
Anthoni perlahan membuka kelopak matanya,kepalanya terasa berat, ia memandang sekeliling, dia mencoba untuk duduk namun badannya terasa sakit.
" Aku dimana? " kata Anthoni yang mencoba untuk duduk, namun tiba tiba ada wanita muda yang membantunya untuk duduk. Anthoni memandang wanita yang mencoba membantunya.
" Aku dimana" kata Anthoni
" Mas ada di klinik xx"jawab Vina.
" Kamu siapa? " tanya Anthoni.
" Aku Vina mas, aku menemukan mas dengan kondisi tak sadar makanya aku bawa mas ke klinik" kata Vina menjelaskan.
" Maaf mas...??"
" Panggil aku Anthoni"
" Mas biasakan hubungi keluarga mas, soalnya aku mau pulang" Kata Vina.
Anthoni melirik jam dinding ini sudah menunjukkan jam 3 pagi.
" Ini udah subuh sebaiknya kamu pulang besok pagi saja, dan terimakasih sudah membawaku dan menjagaku, sebagai gantinya aku akan memberikan imbalan padamu besok ,jadi istirahatlah" .
" Mas Vina ngakk butuh imbalan melihat mas sudah sadar saya sudah lega, saya ikhlas kok nolongin mas" kata Vina dengan tulus.
__ADS_1
Anthoni hanya diam saja mendengar perkataan wanita yang baru saja dikenalnya ini. Dia sungguh terharu melihat ada wanita yang membawanya dan bahkan sampai menunggu nya sadar. Vani pun menurut memang ia meresa kelelahan dan ingin memejamkan matanya dari tadi tapi karena dia khawatir pada kondisi Anthoni ia pun memutuskan untuk menunggu nya sadar.
Vina pun merebahkan kepalanya di ranjang Anthoni, dan karena merasa kelelahan yang luar biasa Vina pun segera tertidur.
Tiba tiba saja ingatan Anthoni tertuju pada Ana, ada perasaan sedih dan juga rindu yang menyusup di dadanya.
" Ana secepat kah itu kah kamu melupakan mas?? Mas sangat menderita Tanpa kamu sayang? Apa yang harus mas lakukan agar kamu kembali ke pelukan mas?? Ana mas merindukanmu sayang".
Dalam diam Anthoni meneteskan air mata, dia memandang langit langit kamar klinik tersebut ada Ana disana, ada senyumnya, ada tawanya namun ia segera sadar bahwa itu adalah khayalan.
Dion memalingkan wajahnya dan memandang gadis yang tidur dalam posisi duduk disamping ranjangnya. Gadis ini bahkan rela tidur dengan posisi seperti itu hanya untuk menjaga dirinya, tanpa disadari Anthoni tersenyum melihat gadis yang berada di samping ranjangnya.
" Pasti dia kelelahan" batin Anthoni.
" Arghhhh" Anthoni menjambak kasar rambutnya. Dia benar benar frustasi tiba tiba ponsel Anthoni berdering ternyata itu dari Mia sang ibu.
" Halo nak" kata ibu Mia dari seberang"
" Halo Bu"
" Kamu dimana, kok jam segini kamu belum pulang, kamu lagi ada tugas ya dikantor?? tanya Mia yang dari tadi malam mengkhawatirkan Anthoni.
" Ma, Anthoni sedang ada di klinik Bu" ka
__ADS_1
" Loh kok kamu ada di klinik? Kamu sakit yang nak? kata Mia sedikit khawatir.
" Anthoni ga apa apa kok ma, cuman luka kecil aja"
" Luka?? kamu berantam ??"
"Ngakk kok ma, tak sengaja Anthoni terjatuh dari motor" kata Anthoni berbohong.
" Ya ampun nak, kamu hati hati dong bawa motornya? jadi siapa yang bawa kamu ke klinik itu??"
" Namanya Vani Bu, dia yang bawa Anthoni kemari".
" Kamu di klinik mana biar ibu datang sekarang" kata Mia yang bertambah panik.
" Nanti Anthoni kirim alamatnya tabu, ibu datang sekitar jam 8 pagi aja, ibu istirahat aja sekarang" kata Anthoni berusaha menenangkan ibunya.
" Tapi nak, ibu ngakk bisa tenang, ibu kepikir kamu terus"
" Ibu, ngakk usah khawatir sama Anthoni, besok pagi aja ibu datang sekarang ibu istirahat aja dulu ya"
" Baiklah nak, tunggu ibu ya"
Anthoni pun menutup telfonnya dan lagi lagi matanya tertuju pada gadis yang sedang tidur disamping ranjangnya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote author dong.