
Hari ini Dion benar benar merasa kelelahan, setelah menyelesaikan beberapa pertemuan dengan klien bisnisnya, ia rasanya Dion cepat pulang dan segera bertemu dengan Ana.
Sejak Ana dinyatakan hamil, sungguh Dion menjadi orang yang super protektif. Dion merogoh ponselnya dan mencoba menghuhungi Ana padahal 30 menit sebelumnya ia baru menghubungi Ana.
" Kenapa tidak diangkat??"
Dion mencoba menghubungi Ana lagi namun kali ini juga itu Ana tidak merespons nya.Dengan secepat kilat Dion segera beranjak dan segera mengemudikan mobilnya ke kediaman Wiradmadja.
Begitu sampai di rumah Dion semakin mempercepat langkahnya, ada kepanikan yang timbul dalam hatinya
" Sayang...." Kata Dion sambil membuka pintu kamar dan ia melihat Ana yang sedang tertidur di sofa kamar.
" Syukurlah dia tidak kenapa napa" kata Dion dalam hatinya. Dion lalu mendekat dan menghampiri Ana yang sedang tertidur lelap.
" Kamu semakin cantik saja sayang" kata Dion sambil mengecup pipi Ana dengan sangat lembut, ia mengelus rambut Ana yang tergerai dengan begitu indah.
" Pesonamu benar benar sudah melumpuhkan semua akal sehat ku"
Mata bulat Ana perlahan terbuka karena kelakuan jahil Dion yang daritadi mencium pipi dan bahkan bibir nya.
" Mas..." kata Ana sambil mengumpulkan semua kesadarannya
" Sayang kamu sudah bangun??" kata Dion
" Iya habisnya Ana ngerasa geli"
" Maaf ya sayang habisnya mas ngakk tahan untuk ngakk cium kamu"
" Mas kok udah pulang jam segini??" tanya Ana sebab jam masih menunjukkan jam 16.00 wib.
__ADS_1
" Habisnya mas kangen, tadi mas telfon kamu ngakk angkat jadi mas sedikit khawatir"
" Ya ampun mas, dalam satu hari ini mas udah telfon aku lebih 5 kali"
" Ya namanya juga suami yang perhatian, kamu beruntung punya suami kayak mas sayang"
" Terserah mas deh, tapi menurutku itu berlebihan, Ana bisa jaga diri sendiri kok"
" Jadi kamu ngakk suka mas perhatiin??" goda Dion. Ana tidak menjawab namun ia langsung naik kepangkuan Dion.
" Wah apa kamu sedang menggodaku sayang"
" Bukan mas, Ana mau sesuatu" kata Ana sambil berbisik di telinga Dion
" Apa sayang, dengan senang hati mas akan berikan" kata Dion sambil mulai bermain di tubuh Ana..
" Mas..." Kata Ana dengan nada manja, dan hal ini membuat Dion semakin tidak dapat menahan hasratnya, ia ingin segera memakan Ana saat itu juga.
" Tapi sayang kamukan lagi hamil muda, mas takut kalau kamu kelelahan"
" Bagaimana kalau kita liburan di hotel atau pantai yang dekat dekat saja"
" Tapi mas aku ingin kesana, aku ingin sekali... please..."kata Ana dengan tangan memohon, ia memasang wajah sememelas mungkin agar Dion mau menuruti permintaan nya.
"Hmm...apa benar tidak apa apa?? mas khawatir sayang, bukannya mas ngakk mau tapi mas ngakk mau kamu kecapean"
" Ayolah mas, aku yakin aku dan dedek bayi akan baik baik saja"bujuk Ana
" Biasanya kamu malas diajak jalan jalan, ini kenapa tiba tiba kamu ingin sekali??"
__ADS_1
" Entahlah mas kayaknya ini keinginan anak kita deh"
Mendengar kata Anak, Dion menjadi tidak berdaya.
" Baiklah sayang, kita akan pergi ke puncak akhir Minggu ini" kata Dion pada akhirnya
" Ye..." Ana berteriak kecil dan ketika ia hendak turun dari pangkuan suaminya, Dion langsung mencegatnya
" Aku sudah menuruti permintaan mu, sekarang kamu juga harus menuruti perintah ku"kata Dion dengan tatapan memangsa
" Memangnya apa perintah mu" kata Ana dengan nada menantang, ia sungguh tau apa yang diinginkan suaminya
" Kamu tau sayang, beberapa hari ini aku sungguh tersiksa karena kamu terus saja menolak ku, Lihat dari tadi junior ku sudah bangun dan kamu harus bertanggung jawab untuk menidurkannya"
Dion mulai mencium leher Ana namun dengan cepat Ana segera menjauhkan dirinya.
" Aku tidak mau mas"
" Apa kamu akan menyiksaku terus"
" Seperti nya begitu" Kata Ana dengan rasa tidak bersalah, Dion lalu menurunkan Ana dari pangkuannya.
" Baiklah kalau begitu aku akan mencari seseorang yang bisa membuatku merasa bahagia" kata Dion sambil beranjak meninggalkan kamar.
Dengan cepat Ana berlari dan memeluk suaminya dari belakang, sungguh hati nya tidak rela kalau Dion pergi mencari wanita lain
" Aku minta maaf mas" kata Ana namun Dion tidak bergeming dan untuk pertama kalinya Ana memberanikan diri untuk memegang sesuatu yang sudah menegang dibalik celana Dion
Tubuh Dion langsung menegang saat tangan Ana menyentuh miliknya, ia segera berbalik arah dan menatap wajah Ana yang sudah kemerahan.
__ADS_1
Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Menikahimu Takdirku"
See u to the next chapter