Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 295


__ADS_3

Genap sudah kandungan Ana berusia 9 bulan, setelah melewati masa masa sulit dalam kehamilan,kini Ana dan Dion menunggu anak ke dua mereka yang akan lahir ke dunia hanya dalam hidupnya hari.


Sore itu Ana sedang asyik bermain main dengan Bian di taman mendapat telfon dari Ray , sang adik. Setelah menikah Ray memang memilih langsung pindah rumah ke dekat hotel mereka, hal ini bertujuan agar Ray bisa mengawasi hotelnya dari tempat yang lebih dekat.


" Ada apa Ray??"kata Ana , tumben sekali Ray menghubungi nya.


" Begini kak" kata Ray sedikit sungkan, seolah ada yang ia sembunyikan dan sungkan untuk bertanya


" Katakan saja, apa ada masalah??" kata Ana, ia kemudian memilih duduk karena ia sudah merasa kelelahan setelah bermain cukup lama dengan Bian.


" Begini kak, dari tadi pagi Elena tidak mau dekat dengan ku, setelah aku mandi beberapa kali pun Elena masih tidak ingin dekat dengan kulit" kata Ray,


Ana hanya tertawa mendengar kata kata Ray, ia tahi apa yang menyebabkan Elena seperti itu, dan sebagai pasangan baru mungkin Ray tidak mengetahui hal tersebut.


" Ha....ha....Ha..." Ana tertawa lepas, ia bahkan bisa membayangkan wajah bingung Ray saat ini.


" Kenapa kak?? apalagi hal itu lucu bagi kalian para wanita??" tanya Ray dengan polosnya.


" Elena mana??" kata Ana


" Ada di kamar kak, dia sama sekali tidak ingin dekat denganku, katanya aku punya bau yang aneh" kata Ray


" Berikan ponselnya pada nya" perintah Ana


Setelah mengetuk pintu kamar, akhirnya Ray berhasil memberikan ponselnya pada Elena dan itu pun Ray harus berjuang agar tidak terlalu dekat dengan Elena.


" Aku benar benar tersiksa kalau begini" gerutu Ray sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Setelah Ana berbicara dengan Elena selama hampir setengah jam, baru Elena kemudian memanggil Ray yang sedang menunggu diluar.


" Mas Ray" panggil Elena bahkan ia matanya tampak berkaca-kaca, hal ini membuat Ray menjadi bingung.


" Kenapa menangis sayang??" kata Ray mendekat namun ia tetap menjaga jarak dengan Elena


" Ini" kata Elena sambil menunjukkan sebuah taspack berwarna biru


" Apa ini??" kata Ray sambil melihat dua gadis merah pada taspack tersebut.


" Dasar bodoh, itu artinya aku positif" kata Elena yang semakin tidak bisa membendung tangisnya


" Ka...ka ...kamu hamil" kata Ray tidak percaya, ia kemudian langsung memeluk Elena.


"Mas..." kata Elena sambil mendorong tubuh Ray, ia seperti ingin muntah ketika mencium bau tubuh Ray


" Maafkan aku sayang" kata Ray yang langsung menjauh dari tubuh istrinya


Setelah merasa baikan akhirnya Elena di ranjang sedang kan Dion memilih duduk di sofa yang berada agak jauh dari ranjang.


" Mas... akhirnya setelah delapan bulan menikah" kata Elena yang masih tidak percaya.


Elena ingat di bulan bulan awal pernikahan ia selalu melakukan tascpack hingga beberapa kali, bahkan ia melakukan hal tersebut sebelum tanggal ia mendapat tamu bulanan. Kerena di empat bulan pertama hasilnya selalu negatif membuat Elena jadi malas untuk melakukan tes. Sudah dua hari Elena sebenarnya telat namun karena masih trauma untuk melakukan tes maka Elena tidak kepikiran kalau dirinya sedang hamil.


Setelah berbicara dengan Ana, kakak ipar nya itu menganjurkan nya untuk melakukan tes, kerena menurut nya Elena pasti sedang mengandung saat ini.


Awalnya Elena ragu namun ia berpikir tidak ada salahnya, dan benar saja setelah melakukan tes kehamilan Elena akhirnya melihat dua garis merah yang tertulis pada taspack tersebut.

__ADS_1


" Sayangnya aku tidak bisa memelukmu" kata Ray


" Sabar ya mas" kata Elena, ia sebenarnya juga kasihan melihat Ray, tapi ia tidak bisa berbuat apa apa.


Sementara Ana yang batu saja menyarankan Elena untuk melakukan taspack hanya tersenyum melihat pasangan yang baru saja membina rumah tangga itu


Ana tersenyum membayangkan wajah Ray yang kebingungan melihat sikap Elena yang tidak seperti biasanya.


Shanty yang mencari keberadaan Bian dan Ana terheran melihat Ana yang tersenyum senyum sendiri. Ia bertanya apa yang sedang ada di pikiran menantu kesayangan nya itu.


" Kamu kenapa sayang, kok senyum senyum sendiri??" tanya Shanty yang juga mengambil posisi duduk.


" Aku baru saja mendapat telepon dari Ray ma"


" Memangnya kenapa??" tanya Shanty penasaran


Anapun menceritakan apa yang sedang terjadi antara Ray dan Elena, Ana benar-benar tidak bisa menahan ketawanya saat mendengar Ray yang begitu kebingungan.


" Ya ampun, semoga saja Elena memang benar hamil ya sayang" kata Shanty yang juga ikut merasa geli.


" Kalau menurut ku sih ma Elena benar benar hamil, aku juga pernah merasakan hal begitu ketika sedang mengandung..."


Ana terdiam, ia kemudian ia saat ia hamil untuk ketiga kalinya, sayangnya putri kecil nya itu harus ke sebelum Ana memeluk nya.


" Jangan diingat lagi sayang, apakah sekarang kamu sedang hamil, bersyukurlah karena Tuhan telah mengganti nya dengan yang baru"


Ana Kemudian melihat ke arah Shanty, Kali ini Ana sependapat dengan ibu mertuanya itu. Banyak hal yang membuat nya bersyukur dan hal yang menyediakan itu tidak perlu diingat lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u


__ADS_2