
Promo again! Judul
Amanat Istri Pertama
cuplikan ::::
Aksara membalikkan badan sesaat setelah memasuki pintu utama rumahnya bersama Kintan. Ia menatap nanar pada wajah cantik milik istri keduanya itu. Tidak ada senyum, bahkan terlihat sangat membenci objek pengamatannya. Hingga sekian detik kemudian, Aksara menghela napas—menahan gejolak perasaan marahnya.
“Kintan," ucap Aksara sampai membuat Kintan tersentak dari kegemingan yang berisi kebingungan. Kemudian, pria itu menunjuk sebuah ruang tertutup yang tampaknya merupakan kamar tamu. “Tidur saja di sana.”
Napas Kintan seolah dibuat terhenti detik itu juga. Sesak, bahkan merasa tidak dihargai. Hari ini merupakan hari kedua pernikahannya dengan Aksara, tetapi ia justru dianggap tak lebih dari sekedar tamu belaka. Ya, meski pada akhirnya Kintan hanya bisa mengangguk tanpa bisa menyanggah sama sekali.
“Baik, Mas.” Wanita itu menjawab setelah menyadari Aksara tengah menunggu jawaban mantap darinya.
Benar saja, setelah Kintan memberikan sahutan, Aksara lantas mengubah sikap yang sejak tadi berdiri tegak menatapnya, kini membalik badan lagi sembari berkacak pinggang.
“Jangan pernah buka kamar pribadiku bersama istriku, Tan.” Pernyataan mengejutkan Aksara lontarkan sesaat setelah menghentikan kakinya yang baru melangkah. Ia berbalik lagi dan menatap Kintan dengan dingin. “Jangan langgar apa yang aku mau,” katanya ketus.
__ADS_1
Kintan menghela napas. “Iya, Mas, aku tahu. Jangan khawatir.”
“Bagus! Dan satu lagi, ... rumah ini sangat sederhana jika dibandingkan istana megah milik ayahmu. Enggak ada fasilitas mewah, semua barang sangat murah. Jangan manja, karena kami enggak memiliki pembantu.”
“Ya, aku tahu.”
Aksara mengangkat satu alisnya. “Nggak! Kamu enggak akan tahu dan paham gimana cara hidup orang susah, terlebih bersuamikan karyawan biasa. Kamu kaya raya, tapi meski begitu, aku sama sekali nggak bakal ngasih kesempatan buat leha-leha. Selama kamu tinggal di rumah ini sebagai istri pengganti, maka bertindaklah seperti kebiasaan Nila.”
Seketika itu juga, hati Kintan merasa nyeri luar biasa. Istri pengganti kata suaminya? Memang benar, bahkan tidak dapat disangkal lagi. Kintan tahu betul tentang siapa dan situasi dirinya.
Namun, ... wanita itu menyesalkan bagaimana Aksara menatap sekaligus bersikap padanya. Tatapan mata Aksara yang ia tahu tengah memancarkan sebuah kebencian begitu besar. Mengapa? Karena Kintan pulang lebih awal dan menyebabkan Nila celaka, kala reuni itu berlangsung?
Kintan terkejut. “Me-memasak?” tanyanya memastikan.
“Tentu! Apa kamu tuli? Kenapa harus bertanya lagi kalau sudah dengar?”
“Maaf, tapi aku enggak yakin soal itu, Mas. Ak—"
__ADS_1
“Barusan aku bilang jangan manja, Tan! Di sini enggak ada pembantu, kalau bukan kamu lalu siapa yang memasak? Aku? Jangan gila! Aku harus menunggu istriku setelah mandi, aku sudah beri waktu agar kamu istirahat dan itu aku pikir sudah cukup!” tegas Aksara panjang yang juga dengan ekspresi menyeramkan.
Sementara, Kintan hanya mampu mengepalkan kedua tangan. Sejujurnya, sejak Aksara menumpahkan kesalahan padanya, ia sudah tidak menyukai pria itu. Bahkan, jika bisa ia tidak mau bertemu lagi. Namun, takdir mengatakan hal sebaliknya, Kintan menikahinya demi Nila, demi si kecil Gibran yang selama beberapa hari ini tak bertemu ibunya.
Kintan menghela napas. “Aku akan melakukannya, tenang saja!” ucapnya ketus.
Aksara tersenyum sinis. “Itu bagus dan itu memang tugasmu. Kamu harus ingat jika kam—”
“Aku ingat, aku istri pengganti. Tapi, ....” Kintan melangkahkan satu kaki ke depan. “Aku enggak selemah yang kamu pikir, Mas. Dan kamu juga harus ingat, aku bersedia melakukan pernikahan ini demi sahabatku dan putranya. Aku enggak akan mengemis sepeser pun sama kamu.”
“Oh! Aku sama sekali nggak butuh penjelasanmu, Kintan. Apa pun maksud dan tujuanmu, kamu tetap orang lain bagiku, bahkan bagi putraku.”
“Benar! Tapi, aku bukan orang lain bagi istrimu. Setidaknya, jika kamu membenciku, tahan sedikit. Hargai aku seperti manusia bukan hewan, atau bahkan patung yang hanya bisa diam. Itu sudah cukup, Mas! Dan aku ... aku juga sangat membencimu!”
***
MAMPIR YAH, DI AMANAT ISTRI PERTAMA. JANGAN LUPA MASUKIN FAVORIT.
__ADS_1
TERIMA KASIH
VhDheavy