
" Bian jangan lari lari, nanti jatuh" kata Ana sambil menggendongmu Bian yang kini sudah mulai aktif dan lincah.
Bian kini sudah berusia 1 tahun 1 bulan, Bian sudah mulai bisa berjalan, sehingga Ana kewalahan untuk menjaganya.
" Sayang mana kemejaku dan dasiku??" kata Dion dari kamar mandi
" Ya ampun setiap pagi benar benar sangat melelahkan"
Sambil menggendong Bian, Ana mengambil semua keperluan Dion dan memberikan nya padanya.
" Sayang dasinya mana??" kata Dion lagi dan kepala Ana Hampi pecah karena mengurus dua laki-laki sekaligus akhirnya Ana mengambilnya inisiatif untuk menyerahkan Bian pada Muna pengasihan Bian.
" Huh...ini mas aku benar benar kewalahan mengurus kalian berdua" kata Ana
" Tolonglah pakaikan dasiku sudah lama kau tidak melakukannya nya"
''Baiklah bayi besar" kata Ana sambil memasangnya dasi hijau di leher kemeja Dion.
" Bayi besar??" telinga Dion sepertinya geli mendengar Ana menyebutnya dengan bayi besar
" Iya aku begitu kewalahan mengurus dua bayi sekaligus,"
Dion memandangi wajah cantik Ana, meskipun tidak menggunakan make up tapi Dimata Dion adalagi Ana adalah wanita tercantik dalam hidupnya.
" Maaf kan bayi besar mu ini ya tuan putri" kata Dion sambil memeluk pinggang Ana
" Apa kau perlu baby sitter untuk mengurus bayi besar mu ini dengan Sena hati aku akan mencarikannya!!" goda Dion
__ADS_1
" Jangan coba coba" kata Ana sambil menjelaskan telinga Dion
" Ampun sayang...aku hanya bercanda" kata Dion dan Anapun melepaskan jewerannya dan ia mengusap telinga Dion yang kelima sudah memerah.
" Sakit ya mas?? maaf ya" kata Ana dengan wajah bersalah
" Tak apa sayang, aku senang kau marah.." kata Dion lagi dan iapun mencium bibir Ana dengan lembut.
" Maaf kau terlalu jelek karena bayi besar ini" kata Dion sambil mengelus rambut halus Ana.
"Sudah ayo kita turun dan segera sarapan nanti kamu terlambat!!"
" Bian mana??" tanya Dion
" Itu sama Muna, aku suruh dia memandikan Bian mungkin sebentar lagi mereka juga akan segera turun"
Jam menunjukkan jam 10.00 pagi, Bian sudah tertidur lelap karena tadi pagi dia bangun jam 4 pagi. Kali ini Ana bisa istirahat karena jagoan kecilku itu sudah tertidur pulas selesai mandi dan juga sarapan.
Anapun menyandarkan tubuhnya disampinh Bian yang sudah tertidur lelap, ia kemudian mengambil ponselnya dan betapa kagetnya ia karena sudah beberapa kali Lia menghubungi nya.
Ana pun menekan nomor Lia untuk menghubungi kembali.
Tut....Tut..
" Halo" akhirnya Lia menjawab panggilan Ama setelah Ana melakukan panggilan untuk kedua kali
__ADS_1
" Hai...Lia ada apa kau menghubungkan ku?? maaf tadi aku sibuk dan aku tidak melihat panggilan darimu"
Langkah saja Lia menangis membuat Ana terkejut
" Ada apa Lia, apa ada masalah??" tanya Ana
" Hiksss..aku benci...aku benci pada Miko" kata Lia sambil menangis sesenggukan membuat Ana jadi benar benar khawatir, ia lalu menuju teras kamar mereka supaya Bian tidak terbangun dari tidurnya.
" Lia ada apa??" kata Ana dan Lia tidak menjawab hanya suara tangisan yang bisa didengar oleh Ana.
" Miko jahat Ana, dia benar benar sudah tidak perhatian lagi padaku" kata Lia
" Ya ampun Li, kamu mau buat jantung aku copot kirain apa" kata Ana
" Sekarang coba ceritakan masalahnya apa"
Liapun menceritakan tentang bagaimana Miko yang begitu sibuk belakangan ini, dia benar benar tidak memperhatikan dirinya dan hal itu membuat Lia sedih. Ana yang menyimak cerita Lia sedih aneh karena Lia bukanlah tipe orang yang cengeng dan hari ini Ana benar benar bingung dibuatnya.
" Dengar ya Lia, istri dari seorang CEO kita harus sabar, aku juga merasakan hal yang sama terkadang mas Dion tidak punya waktu untukku dan Bian tapi aku sadar itulah resiko istri dari seorang pengusaha apalagi seperti Miko dan kamu harus mengerti itu"
" Tapi di benar benar keterlaluan bahkan di Anniversary kami yang pertama dia lupa, aku benar benar kesal" kata Lia dan Ana hanya terdiam mendengar nya
" Lia jangan terlalu membesar-besarkan masalah, aku heran padamu Lia yang aku kenal orangnya kuat dan tidak cengeng atau jangan jangan..." Ana menduga bahwa Lia sedang mengandung sehingga mengakibatkan dirinya menjadi terlalu sensitif
" Jangan jangan apa An??" tanya Lia penasaran
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
__ADS_1
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u