Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 124


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan jangan lupa like, Komen, vote dan follow author ya...


Happy reading....


6 Bulan sudah Ana dan Dion menjalani perjanjian yang mereka buat, hari ini sesuai dengan kesepakatan Ana harus membayar keputusan apakah dia memilih bertahan batau memilih sendiri jalan hidupnya.


Ana memandang cermin dan melihat pantulan dirinya disana, Ana kembali teringat dengan pesan Andra tadi malam yang ingin bertemu dengannya secara langsung.


" Ana besok aku akan datang ke Jakarta untuk mendengar kepastian darimu. Aku harap kamu tidak mengecewakanku"


Ana membaca pesan itu berulang-ulang.


" Baiklah Ana kamu harus menemuinya dan mengatakan yang sebenarnya"


Ana kembali menyisir rambut nya, Dion yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri Ana didepan meja riasnya.


" Hmmm... tumben lama dandannya???"kata Dion sambil tersenyum kepada Ana.


" Biasa aja kok mas"kata Ana yang masih menyisir rambutnya, Dion kemudian mengambilnya sisir dari tangan Ana dan mengambil alih atas rambut Ana. Dion menyisir rambut Ana dengan perlahan.


" Sayang apa kamu siap???"


" Maksud mas??" kata Ana pura pura bodoh padahal ia tahu maksud Dion.


Dion berjongkok tepat dihadapan Ana, dia menggenggam tangan Ana dan mencium nya beberapa kali.


" Sayang mas butuh kepastian" kata Ana mambuat Ana seketika tertunduk.


" Apa kamu mau mengulang semuanya ini dari nol lagi" kata Dion penuh harap, mata bulatnya benar benar sedang memohon.

__ADS_1


Ana memberanikan diri menatap suaminya yang sedang berlutut di hadapannya.


" Mas kamu benar benar manis kalau sedang memohon gini" desis Ana dalam hati, ingin rasanya Ana mencium pipi Dion pada saat itu.


" Mas aku ingin ketemu mas Andra hari ini!" kata Dion membuat seketika frustasi.


" Apa kamu akan meninggalkan ku??" tanya Dion dengan was was.


" Nanti mas akan tau sendiri" kata Ana seolah membuat teks teki.


" Tapi sayang...."


" Tolong hargailah keputusan ku, apapun yang kupilih mas akan menghormati nya kan?? Seperti janji mas 6 bulan yang lalu" Kata kata Ana membuat Dion tak bisa berbuat apa apa.


" Baiklah sayang apapun keputusan kamu mas akan selalu menghormatinya" Kata Dion sambil mencium tangan Ana lagi.


" Kamu benar benar manis mas"


Ana masuk ke dalam cafe yang tak jauh dari rumahnya, dengan pelan Ana menghampiri Andra yang sudah duduk di meja yang sudah dipesan nya.


" Mas"


Andra melihat si pemilik suara tersebut dan dugaan nya benar, dia adalah Ana sosok yang begitu dirindukannya selama 6 bulan belakangan ini. Jantung Andra seolah hidup melihat gadis yang sedang berdiri dihadapannya, Andra ingin segera memeluknya dan bahkan ingin langsung membawanya.


" Silahkan duduk" kata Andra sambil tersenyum manis, Anapun memelas senyuman Andra denga seadanya.


" Mas apa kabar??" Ana sengaja berbasa basi, sungguh rasa bersalah kini begitu menguasainya hatinya, hingga dia benar benar sesak.


" Beginilah, aku kehilangan separuh jiwaku setelah kamu pergi" Kata Andra sambil terus memandangi Ana.

__ADS_1


" oh ya mas ngakk mau makan" Tanya Ana berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Tidak cukup melihat kamu mas udah kenyang, mas benar benar merindukanmu Ana"


Ana tertunduk mendengar semua ucapan Andra, bagaimana jika ia mengatakan bahwa ia akan mempertahankan rumah tangganya.


" mas bagaimana aku harus menjelaskannya,aku takut jika kamu akan benar benar terluka"


" Labuh baik kita makan dulu mas, Aku benar benar lapar" kata Ana yang masih mengulur waktu


" Baiklah silahkan kamu pesan apa yang kamu suka"


Akhirnya mereka memilih makan sebelum membicarakan hal hal yang pastinya akan menguras emosi.Selesai makan Andra pun memperjelas soal hubungan mereka.


" Ana kamu Taukan maksud kedatangan mas?? aku harap kamu tidak mengecewakanku"kata Andra membuat Ana benar benar salah tingkah.


" Mas..." suara Ana terdengar sangat berat, seketika Andra menjadi ragu, ia benar benar takut jika harus kehilangan Ana.


" Aku... memilih bertahan" kata Ana sambil tertunduk, ia tak bisa melihat Andra hatinya betul betul dipenuhi rasa bersalah.


"A..apa maksudmu Ana??" kata Andra yang sudah mulai merasa lemas.


" Ma...maafkan aku mas Andra, aku benar benar minta maaf. Ijinkan aku untuk bersama suamiku"


" Kamu pasti bercandakan??"


" Maafkan aku mas, aku harap kamu mengerti ternyata memutuskan hubungan itu bukanlah mudah apalagi hubungan suami istri"


" Jadi kamu lebih memilih laki laki tukang selingkuh itu dari pada Aku??"

__ADS_1


" Sekali lagi aku minta maaf. Aku yakin kamu akan menemukan gadis yang lebih baik daripada aku".


See u to the next chapter


__ADS_2