Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 281


__ADS_3

Takdir..... takdir seperti nya berkata lain padan Dion dan Ana. Setelah melakukan usaha maksimal dengan segala cara telah ditempuh untuk menyelamatkan Ana dan bayinya tetap saja salah satu dari mereka harus menghadap yang mahakuasa.


Seperti sebuah petir di siang bolong, Dion harus menguatkan hatinya ketika dokter yang menangani Ana mengatakan bahwa bayi dalam kandungan Ana tidak bisa diselamatkan.


Meskipun dokter telah melakukan tindakan operasi secepat mungkin, tetap saja tidak bisa menyelamatkan bayi dalam kandungan Ana kerena sang bayi mengalami pendarahan otak akibat benturan yang terlalu keras


Dion bagai dihujam oleh tusukan hingga ribuan kali, ia telah kehilangan bayi mungil yang akan menjadi anggota baru keluarga Wiradmaja.


Beruntung nya Ana masih bisa diselamatkan meskipun keadaan masih belum stabil tapi detak jantung Ana cukup baik dan menurut dokter Ana akan sadar jika kondisinya sudah stabil.


Antara bingung, sedih, terpukul Dion terduduk di lantai, ia kelihatan begitu terpukul dengan hal ini.


" Sabar Nak, kamu masih punya Bian dan untungnya dia tidak apa apa, meskipun mereka berdua sama sama terjatuh dari tangga"


" Ma..apa yang harus kulakukan, aku telah kehilangan bayi kecilku bahkan sebelum aku mendengar tangisan nya" kata Dion, kali ini ia benar benar menangis dan suara tangisan begitu memilukan bagi siapa saja yang mendengar nya.


" Sabar... sabar nak" kata Aldi yang juga memberikan kekuatan untuk putranya.


" Apa ...apa yang harus kukatakan pada Ana??" kata Dion lagi dan hal ini membuat seluruh keluarga bertambah bingung.


" Sebaiknya hal itu kita pikirkan nanti saja, kata dokter kita harus segera melakukan pemakaman untuk bayi kak Dion"


" Ya Tuhan!!" kata Dion lagi,


Dion tidak kuasa menahan tangisnya melihat bayi mungil yang begitu cantik berbalut dengan kain kafan.

__ADS_1


" Maafkan papa nak, kamu harus pergi bahkan sebelum papa memeluk mu" kata Anthoni


Dion memeluk bayi itu dalam gendongan nya, ia bahkan mencium nya beberapa kali.


" Maaf kan papa ya" kata Dio


Akhirnya seluruh keluarga segera melakukan pemakaman untuk almarhum putri Wiradmaja tersebut. Setelah pemakaman selesai akhirnya seluruh keluarga Wiradmaja kembali ke rumah sakit karena Ana masih ada disana dan masih belum sadarkan diri.


" Kamu harus kuat Dion setidaknya untuk Ana dan Bian" kata Aldi menasehati putra sulungnya itu, karena sebentar lagi masalah yang jauh lebih berat akan terjadi.


" Aku juga tidak tahu pa , sepertinya masalah ini terlalu berat untuk ku hadapi, aku takut jika Ana sampai tau masalah ini. Entah apa yang akan terjadi"


Mereka sama sama terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Saat mereka saling berpikir, tiba saja seorang perawat yang menangani Ana menghampiri mereka dan memberitahukan bahwa Ana sudah mulai sadar.


Mata Ana menerawang kerah langit langit kamar, rupanya ia masih mengumpulkan kesadaran nya.


" sayang" kata Dion sambil mengelus kepala dan kening Ana


" A..aku dimana??" kata Ana dengan nada yang hampir tidak kedengaran, rupanya Ana masih kondisi yang masih sangat lemah.


" Kita ada dirumah sakit sayang" kata Dion lagi.


Mata Ana terpejam, ia mencoba mengingat kejadian terakhir yang ia alami. Mata Ana langsung terbuka mengingat ia dan Bian jatuh dari tangga.


" Bian" kata Ana

__ADS_1


" Bian ada sama mama sayang, dia sedang tidur" kata Dion lagi, kini Dion mulai was was karena sebentar lagi Ana pasti akan menanyakan bayi yang ada dalam kandungan nya.


" Sayang lebih baik kamu jangan banyak berpikir ya!!" kata Dion.


" Mas Putri kita mana??" tanya Ana


Dion terdiam..kini ia berusaha mencari alasan agar Ana tidak mengetahui semua yang sudah terjadi setidaknya sampai kondisi nya stabil.


Untungnya sebelum Dion menjawab, Dokter dan yang lainnya datang untuk memeriksa Ana. Mereka melakukan pemeriksaan Ana untuk mengetahui apakah Ana sudah bisa dipindahkan keruangan biasa karena selama Ana tidak sadarkan diri Ana berada di ruang ICU.


" Untuk ibu Ana. sebaiknya jangan terlalu banyak berpikir, agar kondisi ibu bisa pulih dan langsung bisa pulang" kata Dokter yang memeriksa semua kondisi Ana


" Bayi saya mana dok??" tanya Ana lagi


Dokter dan Lee tersebut kembali terdiam.


" Nanti ya ibu, sebaik nya ibu pulih dulu" kata dokter tersebut.


Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan pada Ana, akhirnya Ana dipindahkan keruang rawat inap biasa.


" Putri kita dimana mas??" kata Ana untuk yang kesekian kalinya


Jangan lupa like, komen, follow dan vote author ya.....


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u

__ADS_1


__ADS_2