
Jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya para readers sekalian.
Happy reading...
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Setelah melepas rindu dengan semua keluarga, akhirnya Ana dan Dion segera naik ke kamar mereka yang sudah lama tidak ditempati, selama Ana pergi Dion memilih tidur di ruang tamu karena setiap dia ada di kamar itu Dion selalu merindukan Ana.
Ana terduduk di ranjang yang sudah lama tidak ditempati nya, dia memandang sekitar kamar tersebut, Dion yang melihat Ana langsung menghampiri nya.
Dion kemudian berlutut dihadapan Ana,entah ini sudah yang keberapa kalinya Dion bersimpuh dihadapan istri nya.
" Sekali lagi mas minta maaf ya sayang, mas ingin coba sekali kalu mempertahankan keluarga kecil kita" kata Dion sambil menatap ke arah Ana namun Ana tetap tidak bergeming.
" Kasih sekali lagi kesempatan untuk mas, mas mohon sayang" kata Dion yang mulaimengeluarkan airmata, Ana yang melihat hal itu sedikit tersentuh namun ia tetap saja tidak menghiraukan perkataan Dion
" Beri mas waktu 6 bulan untuk menunjukkan keseriusan mas setelah itu kamu boleh putuskan tetap bersama mas atau berpisah dari mas" kata Dion memberikan penawaran.
" Baiklah aku setuju dengan permintaan mas tapi selama 6 bulan mas ngakk boleh nyentuh aku, ngakk boleh campuran urusan pribadi Ana dan apapun keputusan Ana mas harus menuruti nya"
" Baiklah sayang jika itu permintaan kamu mas setuju"
" Hmmm mulai malam ini mas tidur si sofa"
" Apapun yang kamu katakan mas setuju"
____________________________________
__ADS_1
Malam semakin larut Ana tampak begitu terlelap dalam tidurnya, mungkin karena kelelahan di perjalanan Ana begitu terlelap. Dion mendekati Ana sambil memandang wajahnya, kehangatan yang lama hilang kini menjalar kembali memenuhi hatinya.
" Terimakasih Tuhan kau berikan aku sekali kesempatan untuk mendapatkan istriku kembali. Sayang apapun akan kulakukan untuk membuat mu tetap disini"
Dengan sangat hati hati Dion mendekatkan wajahnya ke wajah Ana sehingga jarak diantara mereka sangat dekat, dengan perlahan Dion mencium kening dengan lembut.
" Ya ampun sudah lama aku tidak merasakan sensasi ini"Dion tersenyum melihat wajah cantik Ana.
" Dion kamu punya waktu 6 bulan , ayo semangat jangan biarkan istrimu pergi dan hilang lagi" Kata Dion menyemangati dirinya sendiri.
" Selamat malam sayang" Kata Dion sambil membelai rambut Ana, kemudian ia beranjak ke sofa dan merebahkan tubuhnya disana. Dion tidur dengan damainya baru kali ini ia bisa tidur dengan nyenyak walaupun hanya sofa.
Ana terbangun dari tidurnya, ia melihat ke arah jam dinding dikamar nya, ternyata jam sudah menunjukkan hampir pukul tujuh pagi. Ia tersentak dan segera bangun, ia mengambil ponselnya yang terletak di nakas tepat di samping ranjangnya.
Ana melihat layar ponsel nya dan ternyata sudah berisi puluhan chat dari Andra, ia membuka satu persatu chat tersebut. Saat sedang asyik membaca chat dari Andra tiba tiba saja Dion keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi.
" Pagi sayang" Kata Dion sambil tersenyum manis.
" Ayo cepat mandi, kita sarapan bareng"
" Kamu duluan saja" Kata Ana
" Baiklah aku duluan, kamu dandan yang cantik ya sayang" Kata Dion sambil mencubit hidung Ana dan segera berlalu dengan senyum.
" Kamu..." belum selesai Ana bicara Dion sudah berlalu dari hadapannya.
Selesai mandi Ana pun segera mengenakan gaun pink selutut serta riasan sedikit di wajahnya. Ana tampak lebih segar dan rambutnya yang tergerai membuat dia semakin kelihatan mempesona.Ana melihat pantulan dirinya di cermin dan mulai berkata pada dirinya sendiri
__ADS_1
" Sabar Ana ini hanya 6 bulan setelah itu kamu bebas"
Ana segera turun dan ternyata semua orang sudah menunggu kedatangan Ana. Dion yang melihat Ana tampak ternganga dengan kecantikan Ana pagi ini, jantungnya berdegup lebih kencang,jiwanya seolah hidup melihat wanita yang dicintainya kembali.
" Pagi sayang" kata Shanty
" Maaf ya ma Ana terlambat" kata Ana sedikit malu.
" Ini pasti karena ulah kak Dion membuat kakak ipar kelelahan" Kata Ray dengan wajah tak bersalah.
" Ray kamu jangan menggoda kakakmu pagi pagi begini" Kata Aldi
" Oh ya Ana kamu Ikut mas ke kantor ya, hari ini mas ada pertemuan dengan rekan bisnis mas"
" Lah apa hubungannya denganku biasanya kamu juga tidak pernah mengajakku"
" Emangnya Ana harus ikut Dion??" tanya Aldi.
" Ngakk sih pa, aku hanya ingin memperkenalkan menantu Wiradmadja yang cantik ini"
" Bilang aja kakak ngakk bisa jauh dari kak Ana... Modus" kata Ray sambil mengunyah makanannya.
" Kamu mau kan ikut mas hari ini??"
" Hmm baiklah" kata Ana dengan berat hati, ia tidak mungkin menolak keinginan Dion di depan keluarganya.
See u to the next chapter
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah like,komen ,vote dan follow AUHTOR ya. Vote yang banyak Agar author semangat up nya.
Maaf jika ada typo, author Sangat berterimakasih jika ada yang mengingatkan nya******.