
Nah.... untuk 10 bab pertama mungkin author akan tulis disini jika respon nya semakin meningkat maka author akan membuat judul baru. Semoga para reader semua suka ya.
Bian melangkah dengan gontai ke ruangan kantor, ia memilih segera ke kantor daripada melanjutkan perdebatan yang tidak ada ujungnya.
" Bian akhirnya kau datang juga...." kata Sean sambil memeluk Bian dan mencium pipi kirinya namun Bian hanya diam membisu. Seharusnya Bian senang dengan kehadiran Sean namun karena pertengkaran di pagi itu Emosi Bian benar-benar berantakan
" Sudah lama menunggu???" tanya Bian dengan nada datar
Sean wanita muda 27 tahun yang begitu sempurna di mata Bian, Sean adalah wanita kelas atas dengan penampilan sempurna. Memiliki tubuh sempurna, mata biru wajah tirus dengan berat badan dibawah 50 kg, mata besar dan biru serta kulit yang begitu mulus dan putih terawat.
Bukan hanya dalam penampilan Sean juga sangat berbakat dalam hal bisnis hingga membuat Bian bertekuk lutut di hadapan nya. Berawal dari pertemuan meeting kedua sejoli akhirnya memadu kasih selama beberapa tahun belakangan.
" Sayang....." kata Sean lagi, seketika Bian melempar senyuman hambar sambil menatap Sean dengan tatapan yang kosong
" What's wrong??" tanya Sean, ia tahu kalau kekasihnya dalam perasaan yang tidak nyaman.
" Kau tidak senang aku kembali??" tanya Sean lagi.
Sean memang melakukan perjalanan bisnis selama delapan hari ke Singapura dan tadi pagi ia baru saja kembali. Hal yang pertama ia lakukan adalah menemui Bian yang begitu ia rindukan, sayangnya respon Bian tidak begitu baik.
Bian menatap Sean lalu memeluk nya hatinya terasa sakit jika ia tidak menikahi gadis yang selama ini bersamanya.
__ADS_1
" Tidak sayang....aku begitu merindukan mu hingga tidak bisa berkata apa apa" kata Bian
" Seriusan nih??? seperti nya ada masalah deh" kata Sean lagi
" Tidak" kata Bian sambil menggelengkan kepalanya, ia pun langsung mencium bibir merah Sean
Untuk beberapa saat mereka larut dalam sebuah ciuman yang indah, saling berpagutan untuk melepaskan rindu.
" Kau lama sekali sayang..." desah Bian di tengah ciuman mereka dan Sean hanya tersenyum sambil menatap mata teduh Bian
" Apa mereka setuju??" tanya Sean dengan wajah yang sangat serius
Bian hanya bisa terdiam membisu sambil menatap gadis nya, untuk kesekian kalinya Bian harus memberikan Jawaban yang sama dan ia tahu Sean akan kembali kecewa.
" Benarkah?? kenapa?? aku rasa hubungan ini tidak memiliki kemajuan, aku butuh status Bian. Aku tidak ingin kita selalu begini" kata Sean merengek
" Aku mengerti tapi tidak saat ini sayang..." bujuk Bian
" When??tahun depan?? 2 tahun lagi atau bahkan pernikahan itu hanya mimpi" kata Sean yang mulai emosional
Bian tidak lagi menjawab pertanyaan Sean ia hanya bisa memeluk Sean untuk membuat suasana hatinya lebih baik.
__ADS_1
" I am yours Sean... selamanya akan seperti itu!!!
" Aku butuh status bukan hanya sebuah hubungan yang semu"
" Sudahlah semua dunia tahu bahwa kau adalah nyonya Wuradmaja selanjutnya dan aku bersumpah tidak akan menikah jika tidak bersamamu"
" Sudahlah sebaiknya aku sebelum meeting pagi ini, kita bicarakan hal ini lain kali, aku tidak ingin menurunkan mood di pagi ini" kata Sean
Sean kemudian mengambil sebuah tas kecil dan memberikan nya kepada Bian.
" Ini apa??"
"Buka saja"
Bian membuka hadiah dari Sean ternyata itu adalah sebuah jam tangan dan ikat pinggang dengan harga selangit.
" Untukku sayang??" kata Bian meyakinkan,
" Of course" kata Sean sambil tersenyum
Bian kemudian kembali menghujani Sean dengan ciuman hangat sebagai bentuk terimakasih atas pemberian sang kekasih.
__ADS_1
" Jangan ingkari sumpah mu Bian, jiwaku milikmu" bisik Sean
"Never"