
Ana benar benar tidak nyaman dengan sikap Dion belakangan ini, selama beberapa hari terakhir ini Dion selalu pulang diatas jam 22.00 malam saat sudah tidur dan pergi sebelum Ana bangun di pagi hari.
Malam ini Ana bertekad untuk menunggu Dion,dia berusaha menahan kantuknya agar dia dapat berbicara dengan Dion karena selama beberapa hari ini ia merasakan perasaannya tidak enak.
Jam sudah menunjukkan hampir tengah malam tapi Dion belum juga pulang, hatinya bertambah gelisah dan penuh rasa khawatir, tidak biasanya Dion bersikap seperti itu padanya.
" Kenapa mas Dion belum pulang juga ya?? apa jangan jangan ada masalah yang serius dikantor nya atau jangan jangan???"
" Tidak mas Dion tidak mungkin berselingkuh!! dia begitu mencintai aku dan bayi ini" kata Ana sambil menenangkan diri nya
Wajar saja jika Ana menaruh kecurigaan kepada Dion karena selama beberapa hari ini Dion benar benar tidak memperhatikan dirinya bahkan beberapa hari ini mereka tidak berciuman seperti kebiasaan mereka.
" Kreettt" pintu kamar Ana tiba tiba terbuka dan jam sudah menunjukkan diangka12.30 malam
" Mas" desis Ana, dia lalu bangun dari ranjang untuk menyambut suaminya.
" Kenapa kamu belum tidur??" kata Dion dengan datar dan tampak wajahnya sangat kelelahan,
" Mas aku memang sengaja menunggu mu" kata Ana yang mendekat dan memeluk suaminya dari belakang
" Ah...aku begitu merindukan mu" kata Ana
" Mas mau mandi dulu, kamu tidur saja duluan" kata Dion sambil bergegas ke kamar mandi.
Ana terhenyak dengan sikap Dion padahal ia begitu berharap Dion mencium keningnya seperti kebiasaan Dion sehabis pulang kerja.
" Ada apa??? perasaan ku berkata pasti telah terjadi sesuatu dengan mas Dion, mengapa ia bergitu dingin??"
__ADS_1
Ana sengaja menunggu Dion keluar dari kamar mandi dan hampir satu jam Dion dikamar mandi membuat kesabaran Ana benar benar sedang diuji.
Begitu Dion keluar dari kamar mandi Ana tidak dapat lagi menahan perasaan dan berbagai pertanyaan di dalam hatinya.
"Mas apa yang sedang terjadi???" tanya Ana dengan serius dan Dion diam saja
" Mas apakah terjadi sesuatu sehingga membuat mu jadi begini?? ayo katakan!!" desak Ana yang menjadi lebih tidak sabar lagi
Setelah diam beberapa saat akhirnya Dion angkat bicara, dia juga telah merasa bersalah karena telah mengabaikan Ana beberapa hari ini karena persoalan bisnis nya beberapa hari belakangan ini bertambah buruk.
" Tidak apa apa kok sayang" kata Dion yang tidak ingin membuat Ana khawatir apalagi saat ini Ana sedang mengandung anaknya
" Mas bohong" kata Ana dengan ketus
" Mas hanya kelelahan saja karena belakangan ini banyak pekerjaan di kantor"
" Aku tau mas sedang berbohong padaku, selama beberapa hari ini mas bersikap dingin padaku bahkan kita tidak saling bicara karena kesibukan mas"
" Apa kau sudah menemukan wanita lain sehingga kau bersikap begini padaku??"
Kata kata Ana membuat Dion tersentak, ternyata sikapnya beberapa hari ini membuat Ana menjadi salah paham terhadap dirinya.
" Apa yang kau katakan sayang??" kata Dion sambil langsung memeluk Ana
" Katakan mas!!" kata Ana menuntut penjelasan
" Sayang aku bersumpah tidak ada wanita yang bisa menggantikan dirimu, aku hanya mengalami beberapa masalah di kantor maka dari itu aku butuh sedikit waktu untuk memperbaiki semuanya"
__ADS_1
" Masalah apa???" tanya Ana
Dion tidak tahu harus mengatakan apa pada Ana karena kondisi perusahaan sedang membutuhkan beberapa investor agar dapat bergerak secara normal dan untuk itu Dion harus berusaha kerasa untuk menarik minat para penanam saham untuk menggerakkan kembali bisnis nya. Hai ini diakibatkan beberapa investor menarik saham dari perusahaan Dion dan saat ini Dion sedang berusaha mencari alasan kenapa hal ini terjadi.
Selama beberapa hari ini Dion, Gio dan beberapa karyawan handal lainnya berusaha mencari alasan dibalik ini semua dan mereka menemukan bahwa Farma grup terlibat dalam hal ini namun karena belum adanya bukti kuat membuat Dion harus bekerja lebih keras.
" Sayang bisakah kita membicarakan ini lain kali, aku ingin istirahat aku benar benar lelah hari ini" kata Dion meminta pengertian dari Ana
" Baiklah kau memang sudah berubah" kata Ana dengan kesal, ia lalu pergi ke ranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Ana mencoba menutup matanya dan tidak ingin melihat wajah Dion sama sekali, i memiringkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
" Sayang apa kau masih marah??" kata Dion yang duduk di tepi ranjang
" Sayang!!!" ulang Dion namun ia tidak mendapatkan respon dari Ana. Dion lalu berinisiatif untuk membuka selimut Ana dan ia melihat Ana sudah menutup matanya tapi Dion tahu Ana sedang pura pura tidur. Ia pun memeluk tubuh Ana dan menggelitik lehernya dengan pelan sehingga Ana langsung merasa geli, ia lalu tertawa dan membuka matanya.
" Kau jahat sekali" kata Ana sambil menjambak rambut Dion
" Awwww" keluh Dion sambil menghentikan tangan Ana yang terus menjambak rambutnya
" Hentikan sayang" kata Dion
" Kenapa kau tidak mau berterus terang kepadaku, aku ingin sekali tau apa yang sedang terjadi padamu!!" kata Ana dengan kesal
" Baiklah..." kata Dion akhirnya
" Sekarang perusahaan Wiradmaja grup sedang mengalami masalah"kata Dion
__ADS_1
" Masalah apa mas?? apakah itu serius??"
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...