
Rumah tangga Dian benar benar diguncang oleh masalah yang benar benar mengujinya kesabaran Dian sebagai seorang suami.
Sudah satu bulan semenjak Ana melahirkan, Ana selalu menangis dan selalu melakukan hal hal yang di luar dugaan.
Bahkan Bian yang selalu ingin bersama dengan Ana selalu menangis karena tidak mendapat perhatian dari ibunya. Hal ini membuat keluarga benar benar bersedih dan prihatin dengan keadaan Ana.
Karena hal tersebut Dion memutuskan untuk Kerja di rumah untuk sementara waktu, Dion hanya pergi ke kantor untuk hal hal yang sangat penting selain itu Dion mempercayakan semua tugas pada Gio.
Pagi ini Ana masih belum bangun dan Dion tanpa sedang menjaganya sambil memperhatikan laptopnya.
Dion tiba tiba saja kaget karena tiba-tiba saja Ana menjerit.
" Mas.. putri kita menangis, aku mau melihatnya mas sepertinya ada orang yang membawanya pergi" kata Ana
" Sayang..." kata Dion sambil memeluk Ana
" Mas kejar orang itu, dia membawa putri kita pergi" kata Ana yang hendak keluar dari kamar dan Dion semakin memeluk nya dengan erat.
" Sayang. ngakk ada orang yang mau mencuri putri kita, dia sudah pergi sayang. " kata Dion
Seketika Ana terdiam dan sepertinya Ana sudah mulai sadar kembali.
" Mas..aku mau lihat putri kita" kata Ana sambil menangis di pelukan suaminya
__ADS_1
Rupanya kejadian tersebut membuat Ana benar benar terpukul, sampai sampai sudah mempengaruhi kondisi kejiwaan Ana.
" Sayang... sekarang kamu mandi dan kita makan sama sama ya"
Ana kemudian menurut, ia pun segera menunju kamar mandi. Namun begitu sampai di kamar mandi, Ana kemudian menjerit dan Dion pun terkejut lagi.
Dion segera menuju kamar mandi dan melihat Ana yang tampak ketakutan. Ana bahkan duduk di sudut kamar mandi dengan posisi yang sedang meringkuk dan Dion pun langsung memeluk Ana kembali
" Ada apa sayang" kata Dion
" Itu mas... ada mayat putri kita" kata Ana sambil menunjuk ke arah bath up
" Tidak ada apa apa disana sayang" kata Dion, dia pun segera mengangkat tubuh Ana agar berdiri
Anapun menuruti perintah suaminya, dengan sabar Dionpun memandikan Ana. Begitu sakitnya hati Dion melihat tubuh Ana yang benar benar sudah mengurus, tubuh yang dulu padat dan seksi kini sudah mengurus dan kelihatan kusam
Dion menghapus airmata nya sendiri karena melihat kondisi Ana yang benar benar sangat menyedihkan. Ana rupanya melihat airmata Dion, iapun menghapus dengan lembut.
" Maaf ya mas, kamu menangis karena telah kehilangan putri kita" kata Ana yang juga ikut menangis
" Aku minta maaf mas, gara gara aku jatuh dari tangga kita jadi kehilangan putri kecil kita"
" Tidak sayang...kamu tidak salah, semuanya itu sudah menjadi takdir dan kalau Tuhan mengijinkanpasti kita akan diberikan putri lagi" kata Dion
__ADS_1
Setelah memandikan Ana, Dion kemudian mengajak Ana ke meja makan untuk sarapan. Tapi saat melihat Bian yang sedang disuapi oleh pengasuhnya, Ana kembali berteiak.
" Dia....Dia yang menyebabkan putri kita meninggal!!"
Ana menunjukkan ke arah Bian, dan semua yang ada di sana kembali terdiam. Kondisi kejiwaan Ana benar benar sudah tidak bisa ditolerir lagi.
" Mas suruh anak pergi...jangan biarkan dia disini" kata Ana berteriak
" Sayang... itu Bian sayang..itu putra kita"
Ana seolah tidak perduli, dia benar benar ketakutan melihat sosok Bian. Akhirnya Dion membawa Ana kembali ke dalam kamarnya dan berusaha menenangkan Ana disana.
" Sayang... kamu tenang dulu," kata Dion
" Mas...mas harus percaya padaku, dia itu jahat" kata Ana
Dion benar benar semakin pusing dengan kata kata Ana, Dion kemudian menyuruh Ana untuk meminum obat penenang yang diresepkan dokter padanya.
Tak lama setelah meminum obat itu, Ana kembali tertidur. Akhirnya Dion memutuskan untuk berdiskusi dengan seluruh keluarga nya untuk menangani Ana lebih lanjut.
Terima kasih untuk like, komen , vote dan follow author ya....
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u
__ADS_1