
Dion bergegas meninggalkan Karin yang masih mematung di loby kantor nya.Begitu sampai di ruangannya Dion melihat Ana yang duduk termenung.
" Sayang" kata Dion mendekati istrinya, ada gurat kesedihan dalam wajahnya.
" Mas,,,Mbak Karin itu siapanya mas?" Selidik Ana.
" Dia itu bukan siapa siapa Sayang, dia itu cuman masa lalu mas"
" Kamu mengenal Karin??"
" Iya dia adalah putri Bu Tina, majikan Ana waktu Ana kerja ditoko"
" O...."
"Dia Mantan pacar mas ya?? tanya Ana lagi
" Udahlah sayang kita ngakk usah bahas dia, malas " kata Dion sambil mengelus dagu Ana.
Ana masih saja cemberut, dia tidak puas dengan jawaban suaminya. Dion yang melihat wajah Ana langsung memeluk nya.
" Sayang dia itu hanya masa lalu, kamu percaya ya sama mas dihati mas cuman ada kamu dan calon anak kita" kata Dion sambil mengelus perut Ana yang masih rata.
" Ya udah kamu lanjutin makannya ya"
" Ana Uda kenyang mas, mas aja yang makan" kata Ana.
" Kok gitu sih kamu baru makan sedikit loh" kata Dion sedikit memaksa.
" Ga mas Ana takut mual lagi"
" Ya udah sekarang kamu yang suapin mas ya" pinta Dion dengan nada yang sedikit manja.
" Ya udah sini mas suapin" kata Ana sambil mengambil makanan dan mulai menyuapi Dion.
__ADS_1
Karin yang ternyata belum pergi dari kantor itu melihat semua kemesraan Dion dan Ana merasa sakit. Karin tidak menyangka begitu cepat Dion melupakannya.
" Aku akan merebut mu kembali mas, kamu akan jadi milikku lagi, aku ngakk rela kamu jadi milik orang lain"
Karin pun meninggalkan kantor Dion dengan perasaan yang bercampur aduk. Tindakan penolakan yang dia lakukan ternyata.berujung sakit.
Jam menunjukkan jam 01.00 dini hari tiba tiba saja Ana merasa lapar dan ingin sekali makan spaghetti pedas . Dia pun segera membangunkan Dion
" Mas... mas" kata Ana sambil menepuk pipi Dion.
" Ada apa sayang??? tanya Dion sambil mengucek ucek matanya yang masih mengantuk.
" Mas anak kita lapar " kata Ana sambil mengelus perutnya.
Dion langsung semangat mendengar kata Anak kita.
" O..ya dia mau makan apa sayang?? tanya Dion yang juga mengelus perut Ana.
Ana menjadi geli melihat tingkah suaminya.
" Ya udah kamu tunggu disini biar mas buatin" kata Dion.
Dengan semangat Dion pun memasak spaghetti untuk Ana. Sesudah selesai membuat spaghetti Dion pun membawanya ke kamar, begitu Dion masuk ternyata Ana sudah terlelap tidur.
" Sayang...." kata Dion berbisik tepat ditelinga Ana.
Ana menggeliat dan mulai membuka matanya.
" Sayang spaghetti sudah jadi kamu makan ya? kata Dion
" Ana ngakk lapar lagi mas" kata Ana yang masih mengantuk. Dion yang mendengar hal tersebut langsung merasa lesu.
" Ayolah sayang makan sedikit saja mas udah capek capek loh buatnya " kata Dion.
__ADS_1
Ana yang melihat wajah kecewa suaminya langsung mengambil spaghetti dan mulai memakannya.
Dion yang melihat Ana mau makan spaghetti buatannya langsung merasa senang.
" Enak ga sayang?? tanya Dion .
" Enak mas, mas mau coba, nih Ana pun menyuapi Dion .
" Enak ka?? kata Ana
" Enak sih tapi ini kepedasan deh sayang" kata Dion yang merasa lidahnya mulai terbakar rasa cabai. D
" Ngakk loh mas, ini enak" kata Ana
" Apa ini ngakk kepedasan sama dedek bayinya?? tanya Dion sedikit khawatir.
" Ga mas, dedek bayinya suka" kata Ana sambil terus mengunyah makanannya.
Dion tersenyum melihat Ana yang lahap memakan makanannya.Selasai makan Ana pun merasa sangat kekenyangan.
" Kamu udah kenyang?? "tanya Dion
" Udah mas makasih ya udah masakin spaghetti untuk Ana"
" Eitsss terimakasih ngakk cukup kamu harus kasih hadiah sama mas"
" Hadiah? Hadiah apa?? tanya Ana sedikit bingung.
Dion pun langsung memeluk Ana dan mulai mencium leher mulus Ana.
" Ini hadiahnya sayang" kata Dion sambil mencium bibir Ana.
" Dasar tuan mesum" kata Ana mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Dion namun Dion mengunci nya dengan sangat kuat.Ana pun tak dapat mengelak permintaan Dion, dia hanya pasrah.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.