
" Apa kamu yakin akan bekerja hari ini??" tanya Vina pada Sely yang sudah memakai seragam cafe.
Ya, hari ini adalah hari dimana peresmian cafe akan dilangsungkan. Vina tampak begitu khawatir dengan sahabatnya itu, bisa bisa Sely drop karena pasti akan banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan.
" Lebih baik kamu di kamar saja, aku sangat khawatir dengan keadaan mu saat ini"kata Vina
" Bagaimana mungkin aku di kamar, bisa bisa pak boss akan memecatmu, hari ini adalah hari yang sangat penting"
" Tapi apa kamu akan kuat, hari ini begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan, nanti aku aku akan minta ijin pada pak boss kalau kamu sedang tidak sehat"
" Aku pasti kuat" Kata Sely
" Kamu memang keras kepala Sely, ingat kamu harus mempertimbangkan apa yang ku katakan tadi" kata Vina namun Sely menggeleng kepalanya.
" Itu tidak akan kulakukan Vin, aku bukanlah wanita sekeji itu"
" Tapi bagaimana kamu akan mengurusnya, bagaimana kalau ibu kamu tau??"
" Untuk saat ini aku masih belum tau tapi aku yakin Tuhan tidak akan membiarkan aku kesulitan mengurus bayi ini Kata Sely sambil memegang perutnya.
" Aku tak tahu dengan jalan pikiran mu Sely"
" Aku tau...tapi bayi ini akan tetap hidup dalam rahimku, tidak mungkin aku menggugurkan bayi yang tidak berdosa ini"kata Sely dengan menatap Vina
__ADS_1
" Kamu yakin Sel???" tanya Vina dan Sely mengangguk tanpa keraguan
" Apapun rintangan nya aku akan tetap mempertahankan bayi ini"
Akhirnya Vina terdiam, dia tahu Sely adalah orang yang tidak mungkin menyetujui idenya.
" Baiklah kalau itu keputusan kamu, aku harap kamu tidak akan menyesal"
" Tidak akan.." kata Sely sambil tersenyum tulus.
" Ya udah Vin kita ke cafe sekarang yang lainnya pasti sudah menunggu kita"
__________________________________________
Cafe tampak begitu ramai dengan dekorasi ruangan yang sangat santai namun tetap menyisakan kesan mewah di dalamnya. Meja meja yang sudah diisi dengan berbagai makanan mulai dari hidangan pembuka, makanan utama serta berbagai desert sebagai makanan penutup.
" Sepertinya pak boss belum datang" kata Vina yang masih belum melihat Stefen, tiba tiba matanya tertuju kepada Fera, teman yang sudah mengambil kekasihnya dan Vina segera membuang wajahnya.
" Lihat deh Sel, aku malas lihat pelakor ini ada disini, ingi rasanya aku menjamin jambaknya dan membuangnya di jalanan"
" Ih...Vin kamu kejam dan kasar sekali"
" Biarin orang seperti itu memang pantas digituin" kata Vina dengan geram
__ADS_1
" Sudahlah mungkin Vito bukanlah jodohmu, mungkin laki laki itu tidak baik makanya Tuhan menunjukkan sifat aslinya sebelum Kalian menikah"
" Ah..kamu benar Sely, ayo kuta ke depan tampaknya tamu pak Stefen akan segera berdatangan"
" Iya.."
" Eh.. ngomong ngomong apa kamu tidak merasa mual??nanti kamu muntahboas para tamu datang, bisa ribet urusannya" kata Vani mengingat kan
" Tadi pagi aku sudah muntah mudah-mudahan saja tidak lagi, dan aku juga sudah membawa minyak angin jika aku mual"
" Baguslah, ingat kamu jangan Sampai terlalu lelah, jangan sampai kamu pingsan di acara ini"
" Kamu harus berhati hati, ingat kondisi kamu sedang lemah jangan sampai nanti kamu sakit" lanjut Vina
" Iya. .iya nona cerewet, ayo kita ke depan menyambut para tamu nanti pak Stefen bisa marah kalau kita asyik mengobrol"
Para tamu dan kolega Stefen pun berdatangan, semua karyawan cafe menyambut dengan senyuman.
Jantung Sely berdegup kencang saat ue melihat seseorang yang berkharisma barjalan ke arahnya. Sely segera mundur dan menundukkan wajahnya, tubuhnya bergetar hebat dan tiba tiba ia merasa lemas dan mual.
Sely berlari menuju kamar mandi, begitu sampai Sely langsung memuntahkan semua isi perutnya.Selesau muntah Sely langsung terduduk di lantai kamar mandi, dia mengambil minyak kayu putih dan menghirupnya.
" Ah sekarang sudah lebih baik, Bagaimana dia ada disini???Apa yang harus kulakukan??Ya Tuhan kenapa aku harus bertemu dengan laki laki itu lagi??"
__ADS_1
Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Menikahimu Takdirku"Author sangat mengucapkan terimakasih.
Sebelum baca jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya...