
Sebelum baca Author ingatkan ya jangan lupa like komen, folow.. dan vote Author sebanyak banyaknya ya....
Happy reading beb....
Sely begitu gemetaran mendengar Andra akan ikut dengan mereka lalu ia mencari cara agar ia tidak ikut serta.
" Tante..eh... Kayaknya Sely ngakk bisa ikut deh!!"
"Loh kenapa Sely???" kata Mora
" Sely merasa kurang enak badan Tante,"
Mora memperhatikan wajah Sely, dan memang wajah itu tampak pucat dan matanya sembab. Mora baru menyadarinya dan ia tertarik pada syal ungu yang dipakai Sely,tidak biasa ia memakai syal.
" Kamu kenapa Sel??" kata Mora sambil memegang kening Sely.
" Ti...dak...apa..apa kok Tante, Sely hanya kurang enak badan, Tante dan yang lainnya berangkat saja biar Sely dirumah aja"
" Tapi semua orang ikut termasuk Bi Tuti dan pegawai lainnya, Tante ngakk enak tinggalin kamu sendiri"
" Be..gini saja Tante biar Sely balik aja ke tempat kos Sely"
" Kok gitu sih, Tante sudah janji akan menjaga kamu, nanti Tante ngakk enak sama ibumu"
" Ngakk apa apa kok Tante, kalau bisa Sely mau tinggal di kos aja, Sely mau kerja di tempat Sely yang dulu"
Mata Mora kembali terbelak, dia sungguh tidak menyangka Sely ingin keluar dari tuamh tersebut.
" Aduh Sely Tante jadi ngakk mood kalau sudah begini, gimana cara Tante jelasin sama ibu kamu"
__ADS_1
" Ngakk apa apa kok Tante biar nanti Sely yang jelasin"
" Gini aja Sely, kamu boleh pergi tapi Tante ingin kamu satu Minggu lagi tinggal disini tunggu Tante pualng dari Vila sekalian Tante mau ngomong sama ibu kamu"
" Baiklah Tante"
Andra yang sudah berkemas langsung menemui mamanya,
" Gimana ma, kita berangkat jam berapa??" kata Andra namun tatapan nya tertuju ka arah Sely yang tampak sedang ketakutan .
" Ehmmm kemarin diajak kamunya nolak, sekarang kamu yang paling semangat" ledek Mora
" Eh iya Ma soal nya Andra kangen sekalian hilangin pusing" kata Andra yang tetap saja tertuju pada Sely.
" Mas Andra mah tiapa hari pusing Mulu habis itu mabuk mabukan deh" kata Lia
" Heh bocah bawel, mulai hari ini aku ngakk akan mabuk lagi, karena banyak pihak yang memanfaatkan situasi ketika aku sedang mabuk" Kata Andra sambil menatap tajam ke arah Sely, seolah-olah perkataan nya itu ditujukan pada Sely.
"Iya mama juga ngakk ngerti" kata Mora
" Kalian memang sangat pandai bersandiwara, tapi aku ngakk akan tertipu dengan permainan kalian"
" Permainan???, apa yang kamu katakan, mama tidak mengerti" kata Mora dengan pandangan bingung,ia lalu mengarahkan pandangannya ke arah Sely yang tampak begitu ketakutan. Sely meremas jarinya dan keningnya mulai mengeluarkan keringat membuat Mora jadi curiga.
" Ada apa ini???" tanya Mora
" Ada apa Sely??"
" Ti....tidak ada apa apa kok Tante" kata Sely tanpa menatap Mora jelas sekali wajahnya menyiratkan ketakutan yang mendalam.
__ADS_1
Tanpa bertanya Mora membuka syal yang menutupi leher Sely dan betapa terkejutnya Mora dan semua yang ada disana.
" A...apa yang telah terjadi??" kata Mora dengan terkejut,Sely tidak menjawab justru ia menangis.
" Apa...yang telah kau lakukan pada Sely Andra.."kata Mora dengan wajah marah, sebagai wanita dewasa ia tahu mengapa leher Sely penuh tanda.
"Bukankah ini rencana kalian??" kata Andra dengan santainya, tak ada perasaan bersalah dalam hatinya
" Apa maksud kamu Andra....rencana yang seperti apa??"
" Sely telah memberikan tubuhnya agar aku menikahinya"
Mata Sely membelak karena mendengar kata kata Andra.
" A...pa...aku tidak pernah melakukan itu" Sely berteriak dengan geram nya.
" Jadi kamu telah .. ." Mora tida melanjutkan nkata katanya, kini ia tahu bahwa Andra telah melakukan hal yang tidak seharusnya.
" Nak... kenapa kamu melakukan hal itu???"kata Mora
" Udalah ma, jangan pura pura kaget gitukan, pasti ini rencana mama agar aku menikahi Sely"
" Kamu memang harus menikahi Sely kamu harus tanggung jawab"kata Mora dengan emosinya.
" Sudah kuduga, cara kalian murahan sekali"kata Andra sambil pergi.
Sely hanya bisa menangis melihat kepergian Andra.
*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
__ADS_1
See u to the next chapter*****