
Sebelum baca Author ingatkan ya jangan lupa like komen, folow.. dan vote Author sebanyak banyaknya ya....
Happy reading beb....
Dion memasuki sebuah cafe untuk menemui seseorang, ternyata dia diam diam mengatur pertemuannya dengan Andra. Setelah mengumpulkan informasi tentang keberadaan Andra yang ternyata ada di Jakarta.Dengan berbagai cara akhirnya Dion berhasil mengajak Andra untuk ketemuan di sebuah cafe. Dion masuk ke dalam cafe dan ternyata Andra sudah menunggunya.
Dion segera duduk disampjng Andra, sungguh melihat keadaan Andra yang jauh berubah saat mereka bertemu. Penampila Andra tampak berantakan dan tubuhnya tampak lebih kurus dan tatapan matanya yang sangat sayu menambah kesan bahwa dirinya benar benar sedang di titik terburuk dalam hidupnya.
" Ada apa??" kata Andra langsung to the point.
" Bagaimana kalau kita minum dulu" kata Dion mencoba untuk santai.
" Ah...tidak usah basa basi,lagian cafe ini tidak menyediakan minuman berakohol"
" Sejak kamu kecanduan alkohol??" tanya Dion penasaran.
" Sejak istri mu meninggalkan ku" kata Andra santai sedangkan Dion sudah menatapnya dengan geram namun dia berusaha untuk sabar.
" Baiklah langsung saja" kata Andra dengan gaya acuhnya, sungguh ini berbeda saat Dion pertama kali bertemu Andraadalah tipikal laki laki yang ramah, sopan dan enak diajak ngobrol.
" Aku harap kamu tidak lagi mengganggu istri ku" Dion akhirnya mengatakan kegunaannya sedangkan Andra hanya menanggapinya dengan santai.
" Sudah kuduga" kata Andra dengan gaya super santai.
" Terimakasih kalau kamu paham maksud saya" kata Dion.
" Saya tidak pernah mengganggu istri anda tuan Dion, anda hanya terganggu dengan keberadaan saya" kata Andra sambil menyulut rokoknya dan mulai menyalakan api nya.
__ADS_1
" Apa anda sedang menantang saya???" kata Dion yang mulai berapi api.
"Apa anda merasa tertantang tuan Dion??" kata Andra sambil menghisap rokoknya.
" Saya ingin bicara secara baik baik dengan anda tuan Andra"
" Ha..ha... seperti nya anda sangat takut sekali kehilangan nona Ana, sampai sampai anda menyewa bodyguard untuk menjaga nya"
Gigi Dion gemeretuk karena menahan emosi nya.
" Apakah selama ini anda mengikuti istri saya??"
" Bisa dibilang begitu" kata Andra yang masih santai menghadapi Dion.
" Apa tujuan anda berbuat demikian??"
Dion terdiam mendengar ucapan Andra, hatinya bagai ditusuk ribuan kata kata yang membuat nya tidak berkutik.
" Anda kira apakah saya pantas ditinggalkan hanya untuk laki laki tukang selingkuh seperti anda"
" Andraa" kata Dion sambil menepuk meja cafe tersebut, membuat orang sekitar melihat ke arah mereka.
" Kenapa???apakah omongan saya ada yang salah??"
" Anda tidak berhak untuk menghakimi saya, dan saya peringatkan jangan mendekati isyri saya karena Ana adalah milik saya seutuhnya"
" Saya tidak bisa pastikan tuan Dion, tapi jika anda berani melukainya hatinya maka tanpa persetujuan anda saya akan mengambil nya" kata Andra sambil berdiri dan muali beranjak pergi.
__ADS_1
Dion benar benar frustasi mendengar kata kata Andra, sungguh ia mengira jika bertemu Dan mengobrol dengan Andra bisa menyelesaikan semua masalah tentang Ana.
Dion menatap kepergian Andra dengan tatapan kosongnya harapannya untuk bisa membuatnya Andra menjauhi Ana hanyalah sia sia. Dion mengepalkan tangannya pertanda kemarahan sedang menguasai dirinya.
Tidakkk...kau adalah milik ku
Tak kubiarkan kau pergi atau terluka
Aku akan menjagamu melebihi nyawaku
Aku berjanji untukmu bungaku
kau akan selalu tumbuh dan mekar dihatiku
Akan kujaga kau dengan cinta dan sayangmu
dan akan kubuat pagar berduri untuk menjagamu
Tidak...tidak seorangpun boleh menyentuh apalagi memiliki mu
Karena kau adalah warna dalam setiap musim hidupku..
tak akan kubiarkan warna itu pergi yang pasti akan membuat duniaku gelap..
Aku akan berjuang untukmu Ana
*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
__ADS_1
See u to the next chapter*****