Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 190


__ADS_3

" Sayang apa kamu akan benar benar mengabaikan ku" keluh Dion


Ana hanya menatap layar handphone nya dan menonton Vidio dengan seksama.


" Sayang ayolah... kau sudah menonton Vidio itu puluhan kali" kata Dion sambil menarik ponsel dari tangan Ana..


" Kumohon hanya tinggal beberapa menit lagi" kata Ana memohon.


" Tidak...kau sudah menonton video pernikahan ini puluhan kali, sampai sampai kamu tidak memperdulikan aku sejak dua hari ini"


" Mas...ayolah aku hanya bahagia melihat mas Andra bahagia dengan Sely"


" Dan aku yang jadi korban disini" kata Dion sambil cemberut.


" Sayang... bukannya begitu aku hanya sudah tidak merasa bersalah lagi pada mas Andra, kini dia sudah menemukan wanita yang menjadi teman hidupnya"


" oh....jadi kamu tidak merasa bersalah karena sudah mengabaikan ku"


" Ha...ha.....kamu itu sangat lucu saat sedang cemberut begitu" kata Ana sambil mencubit keduanya pipi Dion lalu ia menaikkan tubuhnya dikedua paha Dion yang sedang duduk di tepi ranjang.


" Aku minta maaf ya " kata Ana sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Dion namun Dion tetap saja tidak bergeming.


Ana susah tau kebiasaan suaminya jika sedang ngambek, Ia ingin perhatian lebih dari dirinya.


" Jadi kamu marah nih??"kata Ana sambil mengelus pipi Dion dengan lembut, lalu ia mendapatkan bibir nya ke pipi Dion dan menciumnya beberapa kali.


" Aku akan ikut denganmu hari ini" kata Ana mengeluarkan senjata pamungkas nya,

__ADS_1


" Benarkah???" kata Dion dengan mata yang berbinar binar.


Ana mengangguk pertanda setuju, Dion langsung memeluknya dan menciumi seluruh wajahnya.


" Geli mas"kata Ana sambil bergelinjang di pangkuan Dion membuat bagian bawah Dion langsung menegang. Ana yang bisa merasakan tegannya milik suaminya hanya bisa tersenyum malu


" Tuh lihat kan, aduh sayang mas sangat tersiksa tidak boleh menyentuh mu"


" Yang sabar ya mas, mungkin satu atau dua bulan lagi bisa" kata Ana sambil mengelus elus dada Dion.


" Huhhhh....cobaan ini sangat berat sayang, aku tidak mampu menahan diriku saat berada didekat mu"


" Ya udah kamu siap siap kita akan pergi ke kantor tapi ingat kamu ngakk boleh capek capek dulu"


" Mas aku sangat kangen ke toko roti kita, apa kita bisa mampir sebentar???"


" Aku janji ngakk akan pegang apa apa, boleh ya mas??" pinta Ana dengan penuh harap matanya sengaja ia kedip kedipkan agar hati Dion meleleh.


Dion yang tidak tahan melihat kedipan istrinya langsung tertawa terkekeh melihat tingkah lucu Ana.


" Ya udah sayang kita mampir sebentar tapi ingat sama janji kamu, ngakk boleh pegang pegang apapun "


" Janji" kata Ana sambil mengangkat jarinya membentuk huruf v


" Bagus" kata Dion


" Aku mau siap siap dulu, mas tunggu aku dibawah ya!!"

__ADS_1


" Jangan lama lama ya sayang"..


Akhirnya setelah hampir setengah jam berbenah akhirnya Ana turun dari kamarnya. Dengan menggunakan gaun merah sebatas lutut Ana tampak begitu luar biasa cantik dimata Dion, kaki mulusnya tampak kelihatannya menyala dengan gaun merah menyala yang dipakainya.


Mata Dion tak berkedip melihat istri cantiknya itu, rambut hitam yang tergerai indah membuat Ana semakin cantik. Sudah lama Dion tak melihat Ana berdandan begitu cantik, apalagi sejak kehamilannya setiap hari Ana hanya memakai baju tidur longgar dan tidak pernah menggunakan make up.


" Mas ayo kita berangkat" kata Ana dengan senyum khas nya, membuat jantung Dion bergetar hebat.


" Kamu cantik sekali sayang!! sudah lama aku tidak melihat mu begini"puji Dion membuat Ana seketika menjadi malu


" Sudah ayo kita berangkat nanti kita terlambat"


" Tunggu sebentar" kata Andra sambil menarik Ana dekat dengannya, ia lalu kembali mencium pipi Ana.


" Mas nanti ada yang lihat, tuh lihat Bi Ina ada disana"


" Biar saja sayang"kata Dion sambil terus mencium Ana dan kali ini bahkan sudah menjalar ke lehernya.


" Mas kita pergi sekarang atau aku tidak akan ikut kamu hari ini" kata Ana mengancam dan langsung Dion menghentikan aksinya.


"Sebentar lagi sayang" kata Dion sambil cemberut menatap Ana.


" Ayo kita berangkat" kata Ana tidak memberikan penawaran.


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter*

__ADS_1


__ADS_2