
Andra masuk ke kamarnya dengan hati tak menentu, sekarang ia harus mempersiapkan kata kata agar ia berhasil membujuk Sely.
Begitu masuk ke dalam kamar ia melihat Sely sudah terbaring dikasur dengan posisi sudah ditutupi oleh selimut tebal. Andra menarik nafas panjang, ia lalu pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Selesai mandi Andra lalu keluar dan melihat Sely masih dengan posisi yang sama, sebenarnya ia sangat lelah dengan perjalanan hari ini dan sekarang ia bertambah lelah melihat kecemburuan istrinya.
Andra menarik nafas panjang sambil mendekati istrinya.
" Sayang..." panggil Andra yang sudah duduk ditepi ranjang namun Sely tidak menjawab bahkan ia tidak bergeming dari tempat tidur.
" Sayang...apa kau mendengar ku??" kata Andra dan Sely mulai bergerak dari posisinya.
" Aku tau kau belum tidur bangunlah aku ingin bicara denganmu" kata Andra sambil membuka selimut Sely dan ia melihat Sely sedang menangis di balik selimut.
" Sayang...aku minta maaf" kata Andra
Sely memiringkan wajahnya agar tidak bertatapan dengan Andra dan kali ini tubuh Sely bergetar karena tangisannya.
" Aku... benar benar minta maaf"kata Andra berusaha membujuk istrinya, ia lalu menarik Sely dan mengubah posisinya menjadi duduk.
" Apa kau begitu marah??" tanya Andra
" Tidak" kata Sely dengan ketus dan Andra atau Sely berada di puncak kemarahannya
" Aku minta maaf sayang, aku tidak berniat untuk mengabaikan mu" kata Andra dengan lembut.
" Kau benar benar keterlaluan mas, kau bahkan tidak menjawab panggilan ku. Kau benar benar sudah melupakan ku"
" Bukan begitu sayang, aku hanya tidak memegang ponsel saat itu apalagi keadaan benar benar sangat bahaya makanya aku tidak melihat penggilan darimu"
" Kau bahkan tidak mengkhawatirkan ku tapi Ana begitu kau perhatikan. Kau benar benar jahat mas"
Sely benar benar mengeluarkan isi hati saat itu dan Andra hanya dapat mengela nafas melihat kemarahan istrinya itu.
__ADS_1
" Apa kau benar benar cemburu saat ini? Kau benar benar kelihatan cantik dan seksi ketika sedang cemburu" kata Andra berusaha membujuk istrinya itu.
" Aku tidak cemburu " sangkal Sely dan wajahnya tampak memerah menahan kemarahannya.
" Benarkah?? jadi mengapa kau terlihat marah?? Aku tau kau sedang cemburu karena aku memberikan sedikit perhatian kepada Ana"
" Sedikit?? kau begitu memperhatikannya tadi" kata Sely dengan kesal.
" Jadi karena itu cemburu??" goda Andra lagi.
" Apa aku salah jika cemburu, apakah aku salah jika aku marah jika melihat suamiku memperhatikan istri orang lain" kata Sely yang kemudian mulai terisak.
Andra langsung diam melihat kemarahan Sely padahal dalam hatinya ia tidak bermaksud untuk membuat Sely marah atau cemburu
" Kau tau sayang, aku bahkan hampir gila kerena mendengar mu tidak pulang kerumah aku dan yang lainnya benar benar sangat khawatir hingga kami langsung tergesa gesa untuk kembali" kata Andra menjelaskan
" Percayalah sayang, aku benar-benar sangat mengkhawatirkan mu" buku Andra lagi
"Aku tidak percaya," kata Sely
" Aku bahkan berani bersumpah demi apapun kalau aku tidak lagi mencintai Ana, yang kuinginkan saat ini adalah bersama mu dan anak-anak kita kelak" kata Andra dengan emosional.
Mendengar keseriusan Andra, Sely seperti mendapatkan pukulan karena tidak percaya pada suaminya sendiri. Ia lalu memeluk Andra dan menangis di pelukannya.
" A..apa aku salah jika aku cemburu??" kata Sely sambil terisak-isak
" A..ku takut kehilanganmu dirimu" kata Sely lagi.
Andra begitu lega mendengar kata kata Sely, kini ia bisa bernafas lega karena ia yakin Sely akan memaafkan nya.
" Maafkan mas ya sayang, aku yang salah karena tidak memberikan mu kabar" kata Andra membelai rambut Sely dipelukannya.
Sely mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Andra dan Andra hanya menatapnya dengan senyuman nya. Andra kemudian mendekat kan wajahnya dan menempel bibir mereka masing masing.
__ADS_1
Untuk beberapa saat mereka menyatu dengan perasaan mereka masing masing, meleburkan segala kegelisahan dan keraguan yang sempat menghampiri Sely.
" Aku akan selalu mencintaimu.. percayalah" bisik Andra di sela sela ciumannya.
Sementara dikamar Ana dan Dion
Ana duduk di ranjang dan merebahkan kepalanya di kepala ranjang yang empuk itu.
" Kamu pasti kelelahan ya sayang" kata Dion sambil mendekat dan mulai memijit kaki Ana..
" Tidak usah mas, kau juga pasti merasa lelah"
" Tak apa sayang, aku benar-benar ingin melakukan nya" kata Dion sambil memijit kaki Ana.
" Lebih baik aku mandi dulu mas, aku ngakk nyaman pakai baju ini" kata Ana sambil berdiri dan mengambil baju ganti yang diberikan oleh Sely.
" Bagaimana kalau kita mandi sama sama" kata Dion
" Moduss" kata Ana sambil tertawa
" Ayolah sayang kau tidak tau betapa tersiksanya aku selama beberapa hari ini dan aku hanya ingin berdua denganmu saat ini"
" Baiklah tapi untuk saat ini aku benar-benar tidak ingin melakukan yang lain, aku benar benar lelah dan ingin istirahat" kata Ana
" Siap nyonya, tuan berjanji tidak akan macam macam" kata Dion
Akhirnya mereka berdua mandi bersama didalam kamar mandi itu, meskipun Dion telah berjanji untuk tidak melakukan itu nyata nya Dion tidak bisa menahan hasratnya ketika melihat tubuh mulus istrinya terpampang nyata dihadapannya.
" Mas...tadi mas udah janji lih" kata Ana berusaha menghindar saat Dion mulai meraba seluruh tubuhnya dengan busa sabun
" Aku..aku benar benar tidak bisa menahannya sayang" kata Dion yang sudah di ujung hasratnya.
Ana yang tidak tega menolak permintaan suaminya akhirnya tidak menolak permintaan Dion dan lagi pula ia juga benar benar larut dalam sentuhan Dion.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...