Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 243


__ADS_3

Dion baru saja menyelesaikan semua meeting yang membahas kerja samanya dengan perusahaan ML yang sempat menarik kontak dengan mereka. Dion bisa bernafas dengan lega karena perusahaan nya bisa kembali berjalan dengan normal dan bahkan bisa dibilang semakin berkembang.


" Kerja yang hebat pak Dion, semoga kita bisa bekerja sama dengan lebih baik dan saya minta maaf atas kesalahan kami yang sempat memutuskan kontrak dengan perusahaan Wiradmaja, kami benar benar minta maaf" kata perwakilan dari perusahaan ML


" Tidak apa apa pak, saya berterima kasih atas kepercayaan yang perusahaan ML berikan untuk saya" kata Dion dengan semangat


Setelah semua perwakilan dari perusahaan ML permisi, Dion segera mengambil ponselnya dan menekan nomor Ana untuk memberitahukan kabar gembira ini namun beberapa kali menghubungi Ana tidak memberikan jawaban. Dion menjadi sedikit khawatir dan memilih menelfon dari telfon rumah.


" Halo..." suara Bi Ina terdengar


" Bi, Ana mana?? apa dia sedang tidur??" tanya Dion


" Loh bapak tidak tahu, Ana sudah dibawa ke rumah sakit katanya ibu dia akan segera lahiran"


" Apa??" Dion seperti tidak percaya akan apa yang didengarnya


" Kita kira jam berapa mereka berangkat kerumah sakit Bi??" tanya Dion


" Sekitar satu setengah jam yang lalu den" kata Bi Ina


Tanpa banyak bertanya lagi, Dion segera mengambil langkah seribu menuju rumah sakit dimana Ana sering memeriksa kan kandungan nya.


Selama di perjalanan rumah sakit Dion sudah merasa cukup cemas, dia mengambil cara tercepat agar ia bisa melihat Ana melahirkan.


" Mengapa mereka tidak memberitahu?? mereka benar benar keterlaluan" sungut Dion dengan kesal, bayangan Ana yang sedang kesakitan membuat dia benar benar tidak tenang, membayangkan jari Ana terluka saja ia sudah khawatir apalagi saat ini, Dion benar benar tidak bisa mengontrol emosiku dan kekhawatiran nya.


Begitu sampai dirumah sakit Dion buru buru memarkirkan mobilnya, lalu ia berjalan sambil menelfon mamanya.


" Halo Dion" kata Shanty


" Ma, Ana ada di ruangan mana?? apa dia sudah melahirkan?? bagaimana kondisinya ma?? dan kenapa mama tidak memberi tahu aku??"


Pertanyaan Dion yang bertubi tubi membuat Shanty benar benar bingung mau menjawab yang mana.


" Dion kami ada diruang nomor 11 VVIP, Ana masih disini sama mama dan dia sekarang sedang tiduran, kamu tidak perlu khawatir. Kamu sekarang ada diman??"

__ADS_1


" Aku sudah dirumah sakit, tunggu saja" kata Dion sambil mematikan ponselnya dan dengan setengah berlari ia menuju ruangan yang disebutkan ibunya.


Dion begitu lega bisa melihat Ana, Ana tampak tiduran dengan posisi miring kekiri.


" Awwwww" Ana mengaduh kesakitan sambil memegang tiang infus yang berada disamping nya,


" Sayang" kata Dion yang berlari sambil memeluk Ana dan melihat wajah Dion Ana bertambah semangat, ia tersenyum melihat kehadiran ayah dari bayi yang dikandungnya.


" Kalau begitu mama permisi, mama tunggu diluar saja soalnya mama pasti ngakk akan kuat bila melihat darah, Untung nya kamu segera datang!!" kata Shanty


" Baiklah ma, tapi kenapa kalian tidak memberi tahu Dion ma kalau Ana akan segera melahirkan"


" Itu Ana yang minta, katanya kamu ada rapat penting hari ini, tapi ya sudahlah tidak usah dibahas. Mama mau panggil Dokter Elisa dulu biar Ana diperiksa lagi" kata Shanty sambil beranjak pergi


" Sayang" kata Dion sambil mengambil posisi duduk dan mengelus pipi Ana dengan lembut


" Mas..." kata Ana melihat sang suami dengan wajah senang


" Apa rasanya sakit sekali??" tanya Dion


Melihat sang istri kesakitan, Dion langsung panik


" Sayang..aku panggil kan dokter Elisa ya" kata Dion sambil terus memperhatikan Ana yang merasa kesakitan sampai sampai Ana mengeluarkan airmata


" Tidak usah mas, mama udah panggilin kok, jangan pergi temanin Ana disini" kata Ana


" Baiklah sayang" kata Dion sambil mencium tangan Ana


5 menit kemudian Ana merasakan kontraksi lagi dan semakin lama kontraksi nya semakin kuat dan semakin sering. Wajah Ana tampak pucat menahan rasa sakit membuat Dion tidak tega melihatnya.


Dokter Elisa akhirnya datang dengan dua orang perawat untuk membantu nya.


" Ya Tuhan rasanya sakit sekali...mas sakit" kata Ana sedikit berteriak karena tidak bisa lagi menahan sakit nya.


" Tolong dok, jangan biarkan istri saya kesakitan seperti ini"

__ADS_1


" Baiklah pak, saya periksa dulu ya" kata Dokter Elisa sambil memeriksa jalan lahir sang bayi


"Suster segera siapkan alat alat seperti nya bayi ibu Ana akan segera lahir"


" Baik ibu Ana dengarkan arahan dari saya, jika saya suruh mengedan maka ibu harus mengedan dengan sekuat tenaga namun ibu mengedan saat ibu merasa sakit" kata dokter Elisa memberikan petunjuk


" Ayo sekarang kita mulai ya..."


" Dok..saya sudah merasakan sakit lagi" kata Ana


" Baiklah tarik nafas dan ...mulai"


Ana pun mengedan sambil memegang kedua pahanya, saat pertama kali sang bayi belum keluar juga...


" Ayo yang semangat ibu, sebentar lagi Anaknya akan keluar"


" Ayo sayang...kamu pasti kuat" kata Dion memberikan semangat


Sampai 4 kali mengedan bayi belum berhasil keluar, Ana sudah sangat kelelahan dan kehabisan tenaga.


" Bagaimana ini Dok??" tanya Dion yang begitu khawatir yang melihat Ana terbaring lemas.


" Bagaimana ibu Ana apa masih kuat atau kita lakukan operasi saja??" tanya dokter Elisa


" Iya sayang apa kamu masih kuat??" tanya Dion


" A...ku pasti kuat" kata Ana membuat Dio. begitu terharu mendengar semangat Ana bahkan Dion sampai mengeluarkan airmata melihat perjuangan sang istri.


" Dok rasa sakitnya datang lagi" Dokter Elisa memegang perut Ana yang sudah mulai mengeras pertanda Ana sedang kontraksi


" Ok, tarik nafas dan mulai"


Ana mengedan sekuat tenaga sampai sampai ia kehabisan nafas dan akhirnya setelah perjuangan yang cukup lama...


" Oek....oek....." akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki keluar dengan tangisan yang cukup keras.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.


__ADS_2