
***Jangan lupa like komen dan vote ya...jangan pelit kasih jempolnya karena semua itu gratis para readers tersayang. Ini aku up untuk ke 2 hari ini.
Happy reading ya say***...
Dion beranjak meninggalkan Ana yang masih saja terus menangis. Dion sudah terlanjur kecewa. Dion menuju apartemen yang sudah lama tidak ditinggalinya. Untuk saat ini dia butuh kesendirian merenungi apa langkah yang harus dilakukan. Dia kembali menelfon Harry.
" Harry kamu lanjutakan mengawasi istriku jika dia menemui laki laki itu lagi segera laporkan padaku" perintah Dion.
" Siap boss apapun yang boss katakan akan saya lakukan semaksimal mungkin" kata Harry.
Dion pun merebahkan tubuhnya diatas sofa, lalu dengan pelan ia memijit keningnya, kepala seakan menahan beban berat yang tidak ada jalan keluar nya.Kecewa, sedih, frustasi bercampur aduk menjadi satu. Dion mencoba memejamkan matanya namun ia tidak bisa bayangan Ana tiba tiba saja muncul di hadapannya.
Ana yang dari tadi menangis tiba tiba mendapat telfon dari Mia lagi, Ana pun segera merejeck panggilan tersebut, dia tidak ingin lagi melakukan kesalahan ketiga kalinya. Ana kemudian menekan nomor Lia untuk menghubungi nya,saat ini dia butuh teman curhat.
" Halo Ana "
__ADS_1
" Halo Lia " kata Ana sesegukan karena tangisnya
" Kamu kenapa Ana kok nangis gitu" kata Lia yang mendengar tangisan Ana. Ana pun menceritakan apa yang sedang terjadi, Lia yang mendengar cerita Ana menjadi merasa bersalah karena memberikan nomor ponsel Ana pada Anthoni.
" Maafin aku ya An, semua ini salahku aku minta maaf" kata Lia yang sangat prihatin mendengar cerita Ana.
" Udahlah Lia, sekarang udah terlambat untuk menyesali semuanya" kata Ana dengan nada penyesalan yang mendalam.
" Ana kamu ngakk usah sedih begitu, kamu harus berjuang untuk mendapatkan maaf dari Dion, kamu harus berjuang aku yakin kamu bisa" kata Lia memberi semangat.
Ada semangat baru dalam diri Ana mendengar nasihat Lia.
" Aku harus bisa mendapat maaf dari suamiku, aku ngakk mau cerai darinya, aku akan berjuang untuk bisa mendapatkan hati suami ku"
Ana menghapus airmata dari kedua pipinya, dia bertekad untuk mendapat maaf dari suami nya.
__ADS_1
( Semangat Ana, Author mendukung mu 😀😀😀😀😀)
Sementara Anthoni tampak kecewa dengan kepergian Ana, bahkan ia merejeck panggilan dari ibunya.
" Apakah kamu sudah melupakan ku sayang" batin Anthoni.
Mia yang melihat kesedihan putranya ikut merasakan derita yang dirasa Anthoni. 5 tahun bukanlah waktu yang singkat, suka dan duka telah dialami oleh dua sejoli ini. Mia tau betapa Anthoni mencintai dan menyayangi Ana namun kini Anthoni harus berpisah dengan orang yang dicintainya.
" Nak, kamu harus bisa melepaskan Ana, dia itu bukan jodohmu nak.Ibu yakin Tuhan akan memberikan mu jodoh yang lebih baik" kata Mia sambil mengusap kepala Anthoni.
Anthoni hanya terdiam mendengar perkataan ibunya, ada airmata yang menggenang dimatanya, dia tak tahu apakah dia mampu bertahan tanpa Ana yang sudah 5 tahun mengisi hari harinya.
" Nak kamu makan ya, biar kita cepat pulang dari sini" bujuk Mia, Anthoni pun mengangguk. Dengan penuh kesabaran Mia pun menyuapi Anthoni, tanpa sengaja Anthoni melihat mata ibunya yang berlinang air mata.
" Ma maafin Anthoni ya bu, Anthoni janji akan melupakan Ana dan mencari gadis yang baik untuk menantu ibu" kata Anthoni yang sedih melihat air mata ibunya. Mia pun memeluk purta semata wayangnya tersebut, dia berharap akan ada wanita baik hati yang memberikan kebahagiaan kepada putranya.
__ADS_1
" Ibu doakan ya nak semoga kamu bahagia dan kamu mendapat jodoh yang terbaik dari Tuhan" kata Mia sambil memeluk putranya, keduanya berpelukan dengan penuh haru.