Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 50


__ADS_3

Sudah satu Minggu Ana selalu mengantar makanan ke kantor Dion namun Dion tidak merespon nya,dia selalu bersikap diam dan dingin kepada Ana, namun Ana tetap tidak patah semangat, dia bersyukur sampai saat ini Dion belum menceraikannya. Pagi ini Ana juga Ana berencana untuk pergi ke kantor Dion, dia sengaja memesak masakan kesukaan Dion.


Setelah bersiap Ana pun berangkat ke kantor Dion, seperti biasa Jhoni sudah bersiap untuk mengantar Ana ke kantor Dion. Setelah sampai di kantor Dion, Ana segera masuk ke dalam ruangan Dion.


" Mas, ini Ana bawain masakan kesukaan mas dimakan ya mas" Kata Ana dengan sedikit senyuman di wajah polosnya.


" Hmmmm pergilah"kata Dion dingin.


" Mas Ana minta ijin mau ke supermarket mau belanja karena persediaan di rumah sudah habis"


" Kenapa kamu minta ijin segala, waktu kamu mau ketemu laki laki itu kamu ngakk pamit"kata Dion membuat wajah Ana seketika merasa bersalah.


" Ma,,,,af mas Ana minta maaf, Ana sungguh menyesal mas"


" Sudahlah saya sudah malas mendengar kata maaf kamu" kata Dion dengan ketus.


Air mata Ana kembali mengalir, hatinya sungguh sakit, ternyata mendapat maaf dari Dion tidaklah mudah. Ana pun melangkah keluar dari ruangan suaminya, setiap Ana melangkah keluar selalu ada saja air mata di pelupuk matanya. Dion sebenarnya tidak tega melihat Ana bersedih namun hatinya belum bisa ia ajak berdamai. Ia terlalu kecewa dengan sikap Ana. Dion memandang punggung Ana yang mulai menjauh, dia merasa tubuh Ana agak kurusan.


Anapun berjalan menuju parkiran, disana sudah Ana pak Jhoni yang menunggu nya. Jhoni sungguh prihatin dengan nyonya mudanya ini, pasti setiap keluar dari ruangan Dion pasti raut wajahnya sangat bersedih.

__ADS_1


" Pak tolong antar saya ke supermarket " kata Ana sambil masuk dalam mobil.


" Baik nyonya, nyonya yang sabar dan tetap semangat, kata Jhoni.


" Iya pak saya ngakk apa apa kok" kata Ana mencoba tersenyum.


Tak lama berselang mereka pun tiba di supermarket terdekat.Ana segera turun dari mobil yang dikemudikan Jhoni.


" Pak Jhoni tunggu saya ya, saya belanja nya kira kira satu jam saja"


" Baik nyonya, saya tunggu di parkiran saja" kata Jhoni.


" Baik nyonya"


Jhoni pun beranjak ke parkiran sekalian mau nengok tempat yang cocok buat ngopi namun baru beberapa langkah dia mendapat telfon dari tuan mudanya.


" Halo tuan"


" Halo pak Jhoni kamu dimana??

__ADS_1


" Ini tuan di supermarket yang dekat dari kantor, saya tadi ngatarin nyonya muda belanja, jadi saya disuruh nungguin tuan"


"Baiklah kamu datang saja ke kantor untuk ngantarin Gio meeting biar Ana saya yang jemput" kata Dion, itu sebenarnya adalah akal akalan Dion saja, dia hanya ingin bertemu dengan Ana.


" Baik tuan" kata Jhoni


" Kamu ngakk usah ngasih tau Ana kalau saya yang akan jemput dia" kata Dion.


" Baik tuan saya segera jalan sekarang"


Entah kenapa Dion ingin sekali menjemput Ana, seminggu belakangan ini Dion merasa bersalah karena mengabaikan gadis yang dicintainya tersebut. Dion poin segera beranjak ke parkiran dan melajukan mobilnya menuju supermarket yang dimaksud Jhoni.


Ana yang sibuk memilih bahan makanan dikejutkan oleh suara yang sangat dikenalnya.


" Sayang"


***Ayo like komen dan vote author ya...


Jangan sungkan untuk komen demi kemajuan novel ini.

__ADS_1


Love u para readers***


__ADS_2