
Dion akhirnya mengabulkan permintaan Ana, pagi itu Dion dan Ana akan pergi ketempat bayi mereka dikuburkan. Sudah hampir seminggu Ana meminta untuk diantar kemakam bayi mereka dan untuk hari ini Dion mengabulkan permintaan Ana.
Ana yang sengaja sudah memakai gaun putih selutut dan tidak menggunakan make up. Walaupun sederhana Ana tetap saja kelihatan cantik dan Dion selalu terpesona melihat Ana yang apa adanya"
" Kamu cantik sekali sayang" kata Dion sambil memeluk Ana dari belakang
" Ih... pagi-pagi udah gombal, aku bahkan tidak laki makeup mas" kata Ana sambil tersenyum
" Bagiku kamu selalu cantik,Sayang apa kamu benar benar yakin??" kata Dion yang tidak sepenuhnya yakin, ia takut saat Ana melihat makam bayi mereka ia akan mengalami gangguan psikis lagi.
" Jangan khawatir mas, sekarang aku bisa menerima bahwa putri kita sudah tenang bersama sang pencipta,aku hanya ingin melihat makam saja"
Akhirnya Dion membawa Ana kesebuah pemakaman umum, Dion menuntun langkah Ana Sampai kesebuah gundukan tanah yang hampir saja dengan tanah sekiranya.
" Disini" kata Dion sambil duduk disamping makam tersebut.
Ana dan Dion kemudian duduk dan mulai menabur kan bunga ke makam tersebut. Ana yang sudah menguatkan dirinya dari tadi agar ia tidak menangis ternyata tidak kuat juga.
Airmata Ana kembali merebak saat membayangkan putri kecilnya itu harus ada disana dan begitu kesepian.
" Maaf kan mama ya sayang" kata Ana sambil mengelus tanah gundukan tersebut.
Dion yang melihat Ana begitu terpukul dan bersedih langsung memeluk Ana dengan erat.
" Sayang... sudahlah Tuhan lebih menyayangi Putri kita" kata Dion
" Mama mencintai mu sayang" Isak Ana, ia kembali merasakan guncangan yang cukup kuat di bathin nya.
__ADS_1
" Jangan begini sayang, kamu sudah janji untuk tidak menangis"
Dion pun menghapus air mata Ana dan segera membawa nya keluar dari pemakaman tersebut, ia tidak ingin Ana sampai drop jika berlama-lama disana
Dion segera membawa Ana masuk kedalam mobilnya, dan selama di Perjalanan Ana hanya diam saja dan hal ini membuat Dion kembali khawatir.
" Are you Ok sayang??" kata Dion sambil menggenggam tangan Ana,
" Tak apa mas, aku jadi sedih saja dan perasaan ini adalah hal yang wajar untuk ibu yang kehilangan putrinya" kata Ana sambil menatap lurus ke depan.
" Kita harus ikhlas dan tetap kuat sayang ,demi Bian"
" Iya mas aku akan selalu kuat demi kamu Dan juga Bian" kata Ana sudah berusaha untuk tersenyum.
" Bagaimana kalau kita makan bakso??" kata Dion membuat penawaran, ia tahu Ana sangat menggemari makanan berkuah ini
" Tapi Bian gimana mas, nanti dia kelamaan nunggu kita"
" Sayang..aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu dulu, kalau masalah Bian nanti aku telfon mama supaya diajak jalan jalan.
" Terserah mas saja" kata Ana akhirnya
Dionpun menghentikan mobilnya di salah satu warung bakso yang ada di pinggiran jalan.
" Memangnya mas mau makan di pinggir jalan??" kata Ana, ia tahu bahwa Dion tidak menyukai makanan pinggir jalan.
" Selama dengan kamu, aku bersedia kok sayang"
__ADS_1
" Ih... gombal lagi" kata Ana sambil tersenyum senyum
Dion begitu senang melihat senyum manis Ana, ingin rasanya Dion menggigit bibir yang selalu menggoda itu.
" Mang pesan baksonya dua ya" kata Dion
" Iya mas"
Saat sedang menunggu pesanan mereka datang, tak sengaja ada pasangan suami istri yang sedang menggendong bayi perempuan yang begitu lucu.
Ana terkesima melihat pemandangan itu, ia bisa membayangkan dirinya jika sedang menggendong bayi perempuan nya bersama dengan Dion dan Bian.
" Bahagianya" kata Ana tanpa sadar, matanya tetap saja memandang bayi perempuan yang digendong oleh ibunya tersebut.
" Sayang" kata Dion sambil menggenggam tangan Ana
" Hmmm" kata Ana sambil menoleh ke arah Dion
" Ayo makan, baksonya sudah datang" kata Dion sambil mengalihkan perhatian Ana..
" Iya mas" kata Ana, ia kembali menatap ke arah jalan dan ternyata pasangan yang punya bayi perempuan itu sudah pergi.
" Sayang sekali" kata Ana dengan nada kecewa.
" Sayang. kamu jangan patah semangat ya,..aku yakin kita akan segera punya seorang putri yang akan menemani kita" kata Dion
" Sepertinya Ana belum pulih secara total, aku akan membawa nya kembali untuk konsultasi ke dokter Elena" kata Dion dalam hati,
__ADS_1
Jangan lupa like, komen , vote dan follow author ya....