
Bagaimana pun cara Dion, tim dokter dan perawat serta keluarga untuk menutupi semua yang telah terjadi, tetap saja Ana selalu menanyakan dimana keberadaan bayinya.
Pagi itu saat Ana bangun, hal yang pertama ia lakukan adalah menanyakan dimana bayi yang sudah dilahirkan nya.
" Mas, aku ingin lihat putri kita, apa dia baik baik saja??"
Semua yang ada di ruangan itu kembali saling pandang, mereka tidak tahu harus mengatakan apa.
" Sayang.. semuanya baik baik saja, lebih baik sekarang kamu makan dulu, supaya kita bisa segera pulang" kata Dion
" Mas, aku ingin sekali melihat bayi kita, sudah dua hari aku ada disini dan aku sama sekali belum melihat putri kecil kita" kata Ana
Dion, Shanty bahkan Ray hanya bisa terdiam,
" Jawab mas?? dimana putri kita?? " tanya Ana dan kali ini Ana mulai menangis karena dari sikap keluarga nya telah terjadi sesuatu pada bayi yang dikandungnya.
" Mas" kata Ana, iapun menarik narik baju Dion untuk meminta penjelasan darinya.
Dion pun memeluk Ana yang terus saja menangis
" Sayang...jangan begini, nanti luka bekas operasi kamu terbuka" kata Dion
" Mas, apa yang sudah terjadi?? katakan saja" desak Ana, ia sungguh tidak sabar untuk mendengar penjelasan dari Dion.
Sepertinya Dion dan yang lainnya tidak bisa lagi menyembunyikan kejadian yang sudah bagaimanapun juga Ana akan tahu cepat ataupun lambat.
" Maaf sayang" kata Dion
Shanty pun mendekati Ana dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
" Kamu yang kuat ya sayang" kata Shanty
" Apa maksud kalian??" kata Ana sambil menatap Dion dan shanty bergantian.
" Sayang... putri kecil kita telah tenang disana" kata Dion pada akhirnya, sepertinya di tidak bis lagi menyembunyikan apa yang sudah terjadi.
Ana seperti disambar petir disiang bolong, Ana terdiam sambil menatap Dion. Untuk sesaat Ana seperti patung dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Perlahan penglihatan Ana mulai kabur dan ia merasakan dirinya melayang.
" Sayang" kata Dion sambil memeluk Ana dengan erat.
Ana tidak menjawab dan begitu Dion melihat Ana yang tidak bergerak sama sekali.
"Sayang" kata Dion,
" Ma... sepertinya Ana pingsan"
" Cepat panggilkan dokter" kata Dion pada Ray
" Ya Tuhan..." kata Dion .
Setelah beberapa saat dokter pun datang dan memeriksa keadaan Ana.
" Tidak apa apa, dia hanya syok saja. Sebentar lagi dia akan sadar" kata Dokter yang memeriksa keadaan Ana.
"Terima kasih dok" Kata Dion
___________________________________________________
Satu jam kemudian, Ana kembali membuka matanya, ia merasakan kepalanya terasa pusing.
__ADS_1
Saat Ana sudah mulai sadar hal pertama ia lihat adalah Dion, rupanya Shanty, Aldi dan Ray sudah pulang untuk istirahat dan menjaga Bian.
" Sayang, kamu sudah sadar" kata Dion sambil tersenyum dan iapun mencium kening Ana dengan lembut.
" Mas.." kata Ana dengan sedih, tanpa terasa airmata kembali membanjiri wajah cantik Ana.
"Apa yang sudah terjadi??" kata Ana
" Sayang...jangan terlalu memikirkan apa yang sudah terjadi, yang paling utama sekarang adalah kesehatan mu"
" Mas Putri kita mana??" kata Ana sambil menangis, kali ini suara tangisan Ana terdengar sangat memilukan.
" Sayang..." kata Dion, ia kemudian memeluk Ana dengan erat
" Mas...mana putri kita??" kata Ana lagi
" Aku minta maaf sayang karena tidak bisa menjaganya, mas benar benar minta maaf"
" Dimana putri kita mas, aku ingin melihatnya, aku ingin menciumnya dan aku ingin menyusuinya"
" Sayang...kita berdua harus kuat, setidaknya untuk Bian" kata Dion sambil terus menggenggam tangan Ana.
" Mas.." Isak Ana
" Sudah sayang" kata Dion
"Pasti putri kita wajahnya cantik kan?? pasti dia sangat cantik dan lucu...aku ingin sekali menggendong nya mas"
Dion tidak tahu harus berkata apa apa lagi, karena terus menerus menangis akhirnya Dion meminta Dokter untuk memberikan Ana obat penenang.
__ADS_1
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u