dan penuh air mata, Bian berusaha menyekanya namun Sean menolaknya dengan menghempaskan tangan Bian dari wajahnya


" Ak....aku minta maaf sayang aku benar-benar mintalah maaf" kata Bian dengan nada memohon


" Nikahi aku....dengan atau tanpa restu orang tuamu," punya Sean dengan wajah penuh harap


Tentu saja Bian sangat terkejut mendengar perkataan Sean, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Sean akan berpikir hal yang begitu jauh.

__ADS_1


Sebagai anak yang dibesarkan dengan kasih sayang Bian tidak mungkin menikahi Sean tanpa persetujuan kedua orang tuanya.


" A....ku tidak mungkin bisa melakukan itu Sean.." kata Bian dengan nada suara yang gamang, ia tahu kalau perkataan nya ini akan kembali menyakiti Sean.


" Ka...u akan menikah dengannya??" tanya Sean


" Entahlah aku sudah mencoba menolaknya tapi aku tidak bisa meyakinkan mereka Sean, mereka tetap memintaku untuk mencoba menerima perjodohan ini"


" Huh.... percuma saja kau menemui ku Bian, ini hanya akan menambah luka dan rasa sakit yang aku rasakan"


" Aku tahu.....tapi percayalah aku akan berusaha sebaik yang aku bisa...aku bisa saja menikahi nya dan akan menceraikannya setelah beberapa waktu"


" Apa?? Menikah lalu bercerai?? ini seperti sinetron saja Bian, sebelum kau menceraikan nya kau bisa saja sudah jatuh cinta kan?? Bukankah hal itu selalu terjadi di dunia sinetron dan aku tidak percaya hal itu akan terjadi pada kisah kita"


" Tidak mungkin....aku tidak akan menyukai gadis itu aku tidak akan tertarik padanya. Kau pegang saja ucapanku Sean"


" Cinta bisa saja muncul karena selalu bersama Bian seperti yang terjadi pada kita"

__ADS_1


" Itu tidak akan terjadi lagipula ia juga tidak menyetujui perjodohan ini, aku yakin kami akan mudah bercerai" kata Bian mencoba meyakinkan Sean.


Hai...para readers jangan lupa like, komen, vote dan juga follow author ya.....


__ADS_2