
Andra menangis melihat Sely yang terus menerus merasakan sakit, ia terus menggenggam tangan Sely dengan erat.
" Lakukan yang terbaik dok" kata Andra sambil mencium tangan Sely hingga berkali kali.
" Sayang kamu harus kuat ya, sebentar lagi dokter akan melakukan operasi" kata Andra
" Mas ..aku takut sekali" kata Sely yang terus berusaha menahan sakit
" Tak apa sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita sayang, kamu harus semangat, kamu harus kuat"
Akhirnya setelah dibius, Sely dimasukkan ke ruang operasi dan tak sedetikpun Andra tidak sedetikpun meninggalkan Sely.
Mora dan Lia yang sedang menunggu diluar ruang i
operasi tampak sangat khawatir dan begitu deg deg an menunggu operasi Sely. Mora dan Sely terus berdoa dalam hati agar Sely dan bayi nya selamat.
Selama satu jam akhirnya Mora dan Lia mendengar suara tangis bayi yang berasal dari ruang operasi, sontak Lia dan Mora langsung berteriak menunjukkan rasa syukur mereka.
" Bayinya sudah lahir Tante" seru Lia dengan bahagia dan merekapun saling berpelukan sampai sampai Mora mengeluarkan airmata karena sekarang ia sudah sah menjadi seorang nenek.
" Ya Tuhan terimakasih, semoga bayi dan ibunya sehat dan selamat"
Sementara diruang operasi
" Oek....oek..."
" Selamat ya pak bayinya perempuan," kata Dokter sambil memperlihatkan bayi perempuan yang berwajah mungil itu. Andra dan Sely hanya mampu menangis melihat bayi kecil itu, tapi tiba tiba saja Sely merasakan kantuk yang luar biasa, ia ingin sekali tidur.
" Dok seperti nya kondisi ibu mulai drop"
Andra seketika panik dan mulai memanggil nama istrinya.
" Sely...sayang....jangan tidur sayang" kata Andra
" Jangan biarkan dia tertidur" kata Dokter sambil menyerahkan bayinya pada Andra
__ADS_1
Andrapun mendekatkan wajah sang bayi langsung ke wajah Sely agar Sely jangan sampai tertidur.
"Lihat sayang bayi kita cantik sekali, dia mirip sekali denganmu" kata Andra
Perlahan mata Sely mulai terbuka dan melihat wajah putri kecilnya tersebut,
" Sayang " kata Sely sambil menciumi pipi sang bayi
Begitu bahagia Andra melihat' kondisi Sely langsung membaik, memang benar kekuatan bathin seorang ibu pada anaknya sungguh luar biasa.
Akhirnya setelah menyelesaikan operasi yang cukup menguras air mata, akhirnya operasi Sely berhasil diselesaikan dengan baik. Kondisi bayi mereka juga baik baik saja walaupun sang bayi perlu dirawat selama di inkubator beberapa hari karena dia dilahirkan masih belum cukup umur.
Setelah semuanya selesai akhirnya Sely dipindahkan ke ruang perawatan VVIP, Andra ingin Sely merasa nyaman.
" Syukurlah semuanya baik baik saja"Kata Andra sambil mencium kening Sely
" Selamat ya.. kalian sekarang sudah resmi jadi orang tua" kata Mora dengan bahagia
" Terimakasih juga sekarang mama juga sudah menjadi nenek" kata Andra
" Ya aku sudah punya nama yang cukup bagus" kata Andra dengan semangat
" Namanya adalah Affseen amera yang artinya bayi perempuan yang bersinar seperti bintang"
" Bagus" kata Mora
" Andra .. Sekarang kamu harus lebih bertanggung jawab, kamu sudah menjadi seorang ayah sekaligus suami dan juga anak, kamu adalah laki laki satunya didalam keluarga ini. Ah... seandainya saja ayahmu masih hidup maka .." Mora tak mampu meneruskan kata kata nya karena tiba-tiba saja dirinya diselimuti oleh perasaan sedih
" Sudahlah ma...Andra janji akan selalu menjaga kalian" kata Andra sambil memeluk mamanya
"Kalian berdua adalah wanita luar biasa dalam hidupku" kata Andra
" Bukan dua tapi tiga" kata Sely
" Oh...iya bagaimana aku bisa lupa pada bayi kecil kita" kata Andra sambil menepuk jidatnya
__ADS_1
" Kalian benar benar melupakan aku" kata Lia sambil cemberut
" Oh...kalau kamu akan menjadi wanita luar biasa dalam hidup Miko" kata Andra
" Bagaimana dengan pernikahan kalian??" tanya Mora
" Sebaiknya dipending dulu deh Tan, tidak mungkin aku menikah Minggu depan karena Sely tidak mungkin pulih dengan cepat"
" Aku ngakk apa apa kok, sebaiknya jangan ditunda-tunda Li"
" Tapi aku ingin kalian semua hadir disana, hanya kalianlah keluarga yang aku punya" kata Lia dan seketika Mora langsung memeluk Lia, dia tahu betapa Lia merindukan sosok keluarga dalam hidupnya.
" Apa kau sudah membicarakan nya dengan Miko??"
"Belum tapi akan kubicarakan secepatnya" kata Lia
" Bagaimana jika ia tidak setuju" tanya Mora dengan khawatir
" Maka aku tidak akan menikah!!" kata Lia dengan spontan
" Lia..ngakk baik ngomong seperti itu" tegur Sely
" Tapi aku yakin jika ia mencintai ku maka dia akan menunggu ku bahkan tidak hanya waktu satu bulan untuk satu tahun pun ia akan bersedia"
" Mantap..." kata Andra sambil mengacung-acungkan jempolnya pada Lia
" Apa kalian sedang membicarakan aku??" kata Miko yang tiba tiba saja muncul didepan pintu.
" Wah... Panjang umur loh Mik," kata Andra
"Kemarilah ada hal yang ingin kami bicarakan"kata Andra
" Jangan terlalu serius, aku sungguh tidak siap untuk hal itu"
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author
__ADS_1