
***Jangan lupa like komen dan vote dan follow author ya biar kita para anthor makin semangat.
Happy reading***
Dion datang ke tempat pemakaman Karin untuk menyampaikan belasungkawa atas kepergian Karin. Begitu sampai di tempat pemakaman ternyata jenazah Karin sudah sikemubumikan.
Hati Dion hancur melihat Bu Tina yang kelihatan sangat syok dan terpukul melihat jenazah putri semata wayangnya meninggal dengan cara yang tidak wajar.Ternyata orang yang membunuh Karin adalah mantan pacarnya waktu dia berada di Paris.
Begitu selesai dimakamkan akhirnya Bu Tina dan keluarga memilih untuk segera pulang dan Dionpun mengikuti mereka sekedar untuk mengucapkan belasungkawa
" Saya turut berdukacita Bu" kata Dion
" Nak Dion?? Nak maafkan semua kesalahan yang dilakukan Karin" kata Bu Tina yang masih terus terisak.
" Iya Bu saya sudah maafkan"
" Nak Dion sudah ketemu Ana??"
" Belum Bu saya sudah cari kemana mana tapi saya belum menemukan nya".
" Jangan jangan dia pergi bersama Lia"
" Lia?? maksud ibu sahabat Ana yang kerja di toko ibu ya?"
" Iya Lia resign dari toko sekitar 6 bulan yang lalu"
__ADS_1
" Benarkah?? Ana juga menghilang selama 6 bulan belakangan ini. Apa dia cerita kemana dia pergi??"
" Setahu saya dia pergi ke rumah Tantenya yang ada di Bandung"
" Makasih ya Bu atas informasinya"
" Maaf kan Karin ya nak Dion, gara gara Karin kamu dan Ana berpisah"kata Bu Tina dengan nada yang sedih
" Udalah Bu, mudah mudahan Karin tenang disana"
" Kamu harus cari Ana dan perjuangkan dia.Ana itu gadis yang sangat baik jangan sampai kamu kehilangan dia"
" Baik Bu,"
________________________________________
Mata Ana membelak saat Andra meminta nya menjadi pendamping hidupnya. Andra berlutut dan menyodorkan cincin bermata berlian.
" Will u marry me??"
Andra, Ana , Lia dan Mora sedang ada disebuah taman yang begitu indah, Andra sengaja menyiapkan sebuah acara lamaran yang romantis untuk melamar Ana. Disaksikan oleh Mora ( mamanya Andra), dan Lia Andra berlutut meminta Ana menjadi istrinya.Ana benar benar terkejut apalagi saat Andra langsung meminta nya menjadi istrinya sebagai bukti keseriusan nya pada Ana
Mata bulat Andra berbinar menunggu jawaban dari gadis pujaan hatinya.
" Trima ....trima....." kata Lia bersorak agar Ana mau menerima lamaran Andra.
__ADS_1
Ana melihat mata bulat Andra yang cemas menanti jawaban darinya.
" Kamu mau kan jadi istriku, menua bersama kudan melalui sisa hidup bersama" Kata Andra sambil terus menatap wajah cantik Ana.
" Ak...aku" Ana tergagap karena dia bingung dengan status saat ini.
Andra tahu bahwa Ana masih bimbanh, dia kemudia tanpa persetujuan Ana dia menyematkan cincin di tangan Ana.
" Aku tahu kamu masih perlu waktu untuk berpikir, apapun keputusan mu aku akan sangat menghormati nya"
Andra tersenyum dan mencium tangan Ana dengan lembut, Ana sangat tersentuh dengan ketulusan hati Andra. Andra begitu sangat menghargai dan menghormati dirinya sebagai wanita.
" Kenapa sih An, kamu ngakk terima lamaran mas Andra" Kata Lia ketika mereka sudah sampai di rumah.
" Li menurut ku ini terlalu cepat apalagi aku belum resmi cerai dari mas Dion"
" Makanya kamu cepat urus perceraian kamu, jangan ditunda tunda lagi dan segera lah menikah dengan mas Andra"
Ana menatap cincin pemberian Andra yang melingkar di jari manisnya. Ana tersenyum dan entah kenapa dia merasa bahagia.
See u to the next chapter
***Terimakasih buat yang sudah like,komen ,vote dan follow AUHTOR ya.
Maaf jika ada typo, author Sangat berterimakasih jika ada yang mengingatkan nya***.
__ADS_1