
Setelah berpamitan dengan Miko dan Lia akhirnya sesuai dengan keinginan keduanya Ana dan Dion melakukan reshedule jadwal ulang tiket kepulangan mereka.
Lia benar benar bersedih karena sahabat nya itu memilih langsung pulang ke Jakarta dan lagi lagi yang patut disalahkan dalam hal ini adalah Miko.
" Aku kecewa sama kamu kenal kamu tiba tiba mengundang Anthoni ke pernikahan kita dan kamu tidak memberi tahukan padaku" kata Lia saat mereka sudah kembali ke kamar.
" Dengar ya girl, aku punya alasan untuk itu selain untuk mendamaikan dia dengan Dion dia juga salah satu rekan bisnis papa. Jadi hal yang wajar jika aku mengundang nya" kata Miko membela dirinya, ia tak tahu bahwa masalah Anthoni ini akan semakin berlarut larut.
" Aku kesal saja padahal saya, Sely dan Ana sudah berencana untuk hunting barang barang selama disini dan hal ini menjadi gagal total"
" Aku tahu aku salah, aku minta maaf dan lagi pula dari pada hunting barang barang yang tidak jelas lebih baik kita melakukan hal yang begitu bermanfaat" kata Miko dengan tatapan yang sangat sulit diartikan
" Apa??" kata Lia dengan polos,
Mikopun membuka pintu lemari dan mengambil lingerie pink dan menunjukkan pada Lia. Lia kaget bukan main, dia kemudian melangkah mundur beberapa langkah mengingat nyeri yang terjadi pada organ sensitif nya
" Aku tidak mau " kata Lia sambil memegang bagian bawahnya dan menutupnya menandakan dia tidak bersedia
__ADS_1
" Ayolah.. bukanlah tadi malam kita menikmatinya" kata Miko mengingat kan
" Ini masih siang dan kurasa itu sudah cukup untuk satu bulan ini"
Miko terkejut mendengar perkataan Lia, dia sungguh tidak sanggup jika harus melakukan hal yang indah itu bukan depan. Miko pasti tidak akan tahan.
" Sayang kalau begitu kau benar benar menyiksaku, aku janji akan lebih hati hati...ayolah aku menginginkanmu nya" kata Miko sambil mendekati Lia yang sedang berdiri diatas pintu
" Jangan hari ini, lagian sebentar lagi aku mau mengantarkan Ana ke bandara" kata Lia
" Aku takut...itu perih" kata Lia dan tanpa banyak kata kata, Miko menarik Lia ke ranjang dan menghempaskan nya begitu saja. Kini Lia terlentang di ranjang yang masih bertabur bunga mawar putih tersebut, Miko memang sengaja memilih kamar dengan ranjang yang selalu dihiasi bunga segar setiap harinya selama mereka menginap di hotel bintang lima tersebut
Miko kini berada diposisi sedang mengunci tubuh Lia yang berada dibawahnya, Sejenak mereka saling berpandangan pandangan, sebentar Lia muak dengan hal hal yang seperti itu. Dulu saat ia menonton FTV yang melakukan peraga seperti yang mereka lakukan pasti Lia sangat Geli dan sedikit jijik dengan adegan romantis seperti itu dan saat ini dia dan Miko sedang melakukan nya dan justru ia merasa bahagia saat bertatapan cukup lama dengan Miko.
" Aku mencintaimu girl" kata Miko sambil mengecup kening Lia dengan lembut sementara Lia hanya mampu menutup matanya, debaran jantungnya semakin cepat dan nafasnya semakin memburu membuat buah dadanya kelihatan naik turun dengan cepat.
Gairah Miko semakin membara melihat gunung kembar milik istri nya naik turun begitu menggoda.
__ADS_1
" Katakan bahwa kau juga mencintai ku" kata Miko yang mulai menurunkan ciumannya ke leher Lia dan kali ini ia melakukan dengan hati hati agar tidak sampai meninggal kan jejak.
" A...ku tidak mau" kata Lia dengan deru nafas yang semakin berat, Miko tau Lia sudahual terbawa suasana.
" Katakan, aku ingin mendengar nya" bisik Miko ditelinga Lia dan ia pun sedikit bermain dengan telinga Lia
" Jangan" desah Lia yang merasa kegelian ketika lidah Miko bermain ditelinga
"Katakan" pinta Miko lagi dan kali ini ia sudah mulai melucuti gaun Lia dan mencampakkannya begitu saja.
" A..aku mencintaimu..." kata Lia yang mulai menikmati sentuhan lidah Miko yang menari di kedua gunung kembarnya, cara ini sepertinya adalah cara paling cepat untuk membuat Lia berada di gerbang indahnya bercinta.
" Aku ingin mendengar kau memanggilku sayang" pinta Miko yang masih asyik di gunung kembar itu yang membuat pemiliknya semakin tidak sabar
" Aku...aku mencintaimu sayang" kata Lia pada akhirnya dan pada saat itu Miko semakin gencar melakukan aksi selanjutnya.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.
__ADS_1